Bully, salah satu fenomena yang disenangi kaum-kaum bodoh sok pintar yang akan memundurkan semangat berkarya orang – orang di sekitarnya, bahkan yang telah ia kenal.

Oke, kita ga akan bahas BULLY-nya di sini, tapi kita akan bahas sesuatu yang bisa menimbulkan niat ngebully dari diri seseorang. Yap! NGOMONG BAHASA INGGRIS BELEPOTAN! "Haha sok inggris kau!" (Lah terus kalau bule ngomong Bahasa Indonesia, doi jadi sok Indo gitu?) "Alah! Please lah jangan pake google translate. Malu!" (Ya gunanya google translate apa dong kalau bukan buat kita cari tahu terjemahan berbagai bahasa? Ngaco nih biji nangka) "Ga cinta bahasa daerah sendiri nih aelah" (Orang-orang hampir tiap saat tiap waktu ngomong bahasa daerah dan bahasa ibu.

Advertisement

Tapi gabisa dipungkiri kita dituntut untuk bisa berbahasa Internasional biar bisa bersaing. Dangkal bgt dah) "Kalau mau ngomong ya ditata dulu lah biar ga malu2 bgt" (yakali kamu ketemu 'Native Speaker' di jalan harus ngacir les bahasa inggris dulu baru ajak ngobrol) "Malu lah ngomong asal sama orang luar diketawain!" (sepengalamanku justru waktu ngomong sama bule jaman SMK dan bahasa inggrisku luarbiasa belepotan dia justru mencoba mengerti dan membantu membenarkan, bukannya ngetawain. Suudzon aja nih) "Grammar lu ancur!" (banyak kok bule grammarnya juga ancur, tp karena mereka bule terus kalian ga berani protes karena 'dia kan bule' hufft)

Oke, komentar-komentar di atas melupakan contoh-contoh 'kritik' pedas seringkali bikin males orang-orang untuk mencoba berbahasa inggris lagi. Padahal kita tau, kemampuan berbahasa Inggris sangat diperlukan lohhh baik dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja. Tapi karena banyaknya kritikan yang dapat menjatuhkan keberanian seseorang akhirnya mereka males buat nyoba-nyoba ngomong menggunakan bahasa inggris lagi. "Pake bahasa indo nyampur-nyampur bahasa daerah aja lah. Aman," pikir mereka setelahnya.

Padahal, baik guru saya semasa sekolah sampai dosen saya saat ini selalu mengingatkan, modal untuk BISA berbahasa inggris adalah BERANI. SPEAK UP, sobat q! Tapi ya, kalau temennya baru ngomong dikit, terus belepotan dan kita ketawain. Habislah keberaniannya untuk berbicara bahasa inggris di depan umum :')

Advertisement

Gini deh gini… Coba mulai sekarang ubah mindset 'ngebully' dengan 'mendukung' usaha orang-orang di sekitar kita. Pahami hal-hal seperti :

1. Maklumi, artinya ya kita patut mengapresiasi saat ada orang yang berani menunjukkan taringnya dengan berbicara bahasa inggris atau menuliskan sesuatu berbahasa inggris. Memberitahu kesalahannya boleh banget, sembari belajar bareng itu bener banget. Tapi kalau langsung ngejudge 'ah bego lo', plis hindari kawan. Masa bule ngomong Bahasa Indonesia doang yang kalian maklumi, tapi kalau kawan sendiri ngomong Inggris dibully?

2. Pahamilah kalau menggunakan google translate itu ga dosa. Ga salah orang-orang menggunakan google translate sebelum berbicara atau menulis. Setidaknya dia ada usaha untuk belajar dan itulah gunanya google translate. Jadi inget ya, jangan salahin orang-orang yang menggunakan google translate, karena emang ga dosa. Yang dosa mah kalau gunain akun orang terus ga izin alias maling. He he…

3. Jangan Diketawain, Tapi Diajak Belajar Bareng. Seengganya hidupmu akan lebih berguna daripada cuma sekedar jadi tukang bully yang bikin malu orang tua 😊

Yuk, berani SPEAK UP! Terserah kamu cuma tau which is which is litterally such as atau kalimat2 selebgram lainnya, yang penting pengetahuan kosakatanya jadi nambah kan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya