Dari awal, sepertinya kau memang tak berniat menjalin sebuah hubungan, kau hanya menganggap semua ini permainan. Apa aku benar?


Sayang, aku tak tahu apa yang sekarang sedang kau pikirkan, dan sampai sekarang aku tak pernah mengerti apa yang sebenarnya kau inginkan dalam sebuah hubungan. Karena kau suka sekali datang lalu pergi, membuatku bingung pada rasa yang kau miliki. Apakah itu cinta atau hanya sekedar ingin main-main saja. Tidakkah kamu merasa kalau ini semua melelahkan? Ah sepertinya hanya aku yang merasakan demikian, karena kau sibuk dengan perasaan lain yang mungkin sedang kau permainkan. Mungkin dari awal memang kau tak ingin memiliki hubungan yang serius, kau hanya ingin menebar jaring sebanyak-banyaknya agar mendapat perhatian dari semua wanita.

Advertisement


Kita sudah dewasa, berhentilah bermain-main perihal rasa…


Rasanya sudah bukan waktunya kita bermain-main perihal rasa, kita sudah dewasa dan sudah seharusnya bisa serius saat menjalani sebuah hubungan cinta. Itu menurutku, tapi mungkin pemikiran kita berbeda, karena sepertinya kamu masih ingin main-main dan berpindah dari satu hati ke hati yang lain. Silahkan saja, tapi aku pastikan ketika kau sudah bosan dengan yang lain, aku tak akan menerima kehadiranmu yang hanya datang saat kau mau, lalu pergi saat kau sudah jenuh denganku. Aku sudah bosan sayang, ini sudah kesekian kalinya kau seperti ini dan aku sudah tak ingin kau bodohi lagi.


Aku hanya ingin kau mengerti, bahwa dibiarkan menunggu tanpa sebuah kepastian itu tidak mudah sayang.


Advertisement

Mungkin bagimu, dinantikan oleh seseorang adalah hal yang menyenangkan. Diharapakan keberadaannya menjadi candu yang selalu kau dapatkan dari beberapa perempuan. Tapi mungkin kamu tidak tahu, dibiarkan menunggu tanpa sebuah kepastian itu tidak pernah mudah sayang. Hanya karena kau begitu aku sayangi, bukan berarti kau bisa semena-mena datang dan pergi. Hanya karena aku selalu menerimamu setiap kau datang kembali, bukan berarti kau bisa melakukannya berulang kali. Aku hanya ingin kau mengerti, bahwa penantianku pun perlu kau hargai, sebelum aku benar-benar jengah dan memutuskan untuk pergi. 


Kini aku akan membiarkanmu berlari ke manapun kau ingin pergi, aku tak akan lagi mengikatmu untuk tetap  disini..


Kali ini, aku akan membiarkan kau berlari ke manapun kau ingin pergi. Aku akan mengikhlas segala rasa yang aku pertahankan selama ini. Sepertinya sudah cukup kau membuatku kebingungan pada rasa yang sedang kita hadapi ini. Pergilah, jika kau memang masih ingin singgah di hati yang lain. Pergilah, jika bersamaku, kata "serius" tak bisa kau temukan adanya. Aku akan membuka hatiku untuk seseorang yang memang benar-benar menghargai bahwa aku ada, aku akan menempatkan rasaku pada orang yang memang ingin menetap dan tak mempermainkan rasa. Pergilah sayang, jika bersamaku sebuah hubungan hanya kau jadikan permainan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya