Kisah Perjalananku Naik Motor dari Jogja sampai ke Madura

Touring emang asyik banget guys~

Hai. Kita ketemu lagi. Di thread ini gue mau cerita tentang pengalaman touring dari Jogja ke Madura. Sebenarnya setelah touring dari Jogja – Bali akhir tahun 2019 kemarin, di tahun 2020 gue mau bikin agenda mini touring rutinan tiap bulan. Terserah akhir bulan atau awal bulan atau bisa jadi pertengahan bulan gue pengen touring kecil-kecilan ke kota orang yang bisa ditempuh 2-3 hari bolak-balik. Gue berangkat dari Jogja karena aktivitas harian gue ada di kota ini.

Advertisement

Nah kali ini gue mau cerita tentang pengalaman touring gue dari Jogja ke Madura. Emm lebih tepatnya mini touring aja kali ya biar kesannya gak sok-sokan gitu. Sebenarnya ini adalah mini touring ke dua gue di tahun 2020. Nah karena yang kedua maka pelaksanaannya pun di bulan kedua alias Fabruari. Lah terus yang Januari kemana? Bulan Januari gue motoran dari Jogja ke Cirebon dan cuma dua hari satu malam. Berhubung gue udah lupa detailnya jadi gue skip aja dulu. O iya jadi kalau kalian nanti sering nemuin sama istilah “mini touring” itu artinya touring yang cuma antar kota atau provinsi yang pelaksanaannya antar 2-3 hari atau paling lama sampai 4 hari. Ini istilah versi gue ya. Jadi jangan bingung dan gak perlu di debatin.

Satu lagi. Gue minta maaf kalau nanti tulisan gue bikin kalian bingung karena diksi yang minim atau penataan kata yang kacau. Gue cuma pengen nulis doing dan biasanya gak gue edit lagi. Jadi seadanya. And then perjalanan ini membutuhkan waktu 4 hari 3 malam yang harusnya Cuma 3 hari 2 malam. Tapi karena suatu hal jadi molor. Nanti kalian bakal tahu alasannya.

Hari pertama.

Sabtu, 29 Februari 2020. Gue berangkat dari Jogja habis shubuh. Matahari belum muncul tapi langit timur mulai berwarna merah keemasan. Keren parah. Malam sebelumnya gue sengaja tidur lebih awal biar bisa bangun pagi-pagi cuma demi ini. Gue memacu gas motor melewati ringroad menuju Fly Over Janti menuju Jalan Solo. Buat kalian yang domisili jogja atau sering ke Jogja pasti tahu. Ini adalah jalan yang paling pas buat geber motor kalau lagi sepi. Tapi juga mesti hati-hati ya. Di sepanjang jalan Solo jalanan masih sepi. Relatif sepi sih lebih tepatnya. Gue benar-benar menarik tuas gas seberaninya gue mumpung jalan masih sepi. Ya meskipun mentok-mentoknya gue cuma berani sampai 100 km/jam sih. Diatas itu jantung gue udah jedag jedug kayak lagi mau ketemu gebetan. Lagi pula gue juga gak pernah nggeber motor diatas 100 km/jam. Gue masih sayang nyawa.

Udara segar, samar-samar matahari mulai muncul ketika gue mulai masuk daerah Klaten. Perlahan jalanan mulai terang, motor mulai bersliweran berikut mobil-mobil lainnya. Gue suka sebel kalau motoran pagi karena gak tahu kenapa pasti pengen buang air kecil. Mungkin efek kedinginan kali ya. Jalan Klaten – Solo cukup lengang ketimbang arah Jogja. Mungkin karena hari sabtu banyak orang yang memilih ke Jogja buat liburan. Gue mulai masuk Solo sekitar pukul 07.30 WIB. Matahari udah sepenuhnya nangkring diufuk timur. Gue mesti pakai kacamata hitam biar gak silau.

Advertisement

Di daerah UNS ada kerumunan orang-orang dipinggir jalan yang mikir gue ada tilangan polisi dari kejauhan. Auto panik dong meskipun kelengkapan gue lengkap kap komplit. Ternyata mereka adalah komunitas entah apa gue gak tahu yang jelas mereka sedang bagi-bagi sebatang kembang mawar ke pengguna motor yang lewat. Dikasihlah gue. Sialnya yang ngasih mas-mas. Lah merasa jadi jeruk makan jeruk. Haha. Karena gue pakai motor kopling, gua taruh itu kembang di sela-sela stang motor. Langsung gue lanjut perjalanan ke timur. Oh iya buat kalian yang belum tahu gue pakai motor apa, gue pakai motor Honda CB150R New yang warna item doff velg merah. Tahu kan? Gue kasih nama Mansur. Kalau kalian baca Thread gue sebelumnya yang touring ke Bali, kalian pasti tahu.

Sekitar jam 08.00 gue mampir di Indomaret buat isi perut yang mulai keroncongan. Permen karet, Sari Roti yang harga 4500 an dan Kopi apa gue lupa. Karena gue udah ngerokok jadi biar gak ngantuk kalau di jalan ya gue ngemut permen karet. Dulu gue pernah ngerokok ya tapi udah tobat. Gue istirahat hampir setengah jam kayaknya. Sembari sesekali cek HP barangkali ada Whatsapp masuk dari doi atau siapa gitu atau mungkin info kerjaan juga. Scroll Instagram atas bawah lihat yang bening-bening dan gak lupa pencitraan bikin status “Touring today”. Siapa tahu dilihat doi dan dikomen. Haha.

Gue lanjut perjalanan menuju timur sekitar jam 08.30. Nah disini gue gak tahu arah jalan. Gue juga gak buka google map kayak biasanya. Gue Cuma mikir mala mini gue harus sampai Surabaya.  Gue cuma ngikutin jalan raya dan plang penunjuk arah jalan. Sisanya mengandalkan insting. Makin lama makin lama perasaan gue mulai gak enak karena gue mulai masuk jalan yang agak sepi dan gak terlalu besar. Tapi gue mengesampingkan itu dan tetap melanjutkan perjalanan. Kanan kiri dipenuhi pohon dan rerumputan hijau. Makin lama jalan makin nanjak. Karena siang hari gue sama sekali gak takut nyasar, yang penting yakin.

Tapi gokil sih, makin keatas makin keren pemandangan kanan kiri. Kiri jurang kanan pegunungan dan begitupun sebaliknya seperti bergantian. Gue baru ngeh ternyata gue masuk daerah Tawangmangu. Makin naik makin naik setelah gue searching ternyata gunung yang gue lihat adalah gunung Lawu. Jadi gue kayak lewat kaki gunung Lawu gitu. Kayaknya sih bener gunung Lawu. Tapi kalau salah gue minta maaf. Gue jadi mikir, ternyata gue seenggak tahu itu.

Udara makin dingin dan seger. Kanan kiri semuanya hijau dan sesekali hamparan langit biru muda seperti meninabobokkan gue. Asli ini tempat keren banget. Sayangnya gue gak kepikiran buat ambil foto karena waktu itu gue mikirnya yang udah males berhenti kalau udah naik motor gitu. Akhirnya gue mulai masuk daerah Magetan. Seinget gue, gue istirahat di Indomaret Magetan sekitar jam 11 siang kayaknya. Beli air minum dan ngadem sebentar di dalam Indomaret. Karena jaket gue cukup tebel, pas naik motor rasanya panas banget. Sumpah. Jadi masuk Indomaret serasa masuk surga.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Gue suka motoran tapi gak bisa otak-atik mesin. Gue gak pernah mempermasalahkan destinasi yang gue tuju. Gue cuma suka momen perjalanannya. Gue meyakini prinsip hidup "Wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib" dan mimpi konyol gue adalah "Riding as Fas As Possible"

CLOSE