Luka, Liku dan Duka

Ketika mulut tak mampu bicara dan air mata tak mampu mencurahkan, menulis adalah salah satu jalan

Hari hariku yang selalu berjalan dengan cepat tak menutup kemungkinan karena tuntutan hidup semakin keras, kini karena yang menopang telah pergi, bahkan tidak kembali lagi dalam cerita hidupku selanjutnya yaitu bapak yang selalu ku kasihi dan meninggalkan banyak kenangan manis bersamanya. Mulai dari hal yag kecil sampai hal besar tugas rumah selalu bersamanya. Awal aku merantau aku udah rindu padanya, dari segi tawanya, marah, bahkan dari perbuatannya padaku. Walaupun dia tidak bisa memberikan aku lebih dari segi uang jajan tapi aku bangga padanya dia masih sempat menyisihkan waktu untuk mengantarkanku kesekolah walau dari ucapannya dia hanya mengatakan agar irit tapi aku yakin dari hatinya ia ingin menghabiskan sedikit dari waktunya sehari untuk berada di dekatku dengan sekilas percakapan bagaimana keadaanku pada hari tersebut.

Advertisement

Merantau ke sebuah kota yang besar, membuat aku tertegun melihat anak sekolah yang diantarkan oleh bapaknya, bahkan ketika aku mendengar suara motor yang persis seperti suara motornya aku teringat padanya sedang apa dia di kampung halaman yah tapi di saat itu juga aku berdoa agar dia selalu bersukacita dalam segala aktivitasnya. Pak, kepergianmu terlalu cepat buatku yang belum dewasa ini, kalimat ini yang selalu terucap dalam hati kala aku merindukan sosoknya tapi kalimat ini juga memotivasiku agar aku menjadi gadis yang dewasa yang mengerti akan duniawi ini.

Kejenuhan menangis saat rindu padanya tak membuat aku berhenti menangis, seakan aku punya kebiasaan jika aku rindu padanya pasti air membasahi pipiku. Lagi lagi tentang rindu yah tapi wajar karena tak bisa lagi tatapan wajah, ngobrol bahkan pelukan. Mengingat kenangan manis padanya selalu merasa bahwa aku beruntung memiliki sosok bapak yang seperti dia. Kepergiannya tak terasa perlahan-lahan aku mencoba melupakan tanggal terburuk itu, aku tak mampu mengingat tanggal tersebut itu lagi, di kala rindu aku hanya bisa menangis dan mengingat kebersamaan kita sambil berucap "pak aku rindu".

Selalu terbayang-bayang merasa seperti kemaren bahwa itu mimpi buruk tapi ternyata itu nyata dalam hidup. Kehilangannya seseorang yang berarti dalam hidup membuat patah semangat dan kehilangan motivasi serta tak berharap banyak dalam kehidupan ini lagi seakan-akan mimpi telah usai. Setahun kepergiannya yang membuat hidup terasa berjejer luka dan membuat semuanya berliku mulai dari citacita yang putus ditengah jalan. Bukan menyesali nasib yang telah ditentukan tetapi ingin mencari solusi terbaik dalam mengatasi nasib tersebut tapi apadaya hanya manusia yang merasa selalu berduka melihat peristiwa  buruk tanpa memandang peristiwa yang membawa sukacita.

Selalu menunggu sukacita datang membuat lupa bersyukur bahwa hidup kita masih panjang dan harus wajib untuk bangkit kembali. Mengingat kembali peristiwa buruk setahun lalu membuat duka semakin dalam, meyakinkan bahwa dirimu ternyata tak ada lagi di dalam ingatanku dan membuka luka terbuka kembali. Kepergianmu yang seperti embusan angin juga menginginkan bahwa duka itu juga akan seperti embusan angin yang merubah menjadi sukacita terdalam hidupku. Membayangkan kegiatan bersama berharap aku akan bersukacita bahwa kita pernah bersama.

Yah kembali kata rindu terucap yang berdoa adalah cara terbaik untuk mengungkapkan kepadamu melalui berdoa kepada sang Pencipta, bukan berdoa tentang kesehatan dan panjang umur lagi tapi melainkan mendoakan kerinduan seorang anak kepada ayahnya serta berdoa tentang harapan kehidupan kami ditengah2 kepergianmu yang begitu cepat. Andai kau datang kembali mungkin membuka sinar diwajah kami, membuka kembali senyum yang pernah terpudar dan membuka tawa yang sudah pernah sirna. Itu hanya hayalan semata dan berharap engkau akan hadir di mimpi kami dengan menyatakan kau turut bahagai akan kehidupan kami.

Selalu berdoa meminta pertolongan Tuhan membuatku semakin harus kuat menjalani hidup tanpa sosok ayah dan aku yakini selepas kepergian seorang ayah membuatku semakin tangguh dalam badai hidup dan berharap aku menjadi manusia yang akan dapat berdiri tegak mewujud nyatakan mimpi yang pernah aku dan ayah impikan walaupun raganya tidak tampak untuk mendukung tapi kuyakini sosok dan hatinya tetap bersamaku. Seiring waktu berjalan selalu terbeban bahwa ini keadaan terpuruk di dalam menjalani kehidupan, luka yang tak berdarah yang tak akan dimengerti atau dipahami oleh semua orang tapi kuyakini ini saat aku mengganggap peristiwa ini hujan, maka ketika berlalu akan muncul pelangi.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE