Sebut saja namaku Kemayu, aku adalah seorang karyawati yang bekerja di salah satu perusahaan di Bogor. Hari ini cuaca sedang cukup cerah dan tidak begitu panas, atau mungkin aku yang tidak menengok keluar sana karena asyik duduk berada di dalam ruangan dingin ber AC yang membuat aku tidak kepanasan. Well, karena sedang kosong tidak ada pekerjaan maka aku memutuskan untuk menuliskan kisahku. INI KISAHKU, TOLONG JANGAN HAKIMI AKU sebelum aku menceritakan inti dari ceritaku, mari kilas balik terlebih dahulu mengapa semua ini bisa terjadi.
6 Tahun yang lalu usiaku 28 Tahun dan itu adalah fase terendah dalam hidupku. ‘Hidup Segan Mati Tak Mau mungkin kalian bosan mendengar pepatah lama itu, tapi itu adalah hal yang kurasakan saat itu. Saat itu pernikahanku di ambang perceraian. Ya, kata yang terdengar sangat menyeramkan bagi siapa saja yang menjalankan biduk rumah tangga, dan berharap tidak akan pernah mengalaminya. Alasan nya klasik, kehancuran yang disebabkan oleh perselingkuhan.
Sebenarnya bukan hanya masalah perselingkuhan saja, banyak masalah lain yang memang sejak awal pernikahan tidak dilandasi dengan ketidakjujuran. Apalagi menikah dengan duda beranak dua, yang desas desusnya senang main perempuan, senang memberikan uang kepada anak-anak nya secara diam-diam, senang mengoleksi diecast mobil mahal tidak tahu uangnya darimana, tapi hanya memberikan istri Rp.300.000,- itupun hanya untuk membayar kontrakan.
Bukan hanya itu saja juga, dengan gelar pekerjaan sebagai PNS rekan-rekan di kantornya memberitahu saya bahwa dia suka ngerumpi dengan ibu-ibu PNS lain nya hanya untuk meng gibahi istrinya sendiri. Dan di lingkungan keluarganya dia sering mengatakan istriku tidak pernah memasak, istriku tidak pernah mencuci pakaianku, istriku tidak pernah menyetrika pakaianku dan lain sebagainya dengan segala kebohongan nya.
Hey Pak, apa benar aku tidak pernah memasak? Apa benar aku tidak pernah mencuci pakaianmu? Apa benar aku tidak pernah menyetrika pakaianmu? Bukankah kamu kepala keluarga? Lantas kenapa aku yang menjadi tulang punggung bukan tulang rusukmu? Lupa semua masakanku yang kau makan berasal dari keringatku, uang pulsa anakmu hasil dari keringatku juga loh, bahkan uang untuk transport dan makanmu bekerja darimana uangnya kalau bukan dari hasil keringatku bekerja? Lalu apa kamu lupa saat ketahuan kamu membeli mainan diecast mobilmu yang mahal itu? Kamu mengamuk main tangan saat istrimu bilang kenapa kamu lebih memilih membeli mainan daripada menafkahi istrimu? Lalu kamu main tangan dan membantingku saat aku tahu kamu ketahuan membuat facebook untuk berkomunikasi dengan wanita-wanita lain dan teman-teman sehobimu supaya aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di medsos mu?
Tak terbayangkan bukan jika kalian menjadi aku yang saat itu? Rasanya sudah ingin mengakhiri hidup, agar terbebas dari penderitaan dan rasa sakit yang teramat. Namun disetiap kesulitan pasti ada kemudahan, saat merasa frustasi dan tidak sanggup lagi, aku selalu berpikir dan mengatakan semua akan baik-baik saja dengan perceraian.
Terima kasih atas luka yang sangat dalam yang telah kamu berikan, bagiku kamu hanyalah seorang IMPOSTOR.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”