Sadar nggak sih ada banyak sugesti di sekitar kita ? Sugesti pengaruh, dan pribadi kita sejak dini sudah terbentuk karena sugesti dari lingkungan. Berbagai macam ajakan, larangan, wejangan orang tua adalah sugesti yang telah mempengaruhi kita, oleh karena itu tanggung jawab menjadi ayah dan ibu sangat besar. Semakin dewasa kita akan dipaksa mengenal banyak orang selain orang tua, memang sudah begini jalannya. masa iya kita nggak mau kenal selain sama dua orang tua kita.

Biasanya orang yang berperan dalam memberikan sugesti dalam hal ini motivasi setelah orang tua adalah guru. Nah sudah siklus dari pertumbuhan manusia dimana awalnya kita akan dipengaruhi lingkungan, tidak bisa kita lahir langsung bisa ini itu tanpa ada yang mengajari.

Advertisement

Menuliskan tentang sugesti, penulis mencoba mengingat bagaimana pengalaman penulis pernah menjabat profesi sebagai marketer dalam sebuah usaha multi level marketing. Pekerjaan ini sangat erat dengan yang namanya seminar, motivasi dan sugesti, setidaknya setiap seminggu sekali pasti kami mengikuti seminar motivasi. Sebuah riset menunjukan umur bertahannya motivasi seseorang setelah seminar adalah maksimal 3 hari, apabila lebih dari 3 hari tidak dipicu lagi, motivasi akan berkurang dan hilang dan kembali ke kebiasaan. Banyak sekali kita lihat bahkan kita alami dalam sebuah seminar nggak cuma seminar MLM saja, beberapa jam setelah seminar motivasi seseorang akan menggebu-gebu, tetapi hari pertama setelah seminar berkurang 25%, hari kedua hilang 50%, hari ketiga mungkin 80%.

Bicara soal seminar pasti kita punyalah orang favorit atau idola. Orang yang kita anggap hebat sehingga menjadi panutan kita. Banyak motivasi dan sugesti yang mereka sampaikan agar audiens terpengaruh atas apa yang mereka katakan. Wuih berat juga kan jadi motivator. Jangan berpikir hal semacam ini cuma menimpa audiens dalam seminar. Artis, penyanyi juga berperan dalam memberikan pengaruh terhadap fansnya lewat sinetron, film maupun musik yang mereka mainkan. Buktinya kelakuan anak alay zaman sekarang dipengaruhi oleh sinetron yang mereka lihat.

Masing-masing motivator/artis/penyanyi atau siapapun memiliki caranya sendiri untuk mendapatkan perhatian dari orang lain atau fansnya. Nah fakta menunjukan apabila orang sudah punya nama, apa saja yang mereka katakan pasti diikuti oleh fansnya. Penulis pernah mengalami bagaimana penulis menemukan dua macam wejangan dari dua orang besar yang saling berkebalikan pada waktu yang berbeda.

Advertisement

Satu orang mengatakan "hidup itu harus dibuat simple / sederhana" sedangkan orang kedua mengatakan "hidup tidak bisa dibuat sederhana". D kalimat ini dikatakan oleh dua orang yang penulis kagum-kagumkan. penyampaian dengan skill yang hebat pun bisa memperdalam tingkat keterpengaruhan audiens terhadap dua kalimat diatas. Jika ditafsir dua kalimat di atas bisa saja bermakna benar tetapi bisa juga salah tergantung konteksnya.

Terkadang kita hanya menafsirkan menggunakan satu sudut pandang saja, hanya melihat siapa yang menyampaikan. Hasilnya berapa persen tingkat kekaguman fans terhadap penyampainya berbanding lurus dengan tingkat kepercayaan mereka terhadap sugesti yang disampaikan. Tetapi ketika kita mengalami seperti yang penulis alami, akan terjadi dilema dimana dua orang besar ternyata menyampaikan sesuatu yang saling berkebalikan. Disinilah tingkat keterpengaruhan kita diuji, disinilah momentum dimana melihat isi dari sebuah sugesti lebih penting daripada penyampai sugesti.

Penulis mencoba menulis artikel ini karena fakta setiap orang besar berpengaruh untuk memberikan sugesti tentang kebenaran kepada audiensnya, tetapi ada kalanya dimana seseorang tersebut pasti memiliki kesalahan. ini juga menjadi pengingat kita bahwa dibalik semua orang besar ada yang Maha Besar dan Maha Benar yang tidak pernah salah.

Jika perkataan yang diikuti audiens adalah sesuatu yang benar tidak akan menjadi masalah, malah akan menjadi manfaat yang menyebar. Yang menjadi masalah bukanlah ketika orang besar mengatakan 100% salah karena kita orang yang berpendidikan sudah tahu itu 100% salah. Yang menjadi masalah adalah ketika yang disampaikan tidak sepenuhnya salah, kita anggap saja 60% salah 40% benar atau perkataan yang tabu, maka ketika menyebar bisa saja menjadi 90% salah atau bahkan 100% salah. Ini adalah sebuah kerugian yang menyebar. Oleh karena itu penting mendalami isi dari sebuah sugesti daripada melihat penyampainya meski tingkat kekaguman kita sangat besar terhadap mereka. Hal inilah yang susah karena mempunyai seseorang yang diidam-idamkan bagai hipnotis.


Oleh karena itu sekali lagi penulis sampaikan penting untuk menelaah isi dari sebuah sugesti. Semua orang tidak luput dari kesalahan. Hal ini mengingatkan kita dibalik semua itu ada yang Maha Benar dan Maha Besar. Jadi kepada siapa kita harus benar-benar percaya. Saya kira kita sudah mengetahui jawabannya.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya