Bukan hal yang mengejutkan lagi, jika Indonesia kini sedang dilanda krisis. Bukan hanya krisis ekonomi dan krisis sosial, melainkan ada yang lebih mengkhawatirkan, yakni krisis moral. Hal itu sangat membuat masyarakat semakin prihatin dengan keadaan yang menimpa bangsa Indonesia.

Kebanyakan dari kita mungkin tidak menyadari hal ini dan menganggap bahwa krisis moral adalah hal yang lumrah terjadi dimasyarakat. Tapi, apakah kita pernah berfikir, bahwa jika krisis moral ini dibiarkan terus menerus dan menyerang anak muda, akan jadi seperti apa Indonesia ke depannya?

Advertisement

Memang permasalahan ini tidak terlalu tampak, tapi akan sangat besar pengaruh dan dampaknya bagi bangsa Indonesia sendiri. Kemerosotan moralitas yang terjadi mengakibatkan bangsa ini semakin terpuruk di mata dunia. Banyak kasus-kasus kejahatan yang terjadi diakibatkan oleh rusaknya moral masyarakat, khususnya anak muda.

Dalam KBBI, moral diartikan sebagai akhlak, budi pekerti, atau asusila.

Sedangkan menurut W.J.S. Poerdarminto, moral merupakan ajaran tentang baik buruknya perbuatan dan kelakuan.

Advertisement

Sementara itu, Al-Ghazali berpendapat bahwa moral itu sebagai perangai (watak, tabiat) yang menetap kuat dalam jiwa manusia dan merupakan sumber timbulnya perbuatan tertentu dari dirinya secara mudah dan ringan, tanpa perlu dipikirkan dan direncanakan sebelumnya.

Dari pengertian-pengertian di atas, dapat kita simpulkan bahwa moral merupakan hukum tingkah laku yang diterapkan ke dalam kehidupan dalam bermasyrakat dan bersosialisasi.

Krisis moral saat ini lebih banyak terjadi di kalangan remaja. Karena pada fase remaja ini, anak masih mengalami ketidakpastian dan sedang mencari jati diri yang sesungguhnya.

Maka dari itu, banyak remaja yang mudah terpengaruh oleh faktor – faktor dari luar atau dari lingkungan sekitar, mereka sendiri masih belum bisa secara sempurna menyaring yang mana baik atau buruk bagi mereka.

Kita sebut saja salah satu kasus yang pernah terjadi akibat krisis moral yang dilakukan remaja, yaitu kasus seorang guru seni rupa bernama Budi, yang tewas  lantaran dipukuli oleh muridnya sendiri. Kejadian ini terjadi di wilayah Sampang, Madura. Dimana kejadian tersebut bermula ketika Budi hendak menegur salah satu muridnya yang sudah bertindak melampaui batas.

Miris ketika melihat dunia pendidikan yang semakin mengkhawatirkan. Pendidikan yang seharusnya dapat membuat kemajuan bagi negeri ini, malah ternodai oleh lunturnya nilai moral tentang kesopanan dan tata krama. Hal ini hendaknya menjadi pukulan telak bagi pemerintah untuk mencari tahu dan mengatasi permasalahan yang muncul di dunia pendidikan ini.

Memang benar, jika sekolah bukanlah tempat utama untuk mengajarkan tentang moral dan tata krama karena yang paling berperan penting adalah peran dari keluarga. Namun, sedikit banyak, pasti lingkungan pendidikan juga membawa pengaruh pada anak.

Di Indonesia saat ini, yang dikejar dan ditekankan hanya sekedar bagaimana caranya untuk mendapat nilai terbaik sehingga kurang menekankan pada pendidikan karakter dan tata krama. Seharusnya lingkup pendidikan juga memberikan wawasan tentang pendidikan karakter agar para generasi muda tersebut dapat tumbuh sebagai generasi yang memajukan bangsa.  

Jadi, hendaknya kita semakin sadar bahwa krisis moral itu bukan hal kecil, masalah itu sudah di depan mata kita dan semakin membesar, serta pengetahuan tentang pendidikan karakter itu memang diperlukan dan sangat penting, bukan hanya untuk usia remaja namun bagi semua kalangan.

Juga bagaimana cara kita agar selalu meningkatkan pengawasan juga mengingkatkan satu sama lain untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang negatif dan merugikan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya