Sore ini suara indah rintihan air yang berjatuhan dari atas langit mulai membasahi bumi. Ya itulah HUJAN !!!. Suara katak yang bersaut-sutan seakan mereka sedang bercerita bercanda tawa dengan gembiranya. Hujan adalah anugrah yang diberikan Tuhan kepada makhluknya, karena air merupakan sumber kehidupan. Angin yang berhembusan kesana kemari seolah-olah berdansa dengan sang pohon dengan gemulai. Dengan ditemani secangkir kopi sungguh menambah kenikmatan suasana yang berbalut dinginnya sore ini. Tak sengaja diri ini teringat tentang kenangan yang pernah kita buat ketika hujan datang menerpa. Di bawah gubuk kecil berbahan dasar bambu, yang berada di sudut kota dan kini telah berubah menjadi taman kota menjadi saksi bisu waktu itu.

Bersama dia, ya dia bagai sang penyejuk di tengah teriknya panas matahari yang menembus hingga sampai ke bumi dan dia sebagai penerang malam gelap gulita yang membawa berjuta-juta cahaya. Suasana yang sepi seolah-olah menjadi sangat ramai oleh suara rintihan hujan yang menerpa, sesekali suara khas petir turut meramaikan. Hembusan angin yang datang menerpa membuat badan ini menggigil kedinginan, ditambah lagi dengan selembar kain yang membalut badan ini sebagian telah dibasahi oleh sang hujan. Tapi kehangatan datang tiba-tiba ketika kau melepaskan jaket hitammu dan memakaikannya kepadaku. sedangkan kau sendiri malah membiarkan angin dingin merasuk dalam tubuhmu. Beberapa menit kemudian kau melantunkan sebuah puisi untuk diriku dengan penuh penghayatan.

Advertisement


Kamu.. .

Malam sunyi tanpa ada kamu yang menemani

Wajah cantikmu pancarkan  sinar digelapnya malam

Advertisement

Akan ku serahkan jiwa raga

Untuk selalu membuat dirimu bahagia


Dan sambil terbatah-batah aku ucapkan terima kasih kepadanya walau sebenarnya bibir ini tak mampu lagi untuk melontarkan sepatah kata ketika kita saling bertatap muka. Sunggu sangat bahagianya diri ini waktu itu, hati siapa yang tidak cemburu dengannya sampai sang alam pun tak mampu melihat kemesraan yang kau buat. Kenangan itu yang sampai sekarang masih melekat dan seakan tak mau dilepaskan. Menjadikan kenangan terindah bagiku sepanjang sejarah ketika hujan datang menerjang bumi. Senyuman indah selalu terpancar ketika mengingat kembali kenangan indah yang kita lalui di bawah gubuk sudut kota.

Dia yang kini sedang mengadu nasib di negeri orang. Sungguh berat jauh dari sang pujaan, hanya dalam mimpi kita bisa bertemu setiap hari. jangan ditanyakan lagi tentang rindu. Rindu serindu rindunya bagiku saat ini yang sudah lama tidak berjumpa denganmu. Kepada hujan di sore ini, inginku  berpesan tolong sampaikan kepadanya bahwa aku sangan rindu kepadanya. Setiap hari aku berdoa agar  dia cepat kembali dan datang menemui diri ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya