Keseringan Bermain Media Sosial Justru Jadi Bikin Insecure Setiap Hari

banyak di antara remaja maupun usia dewasa yang gemar bermain media sosial

Sering menjadi perbincangan belakangan ini, banyak di antara remaja maupun usia dewasa yang gemar bermain media sosial merasakan hal yang dapat menurunkan rasa percaya diri. Membuat kita gelisah sendiri dan bahkan menghilangkan kemampuan kita karena terus-menerus membandingkannya dengan orang lain. Hal tersebut biasanya kita rasakan sesudah melihat postingan teman di beranda instagram, twitter, facebook, bahkan status whatsapp sekalipun.

Advertisement

Lalu, timbul pertanyaan, “Kok mereka bisa ya?”, “Wah, umur segitu bisa ini itu, kok aku gini-gini aja ya?”, “Kok aku ga semulus dia sih?”, dan pertanyaan lainnya yang dapat menghambat perkembangan diri kita sendiri. Lantas, perasaan apakah itu?

Secara psikologis, perasaan itu dapat dinamakan insecure. Kata insecure itu sendiri berasal dari bahasa inggris yang artinya tidak kukuh, kurang keyakinan, gelisah, minder, malu dan tidak pecaya diri. Karena memiliki arti yang berbeda-beda, rasa insecure dapat kita sesuaikan artinya dengan keadaan yang kita alami.


Insecure dapat diartikan sebagai rasa kurangnya keyakinan tehadap diri sendiri saat kita melihat di media sosial orang lain memposting sedang melakukan hal yang juga kita lakukan namun mereka mendapatkan hasil yang lebih baik dari kita ataupun mendapatkan kesempatan yang lebih hebat dari kita sehingga hilanglah kepercayaan diri kita untuk melakukan hal itu lagi.


Advertisement

Jika terus berlangsung, kita menjadi enggan melakukan sesuatu yang sebenarnya dapat kita lakukan. Insecure juga bisa diartikan sebagai rasa minder atau malu memperlihatkan diri kita di hadapan umum melalui media sosial kita seperti dengan foto, video ataupun hal lain mengenai keadaan diri kita. Ketika kita mengunggah foto kita, kita malah merasa kurang cantik ataupun tampan dari si dia, sehingga tidak jadi mempostingnya.

Selalu merasa insecure saat setelah bermain media sosial, melihat-lihat unggahan si teman, ternyata hanya membuat kita merasakan hal buruk setiap harinya. Seperti menjadi tidak bersemangat untuk melakukan pekerjaan, malas dan terus menerus gelisah memikirkan hal yang tidak ada gunanya. Akhirnya, kita malah terjebak dengan perasaan yang membuat kita tidak berkembang. Mencoba mengurangi aktivitas kita di media sosial, berhenti mengikuti dan melihat kegiatan orang lain setiap hari, dan cukup memfokuskan diri kita dengan kesibukan yang dapat kita lakukan, seperti bekerja, berseni, dan belajar. Hal itu cukup efektif untuk dapat menghindari rasa insecure yang melanda hati karena terlalu sering bermain media sosial setiap hari.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa UIN Jakarta

CLOSE