Love Bombing: Menghancurkan Diri Sendiri Atas Nama Cinta

(Fenomena Love Bombing dari Sudut Pandang Psikologi)

Pernahkah kalian mendengar kamu jangan naik ojek online, aku jemput ya abis gitu kita pergi dinner trus aku juga udah beliin kamu dress baru plus beliin kamu bunga, atau belum pacaran tapi udah clingy banget dan manggilnya ‘sayang’ atau ‘beb’. Ya, kata-kata ini sering dikatakan ketika momen PDKT. Saat mendengarkannya tentunya membuat kita kaum hawa menjadi mabuk kepayang dan ngerasa kalau si doi effort banget buat kita bahagia, merasa diagung-agungkan, dan ngerasa kalau itu cowok terbaik yang pernah kita kenal.

Advertisement

Eitss… ternyata, beberapa bulan setelah itu, dia berusaha mengontrol apa yang kita lakukan, biasanya sudah mulai nuntut buat selalu share location, video call setiap saat dan ngatur apa yang kita pakai sampai dengan siapa kita bergaul. Parahnya, gak jarang ujungnya cewek yang dimanfaatin, baik itu secara finansial, emosional dan fisik juga. Intinya dia berubah banget dari waktu PDKT, jadi lebih suka ngatur, marah-marah kalau keinginannya gak terpenuhi dan manipulatif.  Wah… perlu diwaspadai tuh bestie… bisa jadi kamu lagi kena love bombing. Istilah ini kedengarannya romantis bukan? Eits, tunggu dulu, karena biasanya love bombing ini mereka gunakan untuk memanipulasi, mempengaruhi bahkan mengontrol sang pujaan hati. Manis di awal, dan ketika keadaan sudah dalam kendali mereka, dengan cepat mereka akan mencoba mengontrol orang lain/pujaan hatinya.

Fenomena love bombing: definisi dan ciri-ciri

Penasaran kan, apa sih itu love bombing? Singkatnya, love bombing  adalah pola perilaku  dengan teknik manipulative di mana seseorang membanjiri seseorang dengan perhatian, ataupun perasaan cinta secara berlebihan untuk mendapatkan kontrol atau menciptakan ketergantungan emosional dari orang lain atau pasangannya khususnya di awal hubungan. Mereka yang melakukan love bombing biasanya memberikan pujian berlebihan, perhatian, memberikan hadiah secara bertubi-tubi. Ciri-cirinya: terlalu sering bilang cinta, terlalu sering chat/telepon, guilt tripping dan ngambek kalau gak dijadikan prioritas, sangat mengikat pasangannya hingga pasangannya merasa tidak punya privasi.  Tentunya hal ini membuat si penerima perhatian merasa kurang nyaman dan tidak yakin sama motif si love boomer.

Advertisement

Penyebab terjadinya love bombing

Lalu, mengapa seseorang melakukan love bombing? Bestie, bisa baca penjelasan berikut ini.

Advertisement

Pertama, karena karakteristik kepribadian. Pelaku love bomer memiliki dark triad yang saling berkaitan satu sama lain dan berfokus pada machiavellianism, nasisme, psychopathy. The dark triad pertama kali dicetuskan oleh Paullnus dan Williams tahun 2002, individu yang memiliki kecenderungan dark triad sering melakukan manipulasi untuk kepentingan diri sendiri dan menghiraukan perasaan individu lain.

Dalam penelitian terbaru yang dilakukan Jonason menunjukkan bahwa terdapat korelasi tinggi antara kecenderungan dark triad dengan individu yang suka menghilang tiba-tiba dalam sebuah hubungan atau biasa disebut ghosting. Individu yang melakukan ghosting memiliki tingkat narsisme tinggi, kecenderungan suka machiavellianisme, dan tingkat empati yang rendah (Jonason et.al., 2021)

Kedua, selain itu salah satu tokoh psikoanalitik sosial, Karen Danielsen Horney menjelaskan pula mengenai neurotic needs yang dimiliki oleh love bomer yaitu need for affection and approval (kecenderungan mencari kasih sayang, pengakuan dan pujian dari orang lain sebagai cara untuk merasa dihargai), need for power (kecenderungan untuk mencari kekuasaan dan kendali atas orang lain sebagai rasa aman dan dihormati) dan memiliki kecenderungan need for exploit others (kecenderungan untuk memanfaatkan orang lain).Ketika saat proses PDKT, love bomer cenderung melakukan moving toward people untuk memenuhi kebutuhan akan afeksi dan pengakuan serta partner yang dominan. Barulah ketika love bomer merasa jika kamu telah masuk perangkapnya, dia melakukan  neurotic trends yang dilakukan oleh love boomer yaitu moving against people yaitu kecenderungan untuk menghadapi dan menentang orang lain sebagai cara untuk merasa lebih kuat dan berkuasa.

Tahapan love boming

Menurut psikolog  klinis, Dianne Grande Ph.D., dari Psychology Today ada sejumlah tahapan perilaku love bombing, yuk kita kepoin ada apa aja sih…

Idealisasi: tahap dimana dia menggoda kamu, menyanjungmu di atas segalanya, ditahap ini  kamu akan merasa bahwa kamu segalanya.

Devaluasi: tahap ini, dia akan menunjukkan sikap yang baik sekaligus kasar secara bergantian lho, dan dia sangat mahir melakukannya

Meninggalkan: ditahap ini dia gak sungkan buat ninggalin kamu karena merasa kamu tidak bisa memenuhi kebutuhannya.

Nah, dari ciri-ciri barusan semoga bestie makin paham ya tentang ciri-ciri, dan penyebab terjadinya love bombing dan tahapannya.

Cara terbebas dari love bombing

Terus, kalau udah terlanjur terjebak dalam hubungan bareng si love bomer, gimana dong? Tenang bestie, kalian bisa mengenali dulu ciri-ciri love bombing terlebih dulu, nanti kalian akan makin tahu apa red flag dari pasanganmu. Kalau udah tahu, coba deh komunikasikan pada orang yang kamu percaya dan minta pertimbangannya. Kamu juga dapat konsultasi pada psikolog agar semakin yakin dalam menentukan Langkah. Segera putuskan untuk mengambil sikap agar bestie gak makin larut dalam toxic relationship. 

Walau terasa menyenangkan, namun jika diberikan secara berlebihan, bestie patut waspada, oke?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE