Kenapa Ada Terrarium? Begini Asal Mulanya?

Media tanam cantik ini punya cerita unik di balik penemuannya oleh ilmuan Inggris

Pada abad ke-18 teknik budidaya tanaman hortikultur di Eropa berkembang pesat. Perkembangan ini mengarah pada pencarian struktur ruang tanam yang dapat digunakan untuk bertanam pada musim yang tidak menguntungkan ataupun untuk bertanam tanaman yang berasal dari wilayah tropis. Di sebuah ruang tanam, diharapkan mendapat cahaya, suhu, dan kelembapannya sesuai dengan kebtuhan tanaman.

Advertisement

Secara tidak sengaja perkembangan ruang tanam mencapai titik terang berkat penemuan Dr. Nathaniel Ward seorang ilmuwan dari Inggris. Pada tahun 1827 Dr. Ward, seorang ilmuwan London, melakukan percobaan terhadap ulat dengan memasukkannya ke dalam botol kaca yang telah diberi lumpur, kemudian botol tersebut ditutup. Beberapa waktu kemudian dia mendapatkan tumbuh paku-pakuan kecil dan selapis lumut, serta kondisi di dalam botol telah lembap.

Tidak ada keterangan mengenai kelanjutan percobaan ulat tersebut, tetapi penemuan tumbuhnya tanaman dalam botol merupakan tanaman revolusioner yang terus dikembangkan dan dikenal sebagai Wardian Case. Prinsip Wardian case sangat bermanfaat dalam pembuatan ruang tanaman (growth chamber) sebagai media pertukaran tanaman antar benua maupun untuk pengembangan green house.

Dalam sistem Wardian Case (wadah/botol tertutup), terjadi siklus air sehingga kondisi tetap lembap. Siklus air yang relatif konstan diimbangi dengan faktor-faktor tumbuh yang sesuai memungkinkan tanaman dapat tumbuh cukup lama di dalam botol tertutup tanpa penyiraman.

Advertisement

Prinsip ini akhirnya dikembangkan juga untuk tujuan estetika atau dekorasi dalam rumah. Dari sinilah di kenal istilaah Terrarium, Planetarium, atau Plant Case. Terraria adalah wadah yang terbuat dari wadah kotak gelas kaca. Oleh karena itu, prinsip dalam pembuatan tamannya sama dengan taman didalam botol. Taman terrarium memberikan kelembapan bagi tanaman karena uap air yang dihasilkan oleh penguapan daun dalam terrarium akan segera mengembun dan menetes kembali ke dalam media tanam.

Di Indonesia sekitar tahun 1945 sampai perang kemerdekaan berakhir, terrarium telah dikenal kalangan bangsawan. Terutama yang dekat dengan lingkungan perumahan petinggi Belanda. Botol-botol bekas minuman keras yang bentuknya antik dan berukuran besar sempat menjadi model terrarium dan banyak dikoleksi.

Terrarium sangat cocok bagi pecinta tanaman yang tidak mempunyai halaman rumah yang cukup. Dengan membuat terrarium, pecinta tanaman dapat berkreasi membuat taman dalam wadah mini yang dapat di letakan di meja kantor, kamar, dapur atau ruangan lainnya. Terararium juga tidak membutuhkan pemeliharaan yang rumit karena tidak perlu terlalu sering menyiram dan dapat bertahan sampai belasan tahun.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Ilmuwan Psikologi & Creative Industri

CLOSE