Lika – Liku Kontroversi Sekjen PBESI Frengky Ong dengan Netizen

Perseteruan Ketua PBESI Frengky Ong vs Netizen

Dikalangan milenial termasuk mahasiswa seperti saya, game online menjadi salah satu media yang paling diminati untuk menghabiskan waktu luang. Merebaknya game online sendiri sejalan dengan berkembangnya teknologi dimana akses untuk mengunduh game-game sekarang semakin mudah dan hanya bermodalkan smartphone terkini. Oleh karena itu banyak game yang berkembang pesat di Indonesia dalam rentang waktu 2017 hingga sekarang, karena kemudahan akses tadi dan mampu menjangkau berbagai kalangan usia. Salah satu game online populer di kalangan milenial Indonesia tentu Mobile Legend : Bang Bang dimana game tersebut memiliki banyak sekali pemain yang online setiap harinya.

Advertisement

MLBB sendiri pertama kali rilis dalam PlayStore dan AppStore pada tahun 2017, tercatat hingga saat ini game MLBB telah menembus 500 juta kali unduhan. Sejalan dengan semakin populer game MLBB di Indonesia, Moontoon selaku pengembang dan publisher game MLBB juga menyelenggarakan berbagai turnamen guna mempertahankan minat terhadap gamenya. Mulai dari turnamen skala kecil hingga pada akhirnya terbentuklah liga utama game MLBB di Indonesia bernama MLBB Professional League atau biasa disingkat MPL. MPL di Indonesia sendiri terselenggara pertama pada Januari 2018 dan berakhir pada April 2018 dengan total hadiah berupa uang sejumlah $100,000 USD.

Berjalannya MPL terbukti mampu menarik lebih banyak atensi milenial untuk menjajal game MLBB, hal ini sejalan dengan berkembangnya ranah e-sports di Indonesia. Banyak game genre lain yang mulai berkembang dan menarik minat berbagai kalangan dan berujung memiliki kompetisi liga seperti MLBB. Contohnya seperti PUBG dan Free Fire yang masing-masing sekarang memiliki kompetisi liga yang berkelanjutan dengan total hadiah uang yang menggiurkan. Menanggapi melesatnya industri e-sports di Indonesia, pemerintah membentuk Esports Indonesia (ESI) selaku organisasi induk cabang olahraga esports di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia. 

Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) resmi dibentuk pada 18 Januari 2020 dengan ketua Jenderal Pol. (P.) Prof. Dr. Budi Gunawan S.H., M.Si. Diharapkan dengan terbentuknya PBESI, ekosistem industri e-sports akan lebih banyak mendapat perhatian dan lebih maju di masa depan. PBESI hadir untuk meregulasi industri esports agar lebih teratur untuk bisa lebih berprestasi, serta dengan adanya regulasi yang baik harapannya agar semua pihak dapat merasakan manfaatnya. Namun pada kenyataanya berkata lain, keberadaan PBESI dinilai belum memberikan manfaat seperti apa yang diharapkan.

Advertisement

Hal ini ditandai dengan perilaku kontroversial Sekjen PBESI, Frengky Ong, yang berulang kali membuat kegaduhan di media sosial Instagram. Kontroversi dimulai ketika Frengky Ong mengungkapkan melalui sosial media Instagramnya yaitu ancaman bahwa MPL Indonesia kemungkinan tidak lagi mendapatkan izin untuk menyelenggarakan liga esports. Ia berdalih bahwasanya pihak penyelenggara turnamen harus tunduk pada peraturan yang berlaku. Hal ini bukan hanya omong kosong belaka, dibuktikan dengan mulai diberlakukannya aturan baru yang ditetapkan oleh PBESI.

Tentu ini akan mengancam ekosistem industri e-sports apabila MPL Indonesia tidak mendapatkan izin untuk menyelenggarakan turnamen karena akan banyak sekali pihak yang terdampak. Animo masyarakat yang tinggi, penggemar berat, tim, pemain dan staff akan terancam kehilangan salah satu tempat sebagai ajang kompetisi dan hiburan terbesar dan terpopuler di negeri ini. Kontroversi masih berlanjut dengan dipublikasikannya draft regulasi baru yang menuai polemik. Terdapat sejumlah pasal yang tidak relevan dan bersifat memonopoli industri e-sports. Salah satu pasal yang mendapat protes keras dari khalayak umum adalah Pasal 7 ayat 1 yang ada di Bab V dengan judul Tim Esports.

Isi dari pasal tersebut kurang lebih sebagai berikut : "(1) Setiap Tim Esports Profesional Indonesia wajib untuk membayarkan iuran pembinaan tahunan kepada PBESI." Masih banyak kegaduhan yang diakibatkan oleh aktivitas media sosial Sekjen PBESI ini, namun kembali lagi ke poin awal bahwa seharusnya PBESI hadir untuk membantu perkembangan industri e-sports menjadi lebih baik bukan untuk memonopolinya. Semoga kedepannya potensi besar dari industri e-sports di Indonesia ini dapat dimaksimalkan oleh segala pihak, termasuk para pemangku jabatan di PBESI.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE