Hai pembaca semoga tulisan ini dapat menginspirasi kita semua.

Selamat malam lelaki yang dulu menjadi prioritasku untuk selalu berpegangan dengan gadget, semoga kepergian mu tidak melukai perasaanmu sendiri. Aku berterima kasih kepadamu karena telah kau hadirkan kebahagiaan untuk ku dulu. Kau yang selalu hadir disetiap aktivitas ku, maupun dalam keadaan sibuksibuknya kau rela menantikan aku yang sedang mengabaikan kabar yang kau tanyakan, walaupun kau ingin aku untuk segera membalasnya. Aku masih ingat jelas ketika kau hadir sebagai penghibur atas laraku maupun dalam keadaan mood ku yang tidak baik, kau yang dulu hadir sebagai moodboster sekarang telah berubah status yang hanya ku jadikan sebuah kenangan. Aku tak pernah inginkan ini terjadi, tetapi kau yang memilih untuk mengakhiri kisah kita.

Advertisement

Masih ku ingat jelas ketika keputusanmu untuk mengakhiri kisah kita, berbagi alasan kau sebutkan. Kau anggap aku sebagai bocah ingusan yang baru mengenal cinta. Padahal kau hanya sedang terhanyut oleh kisahmu yang baru. Aku tak pernah benci denganmu yang ku benci hanyalah perbuatan mu. Kau yang dulu melakukan hal yang sama kini kau ulang kembali luka itu, kau coreng kembali hati yang telah sempat ku sembuhkan dari luka terdahulu agar kisah kita dapat berjalan lebih baik, begitu pikirku. Namun, aku salah besar kau yang sedang terhanyut oleh orang baru tega mengucapkan kata pisah untuk kisah kita. Aku tak salahkan siapasiapa dalam masalah ini, aku hanya benci kepada diriku yang dengan mudah memaafkan kesalah terbesar yang pernah kau buat untuk kisah ini.

Kini aku harus bangkit dan melupakan segala luka yang pernah kau buat. Aku berdo’a agar tuhan kembali menyembuhkan hatiku dari luka yang kau perbuat dan menginginkan agar hatiku pulih kembali seperti saat awal sebelum kau hadir dan menghadirkan luka tersebut. Tak banyak inginku untuk saat ini, aku hanya membiarkan kau bahagia bersama pilihanmu dan tak berharap kau untuk kembali kepadaku lagi. Dengan membawa luka lama, kini tlah ku kubur kisah kita bersama kenangan yang pernah kita lalui bersama.

Sudah ku tutup kisah kita dengan ucapan terima kasih, karenamu aku menjadi lebih dewasa dan lebih tau jalan mana yang harus ku pilih agar kebahagiaan datang menghampiri. Sejenak ku berpikir tak semua yang kau beri adalah kebahagiaan, aku hanya belum sadar bahwa yang kurasa kebahagiaan kini tlah berubah menjadi luka yang teramat pedih ku rasa. Luka yang kupikir pedih adalah pelajaran berharga agar aku tak sembarangan memberi nama bahwa ini adalah kebahagiaan .

Advertisement

Sekali lagi aklu ucapkan terima kasih, kini aku dan kau sudah selesai. Segera ku tutup kisah kita, dan kubiarkan kisahmu berjalan seperti apa yang telah tuhan skenario kan. Karena semakin aku mengharapkan mu bukan kebahagiaan yang ku dapat hanya menambah goresan luka yang memperlebar luka dihatiku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya