Lemonade: Album Beyonce yang Mendukung Kesetaraan Gender, Ras dan Budaya Afrika

Melalui salah satu lagu yang berjudul ‘Formation’  di album tersebut, Beyonce mencoba untuk mengajak para wanita untuk kuat dan saling membantu dan mendukung satu sama lain.

Siapa yang tidak kenal Beyonce? Beyonce Giselle Knowles Carter atau yang biasa dikenal dengan Beyonce merupakan seorang penyanyi papan atas asal Amerika Serikat yang karyanya sudah dikenal di seluruh dunia. Artis dan produser musik kelahiran 4 September 1981 ini sudah banyak memiliki penghargaan internasional mulai dari penghargaan Grammy Awards dan MTV Video Music Award.

Advertisement

Di tahun 2016 lalu, Beyonce merilis karya terbarunya dalam bentuk visual album berjudul Lemonade. Lemonade dirilis dan ditayangkan pertama kali di saluran televisi internasional HBO pada Juni, 2016. Melalui karya ini, Lemonade mendapatkan banyak penghargaan seperti nominasi sebagai album of the year di Grammy Awards 2019 dan memenangkan album of the year di tahun 2016 di acara penghargaan MTV VMAs. Lemonade tidak hanya mendapatkan apresiasi melalui media tetapi juga diapresiasi oleh banyak masyarakat dunia terutama oleh wanita dan orang dengan ras kulit hitam. Beberapa kritikus musik mengatakan Lemonade memiliki dampak yang cukup besar bagi dua golongan ini.

Walaupun film ini menggambarkan tentang bagaimana hubungan Beyonce dengan sang suami yang mengalami ‘gejolak’, tetapi film ini lebih dari itu. Seperti yang dilaporkan Bustle  dalam artikelnya yang berjudul This Is What Beyonce's 'Lemonade' Meant To Me As A Black Woman, & This Is Why It Needed To Win Album Of The Year di tahun 2017 mengatakan film (Lemonade) ini bukan hanya sekedar perayaan dan persembahan budaya Afrika, kekeluargaan, kecantikan dengan cara yang budaya populer kebanyakan dapat melakukannya, dan juga Lemonade datang memberikan apa itu arti #BlackGirlMagic yang sebenarnya.”

Penggambaran budaya Afrika sangat jelas di dalam film ini. Mulai dari jenis busana yang Beyonce kenakan seperti head scarf, makanan, budaya, bahkan hingga make-up atau face painting ala etnik Yoruba dan tampilan rambut African braids yang menggambarkan ke eksotisan seorang wanita kulit hitam dari benua Afrika.

Advertisement

Tidak hanya itu, Lemonade juga terinspirasi dari karya lain yang identik dengan budaya Afrika. Hal ini bisa di lihat dari pembuat karya itu sendiri, atau isi dari karya tersebut. Seperti inspirasi yang diambil dari Daughter of the Dust (1991) film karya Julie Dash, produser wanita kulit hitam asal Amerika serikat dan beberapa sampel musik dari penyanyi kulit hitam asal Amerika, Nina Simone.

Isu lain yang Beyonce coba angkat melalui film ini adalah kesetaraan gender terhadap wanita. Beyonce sudah dikenal sebagai Feminist sejak lama. Bahkan karya-karya Beyonce terdahulu seperti lagu Irreplaceable, If I were a Boy dan tentunya Run the World : Girls yang telah diakui menjadi anthem untuk wanita-wanita tangguh di seluruh dunia.

Melalui film ini, Beyonce menggambarkan dan mengangkat isu ini dengan intimasi yang lebih dalam lagi. Melalui lirik lagu dan narasi dalam bentuk puisi yang dibantu oleh seorang penyair wanita dari Inggris, Warsan Shire, Beyonce mencoba untuk menuangkan isi hatinya didalam film ini.

Melalui salah satu lagu yang berjudul ‘Formation’  di album tersebut, Beyonce mencoba untuk mengajak para wanita untuk kuat dan saling membantu dan mendukung satu sama lain. ‘Okay ladies now let’s get in formation’ adalah salah satu lirik yang menggambarkan bahwa wanita harus bersatu melawan segala diskriminasi bersama.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE