Kita Perlu Insecure, Tapi Bukan Berarti Tak Bersyukur

Buat kamu yang lagi insecure atau sering menghakimi orang yang insecure

Belakangan kata insecure tampaknya menjadi trend teratas dikalangan anak muda terutama di dunia media sosial. Insecure ini bisa dari hal apa saja, mulai dari bentuk fisik, pendidikan hingga pekerjaan.

Advertisement

Lihat saja saat kita amati media sosial, lebih banyak yang  lebih percaya diri mengunggah fotonya saat memakai filter dari pada menunjukkan rupa yang asli, alasannya “insecure kalo ga pake filter, kita ga goodlooking”.  Atau ketika mendengar nama Maudy Ayunda, akan ada yang mengetakan “insecure banget sama otaknya Maudy”.

Insecure merupakan tindakan merasa kurang dari orang lain, merasa orang lain lebih baik dan sering kali membuat diri kita sendiri kehilangan percaya diri. Sekarang ini, insecure menjadi semacam “demam” berkepanjangan di kalangan generasi muda.  

Dan tentu saja lebih banyak diartikan sebagai sesuatu hal yang buruk, insecure dianggap sebagai tanda kurang bersyukur atas segala yang sudah dimiliki, pokoknya kita ngerasa kurang aja terus, ga bersyukur sama tuhan makanya insecure mulu.

Advertisement

Ya, tapi mau gimana, kalau memang ternyata kita banyak kurangnya. Dan kan memang manusia ga ada yang sempurna. Jadi wajar aja kalau kita punya kekurangan. Eits, nggak semudah itu untuk meredakan perasaan insecure, kalau ceramah dan ngasih nasehat doang mah gampang, tapi prakteknyakan sering bikin ambyar.

Jadi insecure itu boleh ga sih?

BOLEH!

Tapi ada catatannya!

Setiap orang pasti pernah kok ngerasa insecure. Namun, lagi-lagi ini semua tergantung bagaimana kamu bersikap dan menangapi rasa inisecure kamu. Ketika kamu insecure dan merasa ga percaya diri karena kamu merasa “kurang” dari orang lain lalu kamu merutuki diri sendiri dan ujung-ujungnya nangis apalagi kalau sampai depresi, ini yang berbahaya.

Tapi kalau insecure itu kamu manfaatkan untuk upgrade diri, tentu saja ini menjadi hal yang baik dan justru bermanfaat. Tentang bagaimana perasaan “kurang” itu justru membuat kamu ingin menjadi “lebih” dalam artian lebih baik.

Misalnya, kalau kamu insecure liat hasil belajar kamu yang sekarang nilainya segitu-segitu aja yang cuma lepas “makan” yang penting naik kelas, sementara ketika melihat Maudy Ayunda diterima di dua Universitas terbaik di dunia sekaligus, lalu kamu semakin giat belajar, belajar dan memfokuskan diri kamu belajar, maka ini menjadi hal baik.

Menjadikan kamu bukan lagi orang yang bersantai-santai dan membuang waktu. Justru dari perasaan insecure itu kamu jadi termotivasi untuk bangkit dan menjadi produktif meng-upgrade diri.

Makanya, kalau ada orang yang insecure, bukan berarti kamu langsung boleh menghakimi dia bahwa dia ga bersyukur. Justru mereka itu harus dirangkul untuk bisa memanfaatkan rasa insecurenya itu menuju hal-hal positif.

Jadi, kita perlu untuk insecure untuk meng-upgrade diri kita. Tidak cepat puas sama hasil yang udah dicapai. Tapi tetap bersyukur dengan apa yang udah kita punya dengan niat ingin selalu menjadi orang yang lebih baik kedepannya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE