Pencuri kok baik (?)

Pencuri yang hasil curiannya dibagikan ke banyak orang? Memangnya ada ya?

Anak-anak di Inggris setidaknya pernah mendengar tentang legenda ini, kisah tentang seorang pencuri sekaligus pahlawan rakyat Inggris yang hidup di abad pertengahan. Bukan Swiper ataupun Lupin, Ia adalah Robin Hood. Kalau kamu tidak asing dengan nama ini, jelas saja karena legendanya sering diadaptasi ke dalam berbagai literatur, film, animasi, dan serial televisi yang mungkin pernah kamu saksikan ketika kecil.

Advertisement

Sosok Robin Hood dikatakan tinggal di hutan Sherwood, Nottinghamshire. Nottinghamshire sendiri merupakan sebuah county di Inggris yang jauh dari kesan metropolitan. Dengan pakaian serba hijaunya, ia merupakan sosok pemberani yang mahir menggunakan panah dan pedang. Robin Hood tidak beraksi sendirian. Bersama kelompok Merry Men, ia memperjuangkan keadilan dan berusaha melawan musuh bebuyutannya, Sherrif of Nottingham.

Walau tidak ada catatan waktu spesifik yang menggambarkan track record Robin Hood, referensi paling awal terekam dalam bentuk lirik lagu balada (ballad). Ballad atau musik yang berbentuk narasi puisi merupakan media hiburan yang digemari pada zaman itu. Lirik lagu tersebut bercerita tentang seorang tokoh pembuat onar yang sering terlibat dalam berbagai kejahatan bernama Robin Hood.

Sebenarnya, nama Robin Hood merupakan istilah yang digunakan bagi semua jenis penjahat tak dikenal di masa itu. Pemberian nama ini ditujukan untuk mempermudah pengisian berbagai data kasus kriminal. Contohnya, jika ada seorang copet atau rampok yang keburu dihakimi oleh massa, polisi akan mencatatnya sebagai “Seorang pria bernama Robin Hood tewas dikeroyok massa akibat ketahuan mencopet di tempat A, pada tanggal B.”

Advertisement

Nama tersebut juga akan ditorehkan pada buku kematian dan batu nisan. Intinya, semua pelaku kejahatan tak dikenal akan diberi nama Robin Hood. Bila kita bandingkan dengan zaman sekarang, cukup mirip dengan istilah John-Jane Doe. Kepolisian Amerika menggunakan nama John Doe (laki-laki) dan Jane Doe (perempuan) untuk semua jenazah tanpa identitas sampai identitas asli korban terungkap.

Lantas, kenapa nama Robin Hood yang dipilih? Diduga nama ini berasal dari kata “robbing” yang berarti perampokan. Sementara “hood” lekat dengan arti tudung, yang biasa digunakan untuk penyamaran menutupi kebohongan.

Pada awalnya, Robin Hood diceritakan sebagai sosok perampok yang kejam dan mementingkan diri sendiri. Berkat kekuasaan yang dimilikinya, segala kemauannya harus dituruti. Ia bahkan tak segan membunuh anak-anak dalam menjalankan aksinya. Jauh sekali dari sosok pencuri baik hati yang telah terpatri dalam memori kita.

Lambat laun, setelah melalui pergantian abad karakter Robin Hood mengalami transformasi dari seorang penjahat menjadi sosok pencari keadilan yang memperjuangkan kaum miskin. Lewat barang-barang curiannya, ia bagaikan dewa penolong yang diagung-agungkan rakyat miskin.

Diperkirakan perubahan kisah ini terjadi akibat ketidaksukaan masyarakat Inggris terhadap para petinggi kerajaan yang semakin lama semakin otoriter dengan membuat kebijakan yang semena-mena dan merugikan rakyat kecil. Salah satunya hukum baru perhutanan yang melarang semua rakyat untuk berburu ataupun mengambil kayu bakar dan buah di hutan. Berdasarkan peraturan tersebut, seratus persen hutan di Inggris dan isinya adalah milik kerajaan.

Disinilah sosok Robin Hood yang baik muncul. Ia digambarkan berani melawan hukum kerajaan dan ada di pihak rakyat. Selain mengambil hasil hutan, Robin Hood juga merampok orang-orang berkuasa yang kaya dari hasil korupsi. Tak butuh waktu lama agar cerita ini tersebar luas dan menjadi populer di kalangan masyarakat.

Kisah tak berhenti sampai di situ. Bumbu-bumbu kebaikan mengenai Robin Hood yang membagikan harta curiannya terus ditebarkan sehingga karakternya bagaikan sosok tokoh utama yang berjiwa heroik. Belum lagi, kisahnya semakin kompleks sekaligus komplit dengan hadirnya sosok Maid Marian yang menjalin hubungan romantis dengannya. Kisah cintanya dengan Maid Marian membuat banyak orang berpakaian seperti Robin Hood saat perayaan May Day, karena tokoh Maid Marian sendiri banyak dikaitkan dengan event tahunan May Day. Hubungan dua sejoli ini terus bertahan dalam perkembangan cerita.

Hingga saat ini, kisahnya tak lekang oleh waktu. Sebagian besar orang yang meyakini bahwa legenda ini nyata mencoba mengaitkan sosok Robin Hood dengan pelaku sejarah asli walau sampai sekarang belum menemukan bukti konkret. Ada juga yang berpendapat bahwa Robin Hood mungkin berasal dari golongan bangsawan yang menyamar untuk melindungi nama keluarganya.

Ia beraksi untuk membela kaum miskin setelah lelah melihat perilaku bangsawan kaya di sekitarnya yang rakus dan sombong. Bukti yang semakin memperkuat keberadaan Robin Hood ialah ditemukannya makam yang diduga milik sosok yang hidup pada masa pemerintahan Raja Richard the Lionheart (Richard I dari Inggris) itu.

Akan tetapi, ada pro, ada kontra. Dugaan lain yang muncul, tempat peristirahatan terakhir Robin Hood disinyalir dibangun oleh oknum abad pertengahan untuk menarik peziarah ke daerah tersebut. Hal ini tentu akan membawa pundi-pundi uang. Hasilnya, taraf hidup penduduk meningkat. Kasus seperti ini sudah sering terjadi di Eropa sehingga kelompok lainnya berpendapat kalau Robin Hood hanyalah sosok rekaan semata.

Kebenarannya? Tak ada yang tahu pasti. Catatan sejarah yang terlampau jauh, cerita yang terus berubah membuat Robin Hood berakhir sebagai legenda. Jika sosoknya benar nyata, ia telah tenggelam terlalu dalam dan akan sangat sulit mencari keterangan sesungguhnya.

#AyoKeUK #WTGB #OMGB

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya