Pengalaman Jalani KKN Pulang Kampung, Program Pengabdian Masyarakat yang Ada Akibat Pandemi

KKN pulang kampung

Bandung (07/08) Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak enam bulan terakhir membuat berbagai kebijakan baru yang diberlakukan. Untuk mendukung imbauan pemerintah agar masyarakat diam di rumah, Universitas Diponegoro pun mulai memberlakukan kuliah online sejak bulan Mei silam.

Advertisement

Meski masyarakat Indonesia tengah berada di situasi yang tidak biasa, kita tetap perlu beradaptasi dengan hal yang terjadi saat ini. Oleh karena itu, pelaksanaan KKN Universitas Diponegoro tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, Undip melaksanakan "KKN Pulang Kampung" yang dilaksanakan mahasiswa di kampung mereka masing-masing.

Salah satu mahasiswi Fakultas Psikologi Undip, Azrya Zihan Firdhani, membagikan ceritanya selama menjalankan KKN Pulang Kampung. Menurutnya, KKN masih tetap dapat dilakukan meski di kampung sendiri. Dalam situasi seperti ini, ia berpendapat bahwa mahasiswa dituntut untuk berpikir kritis agar mendapatkan celah dalam mengabdi dengan masyarakat sekitar.

Tempat pelaksanaan KKN-nya berada di Kelurahan Cijawura, Kota Bandung. RT dan RW setempat tanggap dalam menangani Covid-19 di daerahnya. Hal itu terlihat dari penyebaran poster mengenai Covid-19 ke setiap rumah warga, pendataan untuk warga yang keluar-masuk kompleks, serta mewajibkan untuk menggunakan masker bagi setiap orang yang keluar dari rumah. Berbagai gerakan preventif agar tidak tertular Covid-19 sudah diupayakan.

Akan tetapi, Covid-19 juga dapat menyerang psikologis manusia. Hal ini terjadi karena kita sedang berada di situasi yang tidak biasa dan tidak pernah terjadi sebelumnya. Terlebih lagi saat kita diminta untuk diam di rumah dan melakukan WFH atau pembelajaran jarak jauh di kondisi pandemi. Dilansir dari suara.com, seorang psikolog, Agustina Twinky Indrawati, menyebutkan bahwa WFH dapat membuat orang tua menjadi lebih stres dan anak yang tidak dapat keluar dari rumah juga menjadi stres.

Oleh karena itu, dalam pelaksanaan program KKN-nya, Zihan mencoba untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental di masa pandemi pada masyarakat setempat. Program pertamanya adalah “GEMAS”, yaitu Gerakan Mengatasi Stres. Hal itu dilatarbelakangi karena meningkatnya tingkat stres masyarakat di masa pandemi. Dalam sosialisasinya dengan masyarakat, Zihan mencoba untuk menjelaskan kiat-kiat mengelola emosi agar tidak stres selama pandemi.

Advertisement

Selain itu, di program KKN selanjutnya dilaksanakan mengenai “menjaga kesehatan mental bersama keluarga di rumah”. Hal tersebut dilakukan karena banyak masyarakat yang lebih sering menghabiskan waktu di rumah sehingga perlu meningkatkan kesadaran untuk saling mendukung dalam keluarga agar tidak merasa cemas dan stres berlebih. Program itu dilaksanakan dengan penyebaran video edukatif berisi kegiatan yang dapat mendukung keluarga agar tetap dapat sehat mental selama di rumah.

Lewat programnya, diharapkan agar masyarakat sekitar menjadi lebih peduli dan sadar mengenai kesehatan mentalnya selama pandemi Covid-19.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE