Mahasiswa Baru yang Bingung Akan Alur Perkuliahan dan Proses Mencari Jati Diri

Mahasiswa adalah seorang pelajar ditingkat perguruan tinggi. Tentunya mahasiswa dalam hal pemikiran sudah semestinya sudah dewasa. Tapi ternyata tidak semuanya dalam hal pemikiran belum dewasa. Loh kok bisa gitu? Bagi mahasiswa baru sih nggak kaget yah. Karena mereka masih terbawa suasana di sekolah sebelumnya SMA/K.

Advertisement

Mahasiswa baru ini masih dalam proses untuk beradaptasi. Karena masih awal sekali butuh yang yang namanya penyesuaian diri. Makanya banyak diantara mereka masih bingung dalam sistem perkulihan itu seperti apa. Ditambah lagi kuliah sekarang dalam proses pembelajaran itu menggunakan metode Daring atau biasa yang sudah biasa kita ucapkan adalah online.

Dalam pembelajaran online pun mereka tidak serius dalam mengikutinya. Saat pembelajaran mereka tidak fokus seperti melakukan kegiatan lain contohnya mereka sambil makan, rebahan dan lain-lain. Kenapa mereka hal itu biasa mungkin dalam pembelajan online mereka merasa bosan. Dan kadang mereka berpikir kok kuliah seperti ini doang ya.

Jika dibandingkan dengan kuliah luring atau biasanya kita menyebut offline. Dan dalam istilah lain yaitu PTM (Pertemuan Tatap Muka). Pastinya mereka lebih memahami arti kuliah yang sesungguhnya bahwa ini loh kuliah keren. Bahwa kuliah itu lebih dari sekolah tingkat SD sampai SMA.

Advertisement

Lalu bagaimana seseorang mahasiswa terutama mahasiswa baru agar menemukan jati diri sebagai mahasiswa seutuhnya?

Kadang yang paling utama jika seseorang mahasiswa agar tahu jati diri mahasiswa mereka serius atau niat mereka sebagai mahasiswa. Ya kan banyak yah diantara kita kuliah itu hanya sebagai formalitas belaka hanya untuk keliahatannya saja sebagai seorang mahasiswa. Padahal dalam hal pemikiran atau mindset atau pola pikir mereka masih dalam taraf sekolah umum biasa. Atau bahkan bisa dikatakan mereka tingkat pemikirannya sama dengan orang yang tidak kuliah. Jadi dalam menerapkan semangat kita atau pemikiran kita harus membedakan antara kita sebagai seorang mahasiwa dengan orang yang bukan mahasiswa.

Advertisement

Alasan lainnya biasanya faktor pendukung dari orang tua. Karena tentunya orang tua kita sudah membiayai kita dengan mahal untuk kita bisa kuliah atau melanjutkan kita kejenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi. Makanya ada seseorang mahasiswa pemacu semangat nya adalah orang bukan si doi. Dibalik kesuksesan kita ada orang di belakang kita yang rela berkorban demi kita.

Jadi pada intinya kita mau serius dalam menekuni sebagai mahasiswa. Walaupun sekarang kuliahnya itu online yang membosankan tetapi dibalik itu ada kesuksesan yang menanti kita. Dan kita mahasiswa harus memiliki pemikiran intelektual atau pemikiran yang tidak kuno. Hilangkan kebiasaan yang buruk karena orang tua yang harus dibanggakan.  

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Saya adalah anak pertama

CLOSE