Kita Semua Berhak Mendapatkan Kesempatan yang Sama di Atas Kekurangan yang Ada

Di dunia ini tidak ada manusia yang dilahirkan sempurna, dimana semua manusia dilahirkan dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang kekuarangan tersebut membuat diri kita dianggap remeh baik oleh orang lain atau bahkan diri kita sendiri. Sehingga hal tersebut malah menjadi penghambat bagi segala aspek kehidupan seperti mimpi atau cita-cita yang kita inginkan karena hilanganya rasa kepercayaan diri. Namun, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, semua dapat terpatahkan dengan adanya usaha dan keyakinan diri, karena semua berhak mendapatkan kesempatan yang sama walaupun dengan keterbatasan yang ada. Berikut merupakan secuplik kisahku yang berusaha memperjuangkan mimpiku di atas kekurangan yang kumiliki dan semoga dapat menginspirasimu. 

1. Bagaimana mereka memandangku pada mulanya

Tiga tahun lalu, aku adalah seorang siswi SMA yang dilihat orang lain sebagai perempuan dengan berat badan yang lebih , mereka sebut dengan "Gendut". Keadaan fisikku menjadikanku sebagai pribadi yang tidak percaya diri dalam melakukan apapun. Sebagai sekolah favorit, sekolahku memiliki banyak sekali ekstrakulikuler maupun organisasi yang memiliki prestasi yang sangat baik, baik di tingkat karisidenan maupun tingkat nasional.

Pada masa adaptasi sekolah pada saat itu, banyak sekali ekskul dan organisasi  yang aku coba masuki, namun beberapa dari ekskul dan organisasi tersebut membuatku merasa dikucilkan dan dibedakan karena keadaan fisikku, sebagian dari mereka menolakku secara halus dan beberapa dari mereka bahkan tidak memerdulikan keberadaanku, sehingga mau tidak mau aku terus menerus diberhentikan dan memberhentikan diri dari ekstrakulikuler yang coba aku masuki. Hari demi hari ku lewati dengan rasa hambar, melihat teman-temanku dapat berkarya dan berprestasi dalam kegiatan-kegiatanya, selalu membuatku iri dan merasa sedih mengetahui kenyataan bahwa orang sepertiku tidak pernah mendapatkan kesempatan yang sama, sehingga sulit meraih kesuksesan bahkan untuk  sekedar memulainya.

2. Sebuah keberanian yang membawa perubahan bagiku

Hingga pada akhirnya aku mengenal salah satu ekstrakulikuler di sekolah yaitu tari modern. Ekstrakulikuler tersebut menjadi salah satu ekstrakulikuler yang diminati oleh banyak siswi di sekolah saat itu karena banyaknya prestasi dan pencapaian yang diraihnya. Begitupun denganku, entah apa yang membuatku terlalu percaya diri sampai-sampai mendorongku untuk ikut mendaftar juga. Ketika aku mendaftar, aku melihat banyak sekali teman-teman seangkatanku bahkan kakak kelas ku yang juga ikut mendaftar ekstrakulikuler ini.

Aku berangkat sendiri ke pendaftaran itu, seperti biasa perlakuan yang sudah tidak asing kembali aku dapatkan. Orang-orang yang merupakan kakak kelas dan bahkan teman seangkatanku melihat ke arahku dengan pandangan sinis dan terlihat tidak menyangka bahwa aku mendaftar ke ekskul tersebut yang dimana Sebagian dari mereka didominasi oleh siswi cantik dan memiliki badan yang bagus, terlebih mereka merupakan siswi populer disekolah. Tidak ada satupun orang yang mengajakku berbicara kala itu. Tapi aku berusaha untuk tidak menghiraukannya, hingga akhirnya kami disuruh untuk berkumpul di aula.

Pada saat itu kita diberitahukan bahwa tidak semua siswi yang mendaftar akan diterima dalam ekstrakulikuler ini. Ada kriteria tertentu yang diberlakukan dalam eskul ini, sehingga akan dilakukan penyeleksian untuk memastikannya dan siapapun yang diterima nantinya akan dipilih lagi untuk tampil dalam acara tahunan sekolah yang disebut dengan "Bulan Bahasa". Waktu seleksi pun dimulai. Aku maju pada sesi ke 3 bersama 6 orang teman seangkatanku, kami diminta memperagakan gerakan yang sudah dicontohkan sebelumnya. Tiba pada saat pengumuman hasil, disebutkan bahwa akan ada 5 orang yang terpilih dari 27 orang yang mendaftar  ekskul ini dan tampil pada saat festival bergengsi di sekolah.

Dan tidak disangka-sangka namaku disebutkan sebagai salah satu dari lima yang terpilih. Aku merasa senang sekali, untuk pertama kali aku merasakan bahwa fisikku tidak menjadi sebuah penghalang. Aku  pulang dan memberitahukan berita baik ini ke ibuku, beliau pun merasa senang sekali dan terburu-buru menanyakan hal apa saja yang aku butuhkan untuk tampil dalam acara tahunan sekolah tersebut. Waktu pun berlalu, setelah saya tampil dalam acara tahunan sekolah tersebut, aku mulai aktif dalam ekskul ini. Bersama kakak kelas dan juga teman seangkatanku banyak sekali tawaran event bahkan beberapa lomba tari modern yang kami ikuti dan hampir dari semua lomba tersebut kami menangkan. Rasa percaya diriku pun bertambah, ketika aku terpilih menjadi ketua dari ekskul tersebut untuk periode selanjutnya.

3. Danise Bidot ( Seorang model yang memiliki berat badan yang lebih)

Danise Bidot merupakan seorang perempuan yang terus berjuang dengan berat badan dan bentuk tubuhnya. Dia adalah seorang putri yang dibesarkan oleh ibu tunggal, ibunnya selalu menyuruhnya untuk berdiet dengan berbagai macam cara. Menyaksikan pertempuran diet yang diberikan ibunya, ia tahu yang dilakukan itu hanya membuatnya semakin tidak bahagia dan gelisah, Bidot menyadari sejak awal bahwa penurunan berat badan bukanlah kunci kebahagiaan, juga tidak berusaha untuk menyesuaikan dengan norma kecantikan masyarakat. Tetapi pada nyatanya, kepositifan tubuh tidak pernah dibahas, sehingga Bidot merasa sulit untuk meyakinkan orang-orang disekitarnya akan kelebihan dan kecantikan yang ia miliki. Beberapa kali ia berusaha melakukan casting, namun akhirnya tetap sama. Hingga pada akhirnya kepercayaan dan kegigihannya mendorongnya menjadi seorang model ternama.

Lalu bagaimana dengan mu? Akankah kamu kalah dengan kekurangan yang kamu miliki? Apakah kamu akan terus terpengaruh dengan pandangan orang lain terhadapmu? kapan kamu mencoba untuk berani?. Belajar dari Danise Bidot dan pengalaman yang aku alami sendiri, bahwa setiap orang pasti memiliki kekurangannya masing-masing, yang seharusnya tidak dapat dijadikan sebagai sebuah penghambat untuk memperlihatkan kelebihan ataupun kemampuan yang dimiliki. Kita sebagai manusia hendaknya bersikap dewasa dan bijak dalam bersikap untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Sebuah pepetah yang sering sekali kita dengar dont look book from the cover, janganlah cepat menyimpulkan seseorang dengan melihat orang tersebut dari apa yang terlihat sebelum mengenalnya. Karena pada dasarnya setiap orang berhak untuk dihargai, dihormati dan berhak untuk mendapatkan kesempatan yang sama.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis