Kamu adalah seseorang yang penuh rahasia, menyimpan misteri dan dingin. Dari kejauhan, kamu nampak tenang. Langkahmu begitu ringan. Dan senyummu pun menawan, merekah bagai mawar yang baru saja tersiram air hujan.



Kamu asyik menyendiri. Sibuk bermesraan dengan bertumpuk-tumpuk buku di pangkuanmu. Kamu lebih senang bercengkerama lewat tulisan. Seolah disana kamu menemukan duniamu yang hilang. Sesekali kamu menanggapi kawanmu yang menghampirimu, sekadar menyapa atau bertanya sesuatu kemudian melenggang ucapkan salam perpisahan. Kamu menikmati kesendirianmu. Semacam tempat bagimu untuk mengembalikan performamu.



Dari kejauhan, diam-diam aku memperhatikanmu. Ada nanar yang tak terlihat. Dan hanya kamu yang rasakan. Ada getir yang merambat. Dan hanya kamu yang mengerti rasanya. Ada luka yang tersemat. Dan hanya kamu yang tahu seberapa perihnya. Ada sesuatu yang belum sempat kamu selesaikan. Dan kamu menyembunyikannya.



Aku mulai memberanikan diri untuk mendekat. Sekadar menyapa dan berbasa-basi sebentar. Kamu menyambutnya dengan senyum lebar. Netramu bahkan memancarkan harapan. Aku mencoba untuk mengarahkan obrolan pada hal yang lebih dalam. Ternyata kau adalah orang yang asyik pula bila di ajak diskusi bersama.



Diam-diam aku mulai tertarik. Kamu punya cara sendiri untuk menghibur dirimu. Kadang kala dari kejauhan aku mendapati dirimu tersenyum sendirian di tengah-tengah keseriusanmu membaca buku. Atau tak sengaja aku menemukanmu yang sedang terkunci pada fokusmu. Memperhatikan setiap baris demi baris kalimat yang sudah kau susun menjadi sajak atau cerita. Sebuah pemandangan yang sangat aku suka.



Aku dengar kamu adalah orang yang tak begitu menyukai keramaian. Dan sepertinya itu benar, karena aku sering menemukanmu menyepi di tempat-tempat yang jarang terjamah oleh kawan-kawan. Bahkan sekali waktu aku menemukan dirimu menikmati waktu di perpustakaan kampus. Padahal saat itu sudah hampir tutup dan tinggal beberapa petugas yang sibuk merapikan buku-buku yang tergeletak di atas meja ke dalam rak. Atau kadang pula aku mendapati dirimu duduk diam dengan tenang sambil menikmati secangkir kopi di salah satu kedai yang juga menjadi tempat favoritku untuk menghabiskan waktu.



Kamu yang nampak tenang. Kamu yang terlihat aneh dimata kawan-kawan, sebenarnya menyimpan banyak rahasia. Dan aku penasaran dengan dirimu yang sebenarnya. Walaupun sebelumnya kita pernah mengobrol bersama. Namun itu hanya beberapa saat saja. Tidak lebih dari sekadar obrolan antarmahasiswa yang sedang berdiskusi membahas tugas-tugas kuliahnya.



Kamu yang dingin menyebabkan sebagian orang tak betah di dekatmu. Kecuali mereka yang benar-benar mengenalmu dan paham dengan sifat-sifatmu. Sedang mereka yang tak tahan, memilih untuk menjauh perlahan. Meskipun sesekali akan datang bila ada keperluan. Dan kamu pun selalu menyambut mereka dengan keramahan.



Adakah kesempatan bagiku untuk lebih dekat denganmu? Aku ingin mengenalmu. Jauh lebih dalam dari sekarang.



Dari lelaki yang ingin mengenalmu~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya