Hingga hari ini masih teringat bagaimana cara kita memulai cerita. Hanya dari pembicaraan sederhana dikala menghibur diri di sela sela rumitnya kehidupan. Mulai dari yang mengundang tawa hingga meneteskan air mata. Hanya saling berbagi cerita, sampai berujung saling simpan rasa. Entah apa pasti alasannya, aku pun sudah tak peduli. Entah apa sebabnya aku pun sudah tak mau tahu lagi. Yang pastinya begitulah kita memulainya. Dengan cara yang berbeda, kau dan aku seolah menjadi satu yang sama.

Aku yang selalu menutup diri dan selalu mengunci hati selama ini, akhirnya dileburkan oleh daya tarikmu. Bukan caramu berjalan, melainkan caramu membawa diri dalam kesan. Ketika itu ku tahu ada yang berbeda darimu. Atau mungkin hanya diriku yang melihat kau berbeda dari kacamataku. Yang pasti dirimu tak bisa kupungkiri mendapat ruang di hatiku. Untuk pertama kali dalam hidupku ada seorang yang mampu masuk jauh ke dalam hatiku. Membuka ruang indah bernama cinta dan membawa kuncinya hingga ku biarkan kau terus menyimpannya.

Advertisement


Terima kasih, kau membuatku merasakan indahnya rasa cinta


Kembali lagi pada pembicaraan yang selalu kita lakukan untuk menghabiskan malam. Selalu ada ucapan yang menjadi penutup pembicaraan malam kita. Ucapan serta do'a kebaikan tak pernah absen kita curahkan masing masing. Hingga tak terhitung berapa kali sudah aku mengharap baikmu dan entah berapa kali kau mengharap baikku. Karena itulah aku menjadi seorang yang lebih baik dari malam ke malamnya, berkat dirimu. Semoga engkaupun mendapat hal yang baik yang kuberikan untukmu, untuk kebaikanmu.

Menasehatimu dan mendo'akanmu malam itu seakan menjadi kewajiban baruku. Senyummu yang selalu mendamaikan hatiku selalu ku usahakan terukir. Sekarang, salah satu alasan bahagiaku adalah bahagiamu, dan hal itu begitu sempurna bila aku menjadi salah satu sebab dari lahirnya bahagiamu. Pun demikian denganmu, engkau tak biarkan diriku melangkah dalam kebaikan sendiri. Segala nasehat yang banyak yang telah kau simpan selama hidupmu, tak keberatan untuk kau bagikan padaku. Dalam sesaat, ketika itu aku merasa berada dalam indahnya semesta kasih sayang. Karenamu, malamku tak hanya dihiasi sang bintang. Namun juga dihiasi mulianya do'a darimu yang membentang di langit malam.

Advertisement


Penutup malamku adalah do'a ku untukmu.


Hingga penghabisan malam kita, engkau terus menjadi pemeran yang bersanding dengan orang tuaku yang selalu kupanjatkan do'anya. Menjadi hal yang terindah yang selalu kusebut dalam gelapnya malam. Menjadi topik terbaik yang kuperbincangkan dengan Tuhan. Menjadi untaian kata yang menjelma menjadi kalimat permohonan untuk selalu bersama dalam lindungan Tuhan. Kau adalah seorang yang cahayanya meredupkan bintang dalam malamku. Maka ku harap cahaya akhlakmu juga lebih indah dari itu. Dan harapku, cahaya imanku semakin terang karenamu.


Sekarang kita mungkin hanya bisa mengenggam lewat do'a dalam sajadah yang berbeda. Namun, meminta kebersamaanmu dalam satu jamaah dalam satu ikatan yang mulia, selalu ku aamiin kan dalam do'aku kepada Tuhan.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya