Semakin bertambah umur ini semakin bertambah pula beban tak kasat mata yang harus ditumpu kedua pundak ini. Tak mengungkiri pula banyak rasa rasa yang harus diabadikan, dipendam, dikenang, dilupakan, dan apapun itu. Rasa kecewa lah salah satu rasa yang sering menjadi beban pada pundak ini tak dipungkiri juga bisa merambah menjadi sebuah penanda hati kepada suatu hal.

Rasa kecewaku muncul karena rasa yang terlalu percaya seseorang, berharap lebih tapi yang kupercaya yang kuharapkan tak sesuai dengan imajinasi yang kubayang-bayangkan.

Advertisement

Bagiku rasa kecewa itu wajar karna sejatinya itulah sifat manusia tapi aku tahu aku harus menghapus rasa kecewa itu jika aku ingin Tuhan yang membuatkan rasa yang indah lainnya. Karena Tuhan-lah yang bisa meredakan rasa kecewa dan memunculkan rasa indah lainnya.

Jangan pernah berhenti percaya pada seorang yang telah menggoreskan kecewa pada dirimu.

Itulah prinsipku karena bagiku percaya adalah suatu rasa yang bisa mengembangkan penillaian. Aku tahu pemikiran antar manusia memanglah berbeda-beda dan dengan pemikiran yang berbeda itulah kita harus saling mengerti akan maksud orang lain dan memendam pemikiran kita sendiri.

Advertisement

Walau aku mencoba tak pernah berhenti percaya pada orang yang telah menggoreskan luka tapi tidak untuk mudah percaya lagi sedikit aku mulai mengurangi rasa percaya pada orang lain. Aku hanya percaya pada Tuhan, dan pada diri ini sendiri, karena ini hidupku ini bukan hidup orang lain dan pada Tuhan lah hidupku terlaksana.

Satu pesan jika harapan pada orang lain sudah berkurang dan kamu memaksimalkan harapan pada dirimu sendiri, tak perlulah kamu takut pada apapun yang dilakukan orang padamu nanti.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya