Makna Kepulangan Bagi Anak Perantauan. Meski Pulang Tak Setiap Tahun Dilakukan

Makna kepulangan bagi anak rantau

Jika kedatangan dibekali dengan harapan maka kepulangan dimaknai dengan cinta dari orang yang menunggu di pintu rumah. Maka dalam perjalanan hidupmu, entah saat ini engkau sedang berkutat dengan modul perkuliahan, sedang bercumbu dengan semangat pergi pagi pulang sore untuk memungut rupiah, tuntaskan dengan pengabdian yang total.

Advertisement

Pundi-pundi harapan yang dititipkan pada pundakmu sudah seharusnya untuk tak boleh dihianati. Mereka yang menunggu di rumah akan terus mendaraskan doa saat malam cundangi bintang. Doa mereka pun bertemakan langkah yang tak kalah dan kepulangan yang bermakna. Mereka selalu berdoa dengan tulus demi jalan yang lurus dan mulus.

Dengan melunasi segala doa yang mereka daraskan mungkin akan memberi energi terbaru bagi hidup mereka. Langkah kaki mereka akan semakin kokoh, doa mereka tidak roboh. Semangat untuk bangun di pagi hari biar dapat berdiri di atas kaki sendiri berjalan seperti biasanya.

Pulang bagimu bukan cerita omong kosong dengan tipu muslihat yang tersistematis. Karena itu, saat engkau pulang ke rumah sebagai tempat pertama engkau diutus, akan merasa bangga ketika harapan mereka berhasil engkau genggam. Senyum mereka akan terbuka lebar, harapan mereka tentang hari baik di masa depanmu semakin membesar. Baiknya untuk tidak berseberangan dengan apa yang mereka harapkan.  

Advertisement

Pulang bagimu yang sedang berada di luar rumah adalah tanggung jawab. Pulang tidak sekedar membawa buah tangan berupa benda-benda yang mahal semata, tetapi lebih dari itu kiranya pulang dapat menuntaskan harapan yang mereka titipkan. Apabila pulang dengan menuntaskan impian yang awalnya mereka titipkan, tentu senyum sumringah terpancar dalam raut wajah mereka yang kian menua.

Pulang harus dibuktikan dengan segudang cerita-cerita terbaik tentang perjalanan hidupmu pada tempatmu berkarya. Kuping mereka akan dengan setia mendengar setiap cerita-cerita tentang jejak kakimu pada tempat engkau memulung mimpi, mulut mereka dengan polos menanggapi lika-liku hidupmu saat sedang menenun asa di tempatmu berkarya.

Advertisement

Mereka merupakan tipe orang-orang yang menaruh harapan besar dalam perjalanan hidupmu. Tawa mereka akan menggema saat cerita tentang keberhasilanmu terdengar di telinga mereka. Luka di hati mereka akan meruak saat engkau pulang dengan cerita tentang kegagalan, saat amanah yang mereka titipkan tidak dijalankan dengan baik.

Pintu rumah selalu terbuka lebar untukmu yang akan pulang. Dapur rumahmu siap suguhkan jamuan yang istimewa bagi mereka yang pada masanya akan pulang. Ibumu akan menyiapkan resep makanan yang terbaik sejagat raya bagi buah hatinya yang kembali. Ayahmu menyiapkan cangkir terbaru untuk bersama-sama mengecap kopi dari ladang kebanggannya.

Sementara bagi mereka yang sedang duduk di bangku kuliah baiknya saat pulang cerita tentang memakai toga terdengar di kuping mereka. Pulang dalam konteks ini membuat mereka semakin bangga dengamu. Mereka akan merasa dihargai jerih payahnya. Jemari mereka tidak sia-sia dalam membersihkan rumput di ladang yang menjadi harapan mereka. Tangan mereka tidak diabaikan saat membuang pukat ke lautan yang luas nan-ganas.

Suka tidak suka, mau tidak mau, pulang harus memiliki cerita yang membuat semuanya bangga. Engkau tertawa lepas karena berhasil meraih impianmu, sedangkan mereka tersenyum bahagia karena tanggung jawab mereka tuntas. Tentang cerita penuh cinta dalam pulang,  gapailah agar semuanya tak bermuara pada nasib yang malang. Raut wajah mereka tidak lekas menua akibat oleh beban hidup dari apa yang kamu torehi. Hargai perjuangan mereka, tuntaskan semuanya sebelum kamu pulang.

Pada akhirnya, setiap langkah kaki berujung kembali, pun pergi akan bermuara pada pulang. Pulang lebih dari sekedar kata kerja, sebab ada cinta bersama cerita di balik kepulangan. Di dalamnya ada cerita tentang rumah dengan segala rasa yang istimewa. Cinta pula yang akan selalu memanggilmu untuk kembali ke pangkuannya. Jangan lupa pulang bersama dengan cerita yang membuat mereka bangga. Semangat untuk pulang, perantau!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Saya seorang pendidik di Barat Sumatera. Selain menjadi guru, saya juga seorang blogger yang suka berkelana ke tempat yang baru. Saya menyukai kopi, puisi, cerpen dan pengagum tenunan hebat mama-mama di bumi Flobamora. Sebagai anak yang berbakti kepada kampung halaman, saya akan terus menceritakan kampung halaman melalui pena yang tidak akan mati.

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE