Ketika Kamu Sudah Terlanjur Memberi Rasa Namun Dia Seolah Tak Menangkap Sinyal Itu

Dewasa ini, media komunikasi begitu intens digunakan. Tentu kalian tidak asing lagi dengan salah satu aplikasi chatting terkenal yang tak lain adalah whatsApp. Kalian pasti sering menggunakan aplikasi yang satu ini untuk berkomunikasi dengan orang terdekat.

Advertisement

Media chatting selain sebagai komunikasi, juga sebagai media untuk mempererat silaturahmi. Entah itu dengan teman, gebetan, pacar, ataupun orang tersayang. Entah itu untuk saling bertukar kabar, bercanda ria, ataupun untuk mengekspresikan cinta.

Terkadang saking asyiknya, kita bahkan lupa sudah memakan waktu berjam-jam berada di halaman yang sama hanya untuk membalas pesan dari gebetan atau pacar kita. Tak heran juga kita sampai senyum-senyum sendiri menatap layar handphone. Entah itu karena isi pesannya yang lucu atau kita saja yang mungkin terbawa perasaan. 

Bukan menjadi rahasia publik, kalau cewek terkadang sering kebawa perasaan dengan kata-kata cowok yang mungkin hanya disampaikan secara virtual melalui media whatsapp. Kata-kata mereka seolah membius perhatian kita untuk terpusat kepadanya saja. Lawakannya yang suka garing dan omongannya yang suka ngelantur entah kenapa bisa menghibur.

Advertisement

Kadang kalian pernah berpikir nggak sih, kok bisa ya saya senyum-senyum sendiri cuma karena baca pesan doi? Mungkin orang lain anggap itu biasa saja. Akan tetapi nyatanya tidak dengan yang mengalaminya. Hati ini seakan terkena gejolak asmara hingga tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Di sinilah, hati ikut bermain di dalamnya. Hanya hati yang dapat merasakannya.

Kalian pasti senang bukan, ketika dichat sama gebetan? Siapa coba yang nggak senang ketika bertukar pesan sama orang yang kita sayang.

Advertisement

Pengalaman menarik dari teman saya, yang baper karena chattingan dengan cowok sekelas kala itu. Pada waktu itu ada sistem pengacakan murid saat kenaikan kelas 11. Oleh karena itu, anggota kelas 11 IPA 2 yang merupakan kelas saya dan teman saya waktu itu adalah campuran dari kelas lain yang belum mengenal dekat sebelumnya.

Setelah grup kelas dibentuk, tentu ada masa di mana kita akan menghubungi teman-teman, entah itu untuk sekedar saling sapa ataupun saling save nomor handphone. Begitu juga dengan teman saya yang di chat oleh salah satu cowok yang menjabat sebagai ketua kelas kala itu.

Sebenarnya saya nggak taHu Bagaimana kata-katanya hingga membuat teman saya begitu antusias menceritakannya. Ketika saya tanya, apakah komunikasinya begitu intens setiap hari, dia bilang lumayan. Dia bilang kalau si cowok sering komentar status di WhatsApp nya. Lalu, chat akan mengalir begitu saja. Teman saya menganggap itu adalah sebuah bentuk dari ketertarikan si cowok kepada dirinya. Si cowok juga suka kasih perhatian kecil yang membuatnya bahagia.

Saya tentu ikut senang mendengar teman saya disukai oleh salah seorang cowok, apalagi dia kelihatan bahagia sekali. Akan tetapi, saya sedikit takut jika teman saya sakit hati jika kebenarannya tidak seperti itu. Karena jika saya lihat dari cara teman saya bercerita, itu sudah menunjukan rasa suka kepada si cowok. Sedangkan kita tidak tahu apakah sebenarnya si cowok juga suka atau tidak dengan teman saya. Kenyataanya si cowok tidak pernah menyampaikan perasaannya kepada teman saya.

Pada dasarnya si cowok memang punya kepribadian yang friendly, baik dan dia mudah dekat dengan siapapun. Pengalaman saya juga, dia tipikal orang yang memang suka komentar status di WhatsApp serta tidak ragu komunikasi lebih akrab. Memang saya rasa sikapnya yang berlebihan ataupun perhatian kecilnya yang kurang di kondisikan. Jadi, kadangkala cewek salah paham atas kebaikannya hingga menganggap itu hal spesial padahal bagi si cowok itu hal yang wajar.

Terbukti setelahnya, si cowok berduaan dengan cewek lain ketika pulang sekolah. Banyak yang bilang mereka pacaran. Saya yang melihat hal itu, cukup kaget tentunya. Tapi tidak menutup kemungkinan memang berita itu benar adanya. Sialnya, teman saya juga ikut melihat kala itu. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan teman saya sehingga dia mengeluarkan air mata melihat hal tersebut. Bagaimanapun juga, teman saya sudah jatuh hati dengan si cowok. Tapi, sebenarnya saya juga tidak bisa menyalahkan si cowok, karena pada dasarnya teman saya dan si cowok belum terikat hubungan apapun.

Kita tahu bahwa cewek adalah makhluk yang perasa. Kecenderungan ini mengakibatkan cewek mudah kebawa perasaan dalam hal apapun. Perhatian kecil asalkan dari seorang yang dia sukai, pasti sudah membuatnya melayang. Terkadang cowok lupa untuk bersikap kepada cewek sewajarnya saja. Mereka suka berlebihan dalam memberikan perhatian atau kepedulian yang menurut mereka itu hal yang wajar, tapi tidak dengan anggapan dari cewek.

Kodrat cewek juga gampang sekali nyaman. Ini hal yang membuat cewek tertarik dengan cowok. Ketika rasa nyaman sudah dirasakan oleh cewek, maka sulit sekali untuk berpaling apalagi cari yang lain. Maka, ketika hubungan telah berakhir mereka akan cenderung galau berhari-hari dan menangis tiada henti. Cewek terkadang lupa menyisakan ruang di hati mereka untuk mencintai diri sendiri dan agar tetap kuat berdiri disaat orang yang disayang memilih pergi.

Cewek juga cenderung menggunakan perasaan dibanding logika. Hal ini dapat berakibat negatif pada cewek yang sering tersakiti namun tetap memilih untuk tetap tinggal dibandingkan mengakhiri. Rasa cinta yang mendalam memang tidak mudah untuk berpaling ke yang lain. Akan tetapi, tidak dengan mempertahankan hubungan yang toxic. Jika hubungan sudah tidak sehat, perpisahan adalah jalan terbaik.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE