“Ketika jejak kan menjadi berarti suatu hari nanti, jangan pernah lupa dimana kau pernah melangkahkan kaki”

-Naz

Jatuh cintalah berulang kali pada dirimu sendiri

Siapa bilang menjadi single itu mengenaskan dan menyedihkan? Bukan perkara kau tak memiliki hati lain untuk berbagi, atau bahu untuk bersandar disaat sedih datang tanpa permisi. Tapi bagaimana kau menjaga perasaanmu sendiri untuk tetap layak hidup dan berbahagia tanpa ada beban dan serentetan kalimat keluhan.

Memang rasa sepi kerap kali datang meski kehadirannya tak pernah diharapkan. Tapi justru rasa sepi itulah yang bisa kamu jadikan sebagai waktu yang tepat untuk merefleksi diri. Bukankah kamu masih memiliki banyak hutang pada dirimu sendiri?

Hutang kesejahteraan, hutang menghargai diri sendiri, hutang menjadi sukses, hutang membahagiakan orang tua, dan hutang memantaskan diri. Lunasi semua hutangmu sebelum benar-benar siap menempa kehidupan sesungguhnya setelah pernikahan. Untuk itu pastikan agar kamu selalu jatuh cinta pada dirimu sendiri.

Jangan hanya berimajinasi, upayakan agar kamu dapat segera melihat hasil pencapaianmu sendiri

Advertisement

Betapa kuatnya energi mimpi dan imajinasi. Tapi apa gunanya jika kamu tak pernah memiliki cara untuk mengupayakannya. Tak perlu takut taka da jalan, karena dengan memulai niat saja maka semesta pun juga dapat mengiringi setiap jerih payah usahamu.

Segera bangkit dan mulailah menyalurkan sepenuhnya diriku pada apa yang memang ingin kau wujudkan. Ciptakan perubahan dan peluangmu sendiri. Sudah saatnya untuk berhenti mengeluh dan menangis hanya karena kamu merasa berat menjalani. Jika kau tak ingin menjalani, maka jangan pernah bermimpi atau bahkan berimajinasi.

Miliki hati seluas samudera

Ikhlas, sabar, dan bersyukur, ketiga hal ini nampaknya memang sangat susah untuk dilakoni. Memang benar, karena manusia memiliki nafsu dan tak pernah puas. Tapi yakinlah jika kau memiliki hati seluas samudera, maka segalanya akan ringan untuk dijalani. Buang segala ragu, keluarkan semua airmata yang menumpuk dalam hati, lepaskan semua beban dan merdekalah.

Menyerah itu memang mudah, tapi melupakan perih untuk sementara adalah obat untuk bertahan. Bersyukurlah selalu, karena dengan begitu kamu tak akan pernah merasa kurang. Ikhlas menerima paa yang Tuhan telah berikan, toh setiap hidup pasti ada saatnya berada di atas ataupun dibawah.

Sabar dalam setiap cobaan yang menghampiri, ketika harimu tak secerah mentari pagi hari, terimalah dan nikmati setiap detik perasaan yang hatimu rasakan. Bukankah sedih dan bahagia selalu datang satu paket? Entah besok atau dalam waktu dekat kamu pasti akan kembali merasakan bahagia.

Jangan pernah lupa untuk merefleksi diri

Yang sering terlupa adalah berteman sepenuhnya dengan dirimu sendiri. Terlalu senang menikmati hari, atau terlalu larut dalam kesedihan yang sebenarnya hanya akn merusak hati membuatmu lupa bahwa hidup tidak hanya untuk dijalani tapi juga dievaluasi.

Luangkan waktu sejenak pada malam hari sebelum beranjak tidur. Pandanglah dirimu sendiri dan lihat pantulan dirimu sendiri, sudahkah kau bahagia hari ini? Tanyakan pada dirimu sendiri setiap hari sebenarnya apa yang ingin kau capai untuk sebuah hidup yang berarti. Meiliki me time dan renungilah harimu, buang segala kerusuhan dan damaikan hati sebelum kau terlelap. Dengan merefleksi diri maka kau akan bisa belajar untuk selalu menjadi lebih baik.

Tuhan tak akan pergi jika kau selalu mengingatNYA dalam hati

Siapa yang menganggapmu sendiri dengan rasa sepi? Bukan berarti dengan sendiri kau kehilangan cinta tak bermakna. Tidak, kau merasakan cinta atau tidak itu tergantung dari hatimu sendiri. Buat apa menangis dan meratapi diri di pojok kamar tanpa melakukan apa-apa.

Tuhan tak pernah tidur, mendekatlah dan resapi setiap keberadaanmu saat ini yang selalu terjaga dengan segala kebutuhan terpenuhi. Pernahkah kau berpikir bagaimana cara Tuhan menjaga semua makhlukNya? Jangan pernah takut saat kesepian datang dan mencabikmu dengan kerusuhan hati.

Curahkan semua pada Tuhanmu yang satu dan selalu menjadi problem solver terbaik. Karena ketika kau memahami dan percaya bahwa yang diberikan Tuhanmu adalah yang terbaik, maka Tuhanmu juga akan memahamimu dan memudahkan setiap langkah yang kau tempuh untuk memiliki hidup yang layak dan berarti.

“Kepada semesta, dengarlah pula doaku, dan turutlah menjadi bagian dari saksi kisah hidupku”

-Naz