Sebenarnya aku bingung, tidak tau ingin menulis apa, tema apa dan alur narasi seperti apa. Hanya menyukai tantangan, meskipun tidak menang, setidaknya mencoba melalui tulisan. Hipwee memberi kesempatan menulis #bertepuksebelahtangan, namun ide dan pemikiran sedang tidak berpihak padaku. Imajinasi hilang, angin pun terbang dan diikuti dengan segumul ide di kepala.

Entah lah apapun itu, aku beranikan diri untuk mencoba menulis di halaman kosong ini. Tanpa banyak pemikiran dan tidak tahu harus apa, kertas putih pada layar, ku tatap lekat–lekat dan sudah terlalu lama, lalat kecil pun sudah terbang berkeliaran. Ide dikepala masih saja berserakan mengikuti hempasan angin. Lilin–lilin kecil hampir redup dipersinggahan.

Advertisement

Aahh aku hanya sedang rindu, pada keadaan yang membuat ku candu dan bayang semu menjadi garis tegas yang bukan lagi abu-abu. Tidak, bukan kamu yang aku rindu, tapi aku rindu pada suatu titik dimana otakku melahirkan banyak ide untuk menulis. Menyusun kata demi kata yang mengukir indah menjadi suatu kalimat. Padahal biasanya, aku selalu memiliki bayang untuk di tuliskan dan inspirasi yang tidak jauh dari kamu, tentang kamu dan cuma kamu. Jadi? Atau saat ini aku butuh kamu? Butuh kamu yang menjadi inspirasi dan penyemangatku?

Waktu sudah lumayan panjang terbuang, berajalan sendiri untuk mencari imajinasi demi kata bertepuk sebelah tangan, tapi masih saja bingung dan tidak tau apa, masih bertengger pada kertas putih di dalam layar bercahaya, kini aku hanya berharap pada suatu keajaiban yang meniupkan aku sebuah pernyataan untuk menulis. Hye kamu, mau kah datang untukku?

Aku butuh inspirasi untuk menulis, kenapa kamu tidak bisa membantuku? Ataukah sudah tidak mau menemuiku? Kalau begitu, aku pinjam bayangmu saja, boleh yah? setidaknya bisa ku rindukan dan dijadikan sebuah tulisan.

Advertisement

Aahh ini kah yang namanya bertepuk sebelah tangan? Bagaimana bisa bersuara, kalau hanya satu tangan yang berusaha menepuknya sendiri. Meskipun angin selalu berpihak, tapi ternyata bertepuk sebelah tangan itu menyakitkan, nggak melulu tentang kamu, tapi bertekad ingin menulis saja tidak bisa, jika tidak ada imajinasi, bagaimana bisa terjadi? Aku menyerah, aku memang membutuhkanmu.

Tunggu. Jadi sebenarnya aku butuh kamu atau inspirasi tulisan? Yah mungkin aku butuh kamu yang bisa membantuku dan menjadikan inspirasi tulisan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya