Kertamanah yang Romantis, Kisah Perjalanan yang Justru Membuatku Tenang

Pangalengan, 09 Desember 2018


Bandung, 30 Oktober 2020


Advertisement

Mendengar nama Kertamanah mungkin bagi sebagian orang akan langsung mengintepretasikannya dengan film 'Pengabdi Setan'. Memang benar karena Kertamanah pernah dijadikan sebagai salah satu lokasi syuting film tersebut. Namun jangan berpikir dulu yang aneh-aneh meski film tersebut termasuk kategori film horror tapi jangan salah loh, ternyata kertamanah merupakan sebuah tempat yang sangat indah dan patut untuk dijadikan sebagai destinasi wisata bagi Anda yang ingin mendapatkan suasana pegunungan yang asri dan bahkan sangat romantis sekali.

Bagi pecinta drakor mungkin ada yang pernah menonton serial drama yang berjudul summer scent, nah kurang lebih seperti itu keadaan lingkungan di sekitar Kertamanah. Perkebunan teh yang terhampar luas yang langsung berbatasan dengan pegunungan yang menjulang tinggi mulai dari pegunugan Malabar, Artapela hingga pengunungan Wayang Windu. Tidak jauh dari sana terdapat beberapa objek wisata seperti penangkaran rusa, kolam pemandian air panas, arena untuk bersepeda, Kawah Panenjoan dan hutan pinus. Bagi sebagian orang yang memiliki hobi mendaki di sana juga tersedia beberapa lokasi yang bisa dijadikan sebagai titik awal pendakian seperti di Desa Cinyiruan untuk tujuan puncak besar serta Gambung Sedaningsih yang bisa diteruskan langsung ke Artapela. 

Bila dibandingkan dengan tahun 2003 yang lalu, saat pertama kali saya datang kesana jelas sangat jauh berbeda dengan kondisi saat ini. Ketika itu di sana kondisinya belum terlalu ramai mungkin karena dulu belum tersedianya beberapa objek wisata seperti sekarang ini, sehingga membuat orang-orang enggan untuk datang kesana kecuali bagi warga sekitar Pangalengan yang datang untuk sekedar numpang lewat atau berkunjung pada sanak family yang ada di sana. Kebetulan pada waktu itu saya dan teman-teman yang lain sedang ada kegiatan berupa praktek kerja lapangan di salah satu perusahaan teh terkemuka di Pangalengan, sehingga membutuhkan waktu beberapa minggu lamanya untuk menetap sementara di sana. Jadi saya dan teman-teman punya banyak waktu untuk explore tempat-tempat yang ada di sekitar sana serta mengenal beberapa lokasi perkebunan teh beserta perusahaan yang mengelolanya.

Advertisement

Kembali lagi ke Kertamanah saat ini yang mana sekarang sudah banyak sekali orang-orang yang datang berkunjung kesana  mungkin dengan tujuan wisata yang berbeda-beda tapi saya yakin mereka datang dengan niat ingin mengunjungi lokasi rumah pengabdi setan karena di persimpangan jalan utama antara jalan masuk ke kertamanah dengan jalan raya yang mau menuju ke arah pangalengan, di pinggirnya ada plang yang bertuliskan “lokasi rumah pengabdi setan”.

Mungkin saja di antara para pengunjung yang tadinya hanya berniat untuk melakukan perjalanan menuju pangalengan jadi tergoda mampir ke kertamanah, mungkin karena penasaran atau bisa juga mereka merasa bosan dengan beberapa objek wisata yang ada di pangalengan yang dari dulu itu-itu saja. Terlepas dari itu semua saya tidak bisa menduga-duga tujuan orang-orang yang datang berkunjung ke Kertamanah itu untuk apa, namun satu hal yang pasti bahwa menurut pendapat saya kertamanah merupakan tempat yang sangat indah dan patut untuk dikunjungi. Sebaiknya bila kita berkunjung kesana jangan lupa untuk membawa kamera karena pasti pemadangan disekitarnya akan menggoda mata untuk terus menyaksikan keindahan alam sekitar serta suasana sejuk alam pegunungan ditambah lagi hamparan perkebunan teh yang begitu luas, pasti kita tidak akan berpikir panjang untuk mengabadikan momen indah tersebut.

Advertisement

Saya sendiri saat itu sudah beberapa kali mengambil gambar dari spot yang berbeda-beda meski hanya dengan menggunakan kamera ponsel saya tapi tak apalah yang penting saya sudah mengabadikan setiap moment yang dirasa tepat untuk saya abadikan. Setelah puas menikmati lokasi di sekitaran kertamanah, perjalanan bisa di lanjutkan ke objek wisata pemandian air panas Cibolang yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sana asalkan tahu jalan pintas yang menembus perkampungan serta perkebunan teh. Jalan pintas tersebut akan langsung keluar di pintu perkebunan teh Malabar, salah satu perkebunan teh yang paling terkenal di Pangalengan karena dulunya perkebunan tersebut didirikan serta dikelola oleh seorang pengusaha asing asal belanda yaitu Boscha.

Di sekitaran perkebunan tersebut juga ada sebuah makam yang katanya itu adalah makam Boscha, di sekeliling makam tersebut di penuhi oleh pepohonan yang tinggi dan rimbun dan salah satunya adalah pohon teh yang sudah menahun yang konon menurut pendapat beberapa orang bahwa pohon teh yang ada di sekitaran makam tersebut adalah pohon induk dari semua pohon teh yang di tanam di perkebunan Malabar yang di bawa langsung dari india.  Tidak jauh dari perkebunan teh tersebut terdapat objek wisata kolam pemandian air panas cibolang dan merupakan salah satu objek wisata yang paling legend di pangalengan, meski tempat tersebut dari dulu tidak banyak melakukan tapi tetap saja banyak orang-orang yang datang untuk berkunjung kesana termasuk saya sendiri. Tempat tersebut memiliki banyak histori tersendiri bagi saya salah satunya adalah saya pertama kali bisa berenang ya di tempat itu.

Salah satu spot favorit saya adalah pintu masuk yang mau menuju ke kawah burung karena dari sana saya bisa melihat seluruh lokasi objek wisata tersebut, dan juga tempatnya sejuk sekali karena di sekelilingnya banyak sekali pohon-pohon yang menjulang tinggi. Ada jalan setapak yang merupakan pintu masuk ke area hutan gunung bedil dan di sana juga terdapat sebuah kawah yang disebut kawah burung, namun saat itu sepertinya sudah jarang sekali orang-orang yang datang untuk melihat kawah tersebut. Padahal dulu saya sudah dua kali mengunjungi kawah tersebut, mungkin karena jalurnya yang harus melewati hutan belantara yang konon masih dihuni hewan liarnya jadi pihak pengelola mungkin membatasi pengunjung untuk melakukan aktivitas di sekitaran kawah.

Perjalanan kali ini pun berakhir di objek wisata tersebut dan setelah selesai berenang-renang, saya pun memutuskan untuk pulang karena hari sudah mulai gelap pertanda sebentar lagi malam datang jadi saya cukupkan dulu cerita perjalanan saya kali ini. Mohon maaf apabila ada penulisan yang kurang enak dibaca atau ada pihak yang merasa keberatan selebihnya saya ucapkan terima kasih.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Saya adalah seorang enterpreneur yang juga memiliki hobi menulis, musik dan hiking.

CLOSE