Kamu yang menyadari bahwa orang lain terlihat lebih baik, apakah memang demikian? Kamu terkadang merasa gengsi untuk mengakui bahwa kini berada "di bawah" daripada orang lain. Contohnya saat ini masih bekerja paruh waktu yang membuat kamu terkesan seperti pengganguran. Sedangkan teman-temanmu sudah bekerja tetap dan punya jabatan tertentu. Wajar bukan kalau kamu merasa gengsi mengakui bahwa kamu tidak seperti mereka?

Namun, apakah perlu untuk selalu demikian?

Advertisement

Perkara gengsi membuat kamu melupakan bahwa kerjaanmu saat ini ya memang benar adanya. Tidak perlu ditutup-tutupi namun butuh diakui. Meskipun kamu tidak sama dengan mereka, bukan berarti kamu di bawah mereka. Ini perkara jalan yang dipilih. Jika kamu memilihnya seperti ini, ya jalanilah. Namun, jika kamu ingin seperti yang lain, ubahlah jalanmu saat ini.

Sadarilah bahwa gengsi jangan dijadikan perkara. Itu hanya godaan sesaat yang membuatmu tidak menyadari bahwa sebetulnya semua belum berakhir. Masih ada hal yang bisa diukir dari dirimu. Jika kamu merasa bahwa gengsi ini benar, selamat kamu berada di jalan keliru.

Hai kamu, sudahkah bercermin hari ini?

Advertisement

Terimalah bahwa dirimu kini ya memang seperti ini. Mungkin jauh dari kata sempurna, namun bukan berarti tidak sempurana. Tugasmu adalah mencari bagian mana dari dirimu yang bisa menunjukkan kesempurnaan itu. Bukan malah berperilaku layaknya kamu memang sempurna, padahal itu bukan jujur dari hatimu.

Berhentilah.. sebab di kemudian hari kamu bisa lelah. Lelah berpura-pura dan memakai “topeng”. Padahal dirimu unik. Lain daripada yang lain. Terbukalah dan akuilah bahwa kamu memang tidak seperti orang yang kamu anggap sempurna. Setiap orang berbeda dan punya jalannya masing-masing. Jadi, berjalanlah sesuai jalur kamu, jangan ambil jalur yang lain.

Kamu dan aku.. kita sama.

Sama-sama ingin menyempurnakan kehidupan sendiri. Caranya? Yuk kita cari dengan diri sendiri. Aku mau berhenti bekerja dalam mode gengsi. Aku lelah. Sebab, aku menyadari bahwa itu bukan pekerjaan yang sesuai dengan diriku. Kalau kamu bagaimana?

Mudah-mudahkan kamu juga mulai menyadari bahwa diri sendiri jauh lebih keren daripada terus menerapkan gengsi. Gengsi jangan terus diberi makan dan minum, nanti akan makin berkembang tanpa bisa kamu tebas. Layaknya pohon yang terus tumbuh tinggi menjulang. Berhentilah memberi asupan pada gengsi, namun isilah dirimu dengan hal-hal yang mampu mengembangkan diri.

Sebab kamu unik. Semua dari diri kamu bekerja dengan ritme yang harmonis. Menunjukkan bahwa dirimu menarik dengan apa adanya. Tulus dan tanpa dibuat-buat. Mulai sekarang, aku harap kamu mau minta maaf pada gengsi. Karena hari ini, kamu berhenti mengikuti alur gengsi. Karena kamu mau mengikuti dirimu sendiri yang apa adanya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya