Kita bertemu tanpa rencana, namun perkenalan kita sepertinya "di restui" semesta. Berawal dari ketidaksengajaan, bagi aku mengenalmu adalah sebuah keberuntungan. Aku menemukan seseorang yang memang selama ini kucari. Sosok wanita yang bisa membuatku merasa cukup dan tak ingin yang lainnya lagi. Tapi meski begitu,pada awalnya tak mudah bagi kita untuk meng-iyakan semua ini. Menjalani hubungan dengan konsekuensi tinggal berjauhan membuatku dilanda keraguan. Dalam bayanganku, pasti akan sulit untuk menjaga dan menyatukan segala hal tentang aku dan kamu. Selama jarak itu ada, akan berat bagi kita untuk bertahan bersama.

"Kita ini saling mencintai, kenapa harus takut pada jarak dan rindu yang pasti bisa diatasi?"

Advertisement

Kalimat itu memang sering tiba-tiba muncul di kepala. Aku tahu memang tak seharusnya ragu itu mengalahkan keinginan untuk bersamamu. Tapi sesungguhnya, bukannya aku meragukan soal kadar perasaan kita berdua. Segala sesuatu yang terjadi di antara kita sebenarnya sudah membuatku percaya. Hanya saja, sulit untukku meyakini bahwa semua akan baik-baik saja.

Di depan sana, pasti banyak hal yang akan menghalangi dan menguji hubungan kita. Keraguanku dulu pun terbukti. Hubungan jarak jauh memang sungguh tak mudah dijalani. Berkali-kali kita pernah terlibat salah paham, bertengkar karena masalah-masalah sederhana yang sebenarnya mudah diselesaikan. Pertengkaran hebat pun terkadang datang karena lantaran minimnya pertemuan. Dan saat kita sama-sama kehabisan tenaga, rasanya menyerah adalah solusi satu-satunya. Ada kalanya kita sudah tak sanggup bertahan, sampai-sampai ingin merelakan apa yang selama ini sudah diperjuangkan.

Menyerah pada keadaan, pada rindu dan jarak yang serupa siksaan paling menyakitkan.

Advertisement

Uniknya, sampai saat ini aku dan kamu sama-sama tak beranjak pergi. Sekalipun jarak dan rindu membuat hubungan kita jatuh bangun berkali-kali, kita sepakat bertahan sampai nanti. Waktu demi waktu terlewati, berada di sisimu tetap jadi satu-satunya kesempatan yang sampai hari ini aku syukuri.

Kadang kita hanya harus menjalaninya terlebih dahulu, untuk tahu seberapa yang kita mampu.

Aku tak mau dan tak berani berharap yang lebih lagi. Kita bisa bertahan sampai sejauh ini saja sudah sungguh-sungguh patut disyukuri. Meski terpisah jarak, sekalipun disiksa rindu, terima kasih untuk kamu yang tetap setia di sisiku. Kita layak berbangga sayang, karena perjuangan sudah sampai di titik ini. Tak perlu kita banyak menumpuk harapan dan ekspektasi, satu-satunya yang harus dilakukan adalah menjalani.

"Jika aku dan kamu bertahan hingga sekarang, tak ada yang mustahil untuk masa depan. Aku bahagia karena apa yang kita yakini tak bisa dikalahkan rindu dan jarak yang membentang."

Kita hanya harus melanjutkan perjuangan ini, sambil terus mensyukuri rindu dan jarak yang sudah membuat hubungan kita sekuat ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya