Kisahku Masuk Perguruan Tinggi Negeri

Siapa sih yang tidak ingin masuk perguruan tinggi negeri? Apalagi anak SMA. Seperti yang diketahui jalur masuk ke perguruan tinggi negeri terdiri dari tiga jalur meliputi SNMPTN, SBMPTN, dan Jalur Mandiri. Pasti semua ingin masuk perguruan tinggi negeri dengan jalur SNMPTN, salah satunya adalah saya. Sudah masuknya tidak perlu membayar dan tidak perlu tes. Tapi jika ingin masuk perguruan tinggi negeri lewat jalur SNMPTN tidak mudah lho. 

Advertisement

Agar bisa masuk perguruan tinggi dengan jalur SNMPTN kita harus sudah memiliki persiapan dari jauh-jauh hari. Saat kelas 10 saya sudah mulai belajar dengan giat agar bisa mendapatkan nilai yang terus naik di tiap semesternya. Jadi saat kelas 12 saya bisa termasuk siswa yang eligible SNMPTN. 

Pada saat masih kelas 10 saya merasa tidak kesulitan saat mengikuti pembelajaran. Sehingga pada saat kelas 10 saya bisa mendapat peringkat sepuluh besar di kelas. Namun, pada saat sudah kelas 11 dan 12 dimana pembelajaran dilakukan secara daring karena adanya pandemi Covid-19 saya menjadi agak kesulitan dalam memahami pembelajaran yang diberikan oleh guru. Saat itu saya takut jika nilai saya tidak seperti apa yang saya harapkan. Selain itu pada saat itu saya tidak mendapat peringkat di kelas. 

Karena hal tersebut, saya mulai berlajar untuk UTBK SBMPTN. Pada awalnya saya berniat ingin belajar SBMPTN mandiri dengan membeli buku persiapan SBMPTN dan mempelajarinya sendiri. Pada saat itu saya bingung harus belajar dari mana. Sampai saya terpikirkan untuk mengikuti bimbingan belajar. Namun saat itu saya masih ragu, karena biaya bimbingan belajar yang tidak sedikit dan juga takut apabila sudah mengikuti bimbingan belajar tapi tidak dapat lolos untuk masuk PTN dengan jalur SBMPTN dan mengecewakan orang tua yang telah membiayai saya. 

Advertisement

Saat itu saya bertanya kepada ibu saya tentang keinginan saya untuk mengikuti bimbingan belajar, tetapi ibu saya belum menjawab dengan pasti. Beberapa hari kemudian ibu saya bertanya kepada saya tentang keinginan saya untuk mengikuti bimbingan belajar. Pada saat itu saya ingin mengikuti bimbingan belajar namun takut jika biayanya memberatkan orang tua saya. Namun ibu saya meyakinkan saya bahwa tidak apa-apa mengikuti bimbingan belajar. Akhirnya saya mengikuti bimbingan belajar. Dan saya berjanji bahwa saya akan bersungguh-sungguh dalam belajar agar tidak mengecewakan kedua orang tua saya. 

Saat akhir kelas 12, pengumuman siswa eligible SNMPTN pun diumumkan. Tetapi saya tidak termasuk dari siswa eligible tersebut. Saat itu saya merasa kecewa, tapi mau bagaimana lagi. Akhirnya saya pun belajar lebih giat lagi dalam belajar agar bisa lolos jalur SBMPTN. Saat akhir kelas 12 juga ada banyak jalur masuk PTN yang dibuka salah satunya adalah PMDK yaitu jalur masuk D3 melalui nilai raport. Pada saat itu saya mencoba untuk mendaftar jalur tersebut, namun belum tembus juga. Dikarenakan saya memilih jurusan yang terlalu tinggi, dan saya pun juga mengakui hal tersebut. 

Advertisement

Setelah itu saya mencoba untuk melupakan hal tersebut dan belajar lebih giat lagi untuk mempersiapkan SBMPTN. Pada saat pendaftaran SBMPTN sudah dibuka, saya bingung untuk menentukan jurusan mana yang akan saya pilih. Karena sedari kecil saya memiliki cita-cita ingin menjadi seorang guru, maka saya memilih jurusan pendidikan. 

Pada saat itu saya ingin masuk di jurusan pendidikan matematika dan pendidikan IPA di mana kedua jurusan tersebut banyak sekali peminatnya. Karena tidak yakin, saya melakukan konsultasi kepada guru saya. Beliau menjelaskan bahwa jika saya mengambil kedua jurusan tersebut maka kemungkinan besar saya tidak akan diterima, dan beliau merekomendasikan kepada saya jurusan pendidikan kimia. Karena di jurusan tersebut saya bisa memiliki peluang yang besar untuk diterima. 

Karena belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, maka saya pun memilih jurusan pendidikan matematika dan pendidikan kimia yang memiliki peluang besar saya untuk lolos. Saat pendaftaran SBMPTN sudah dilalui dan sampailah pada saat tes UTBK SBMPTN. Saat itu saya sangat bersungguh sungguh dalam mengerjakan soal SBMPTN karena saya tidak ingin kuliah di perguruan tinggi swasta karena biayanya yang memberatkan kedua orang tua saya. 

Setelah mengikuti tes SBMPTN setiap hari saya selalu berdoa kepada Allah agar dimudahkan segala urusannya dan bisa lolos ke PTN melalui jalur SBMPTN. Tiba saatnya pengumuman hasil SBMPTN. Pada saat itu saya tidak berani untuk membuka pengumuman dikarenakan saya takut jika tidak diterima dan mengecewakan kesua orang tua saya. Apalagi pada saat itu ada teman saya yang memberi tahu saya bahwa dirinya tidak lolos. 

Hal tersebut membuat saya lebih takut lagi untuk membuka pengumuman SBMPTN. Tapi mau tidak mau jika ingin melihat hasilnya saya harus membuka pengumuman tersebut. Alhadulillah saat itu hasilnya saya lolos di jurusan pendidikan kimia di Universitas Sebelas Maret. Walaupun saya diterima di pilihan kedua saya tetap bersyukur bisa kuliah di PTN. Dan sekarang saya menjadi mahasiswa aktif di Universitas Sebelas Maret.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE