Masa Berjaga, Lebih Baik Diam atau Bergerak Lebih Cepat?

Menghargai Waktu

Kita pasti pernah memiliki lebih banyak waktu. Terlebih di masa pandemi ini yang mengharuskan kita menghentikan aktifitas di luar rumah. Ruang gerak kita serba terbatas. Kita jadi punya banyak waktu di rumah. Waktu luang yang ada sebaiknya diisi dengan diam atau bergerak?

Advertisement

Masa berjaga atau waktu luang disebut sebagai masa yang berbahaya. Mengapa? Karena ia bagai pisau bermata dua yang mendatangkan dua pilihan yaitu jeda dan kesempatan. Sebuah jeda yang lama akan membuat kita merasa bosan dengan berbagai rutinitas yang itu, itu lagi. Dan kesempatan yang ada membuat kita bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya tertunda.

Lalu apakah masa berjaga itu berarti kompetisi produktivitas?

Jawabannya tidak.

Tidak apa kalau kita ingin mengisi masa berjaga dengan istirahat lebih lama, mengambil jeda untuk bersantai tanpa melakukan apa-apa. Sebab hanya diri kita yang tahu kapan harus berhenti dan memulai lagi. Tapi, jangan sampai kita merasa pusing dengan pergerakan orang lain yang melaju lebih cepat. Yang cepat belum tentu baik. Ingat,  menuju suatu puncak tidak diperhitungkan dengan seberapa cepat untuk sampai melainkan seberapa baik kita melalui perjalanannya.

Jadi, pelan-pelan saja nikmati pemandangan di sekeliling, jika memang lelah ya berhenti saja. Rasanya kita juga perlu mengambil jeda untuk memahami keterlambatan itu, memantapkan hati, mempersiapkan diri untuk memulai lagi.

Advertisement

Jika kita memilih untuk bergerak juga tak apa. Kesempatan akan lebih banyak terbuka dengan waktu banyak yang kita miliki. Ambil kesempatan itu .Tapi, ingat sewajarnya, secukupnya saja. Jangan ledakkan produktivitas! Kita perlu sesekali berhenti, mengambil nafas, mengisi energi lagi. Jangan sampai karena terlalu bersemangat membuat energimu terkuras habis sebelum waktunya.

Perjalanan ini bukan sebuah kompetisi. Tidak ada orang yang mengejarmu untuk ini, untuk itu.  Hendaknya ingatkan kepada diri sendiri bahwa kita sudah baik berjalan sejauh ini. Kita sudah baik ingin selalu bertahan dan berjuang.

Masa berjaga atau waktu luang adalah pisau bermata dua, memang berbahaya. Maka, berhati-hatilah dengan pilihan yang kau buat, baik berhenti atau bergerak. Tidak salah jika kau harus mengambil jeda sedikit lebih lama, tidak salah juga jika harus memilih bergerak.

Toh, waktu tak pernah berhenti, pada akhirnya masa diam dan bergerak akan bergulir juga. Ketika sedang diberi banyak waktu gunakan sebaik-baiknya, sebijak-bijaknya. Kendalikan dengan baik. Jangan sampai berlebih menggunakan porsinya. Manfaatkan sesuai kebutuhanmu. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE