Kemandirian Ekonomi Melalui Pemberdayaan Perempuan dalam Kewirausahaan Sosial Menganyam Pesisir

Kemiskinan menjadi isu penting dalam proses pembangunan. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa saat ini angka kemiskinan di Indonesia mencapai angka 10,19% atau setara 27,55 juta orang.

Advertisement

Ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasarnya membuat angka tersebut kian melonjak seiring berjalannya waktu. Meski pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan guna meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat miskin, namun hal tersebut tak lantas membuat kita berhenti sampai di sana.

Peningkatan pelayanan dasar melalui pemberdayaan menjadi solusi efektif guna menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia. Bahkan, beberapa studi menunjukan bahwa pemberdayaan menjadi program yang tepat untuk mendukung kemandirian ekonomi yang diimplementasikan melalui prinsip pemberdayaan sehingga mampu menciptakan peluang ekonomi untuk mereka, khususnya perempuan.

Ketertinggalan perempuan dalam mengakses layanan publik, pendidikan, kesehatan, dan berbagai aspek lainnya membuat mereka menjadi kaum yang rentan dan miskin tidak hanya secara materi, juga adanya pengaruh budaya yang belum memberikan kesempatan yang sama di beberapa aspek kehidupan, salah satunya akses sumber daya yang hingga saat ini tak jarang masih banyak yang mengesampingkan peran perempuan.

Advertisement

Keputusan untuk memperoleh pendidikan,  bekerja, dan melakukan berbagai kegiatan ekonomi lainnya seringkali terhambat oleh norma sosial yang berlaku di kelompok masyarakat tertentu. hal ini tentu semakin membatasi kapasitas perempuan dalam membuat keputusan mandiri (Shabbir dan Di Gregorio, 1996). keterbatas keterampilan yang perempuan miliki menjadi faktor terbatasnya jenis pekerjaan yang dapat didapatkan.

Maton (2008) mendefinisikan pemberdayaan perempuan sebagai proses pengembangan berdasarkan partisipasi kelompok yang terpinggirkan mendapat kendali lebih besar atas kehidupan dan lingkungan mereka, memperoleh sumber daya dan hak dasar, mencapai tujuan hidup, hingga marjinalisasi masyarakat yang berkurang.

Kegiatan pemberdayaan ini, mampu memberikan kemampuan perempuan dalam meningkatkan kondisi ekonomi keluarga. melalui kegiatan yang inovatif, memungkinkan mereka untuk belajar macam-macam keterampilan dan memperluas jaringan, mengembangkan diri untuk menemukan solusi atas masalah yang mereka hadapi, menghilangkan ketidaksetaraan dalam membuat pilihan, hingga mampu memberikan perubahan untuk berbagai aspek kehidupannya.

Bergeraknya kewirausahaan sosial dalam upaya membantu para perempuan memperoleh penghasilan guna meningkatkan status mereka di masyarakat sudah banyak kita jumpai. Kewirausahaan sosial menjadi gabungan semangat antara misi sosial dengan ilmu, inovasi, dan tekad bisnis dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui tujuan sosial, partisipasi, hingga keseimbangan antara nilai sosial dan finansial (Thompson, dkk 2006). Mort, dkk (2002) menjelaskan bahwa seorang wirausahawan sosial mengubah sumber daya ekonomi dari daerah yang memiliki produktivitas rendah ke daerah dengan produktivitas tinggi dengan hasil dan nilai yang jauh lebih tinggi.

Mereka menjadi agen perubahan dalam ekonomi yang menggerakan perekonomian dengan cara melayani pasar baru atau cara baru dalam melakukan sesuatu. Secara eksplisit, penggabungan prespektif bisnis dan sosial dalam kegiatan ini menjadi upaya dalam menciptakan kemandirian ekonomi melalui pemberdayaan.

Menganyam Pesisir merupakan salah satu kewirausahaan sosial dengan memberdayakan perempuan dan UMKM (perempuan) di daerah marjinal pesisir D.I. Yogyakarta yaitu di Pantai Ngrawah, Gunung Kidul dan Dusun Soropadan, Palbapang, Bantul dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dengan memberikan “skills training (pelatihan keterampilan), mentoring (pendampingan) dan entrepreneurship (kewirausahaan)” melalui pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah di daerah pesisir yang belum dimanfaatkan secara optimal seperti daun pandan atau potensi potensial lain di pesisir seperti kain dan tanaman indigovera sebagai bahan pewarnaanya, untuk dijadikan produk fashionable yang modern dengan tetap mempertahankan kearifan lokal Budaya Indonesia khususnya di daerah pesisir D.I. Yogyakarta dengan nilai jual ekonomi. 

Dari rasa kekhawatiran pemilik terhadap pandangan masyarakat yang menganggap bahwa perempuan adalah sosok yang lemah (hanya berkutik di sandang pangan papan). Akhirnya Kharolin Hilda Amazona, founder dari Menganyam Pesisir ini mendirikan UMKM ini sebagai bentuk kepeduliannya terhadap persoalan gender, membuka lapangan kerja bagi wanita khususnya di daerah marjinal pesisir D.I Yogyakarta dan menunjukan bahwa wanita merupakan sosok yang kreatif, cerdas, dan sukses.

Pekerjaan menganyam ini dilakukan dengan memanfaatkan waktu senggang setiap ibu rumah tangga di daerah pesisir pantai Ngrawah Gunung Kidul dan Dusun Soropadan, Palbapang, Bantul  guna melestarikan warisan budaya juga dijadikan sebagai salah satu mata pencaharian sampingan ibu rumah tangga untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Menganyam Pesisir memiliki berbagai macam jenis produk kerajinan tangan yang berbahan dari pandan laut dan tanaman indigovera. Seperti, tas, anting, dompet. Kegiatan ini bahwasanya dampak dari usaha sosial Menganyam Pesisir terhadap perempuan binaannya yaitu memberikan pekerjaan yang layak, adil dan bermartabat kepada perempuan-perempuan khususnya ibu rumah tangga seperti memberikan pelatihan mengenai kewirausahaan di era digital saat ini, dimana selain dapat membantu menghasilkan pendapatan keluarga, pekerjaan ini juga dapat mereka kerjakan di rumah dan tetap bisa berkumpul dengan keluarganya.

Kondisi ini sangat berbeda dengan kondisi sebelumnya, di mana perempuan bekerja berat dan mendapatkan gaji underpaid serta tereksploitasi. Dengan adanya Menganyam Pesisir ini, Kharolin Hilda Amzona percaya bahwa setiap perempuan itu sangat berdaya dan memiliki kesempatan untuk tumbuh serta memiliki kesempatan untuk berkembang.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE