Kita…

Maksudku adalah kau dan aku dalam tanda kutip yang mungkin tak banyak pikiran mampu memahami apa sebenarnya makna dari kata "Kita" yang mengawali tulisan ini selain oleh "Kau" juga "Aku" yang jadi saksi hidup setiap hal yang telah terlahir oleh sebutan kata "Kita" itu. Kita yang telah lewati banyak waktu diantara semua rutinitas mulai dari hal yang sangat pribadi, pekerjaan, keluarga dan sosial, masih sempatkan waktu meski singkat untuk kita, jalin kisah asmara sembunyi, hingga apa yang terjadi hanya kita yang tau dan merasakannya.

Beragam cerita dan rasa berulang dalam ruang yang luang, sentuhan juga hela napas, hingga cucuran keringat, melahirkan senyuman lepas setelah bersama larut melepas rasa yang melanda jiwa, tiada lagi batasan kata kau dan aku, yang ada hanya satu yaitu kita tanpa batas jarak juga waktu, kau dan aku dalam satu raga, menjadi kenangan yang mungkin takkan terlupa sampai akhir hayat buatku, dan bahkan mungkin juga denganmu.

Banyak kesalahpahaman yang melanda kita sejauh ini masih selalu ada jalan keluar, meski kau dan aku saling punya alasan untuk kecewa, untuk marah satu sama lainnya apapun bentuknya, entah cemburu, tersinggung, dan banyak lagi, lalu melahirkan pertengkaran berkepanjangan, tangisanmu dan bahkan saling diam, namun kau dan aku masih bisa sepakat manjalin diri dalam satu sebutan kata kita.

Ada banyak kata yang telah menyentuh egoku dan juga egomu, yang sering kali jadi perdebatan panjang, saling kesel dan mempertahankan pendapat masing-masing dalam kekakuan pemikiran masing-masing, toh akhirnya masih tetap kembali luruh dalam kata kita.

Pertemuan kita yang memang mungkin terlalu singkat dibandingkan dengan ruang waktu yang kau dan aku punya, tapi mampu menyiramkan rasa lega ke jiwa dan raga ku, bahkan mengembalikan kesegaran tubuhku untuk jangka waktu tertentu. Kau dalam kita seperti morfin bagiku yang mampu membuatku terlupa pada demikian banyak hal lainnya.

Aku bahkan sanggup untuk mengalah pada egoku demi kata kita yang telah ada antara kau dan aku selama ini, yang sebelumnya tak pernah aku lakukan pada yang lain, karena yang ada dalam pikirku, kau dan aku tetap kita terselubung dalam lipatan ruang dan waktu, dan hanya kau dan aku yang tahu kapan dan dimana adanya kita.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya