Senin hingga minggu, kau bunuh waktu dengan semua tugas dan tanggung jawab. Hari-hari membawamu bertemu dengan banyak orang, kau mungkin tak bisa mengenali mereka satu persatu dengan cepat, namun mereka mampu mengingatmu dalam waktu yang singkat. Kau akan hadapi mereka dengan watak yang berbeda, padangan yang berbeda, dan tujuan yang berbeda darimu. Pesanku, janganlah menjadi sama dengan orang lain, jadilah dirimu sendiri, namun banyaklah belajar dari berbagai perbedaan yang ada.

Saat kau mengalami kesulitan dalam tugasmu, ingatlah bahwa kau selalu bisa lebih baik. Merenunglah untuk semua gejolak kehidupan yang telah kau hadapi, dan gejolak hari ini pasti mampu kau lewati. Banggalah pada dirimu sendiri, dengan semua tugas tanggung jawab yang kau lakukan, jangan sekalipun berkecil hati. Semua orang wajib berbangga dengan dirinya, atas keputusan hidupnya. Banyak orang diluar sana menjalani hidup dengan kebingungan, takut mengambil tugas tanggungjawab, dan takut memutuskan kemana arah hidup.

Advertisement

"Kuatkanlah hati, hargai hidup, dan banggalah pada dirimu."

Saat waktu membawamu dalam masa yang sangat sulit, maka ingatlah perjuangan ayah dan ibu. Doa-doa mereka tak pernah putus untukmu, keringat mereka tak pernah berhenti untuk masa depanmu. Malam-malam sebelum mereka tidur, mereka mengadu kepada Tuhan, agar masa depanmu menjadi baik. Hanya mereka kekuatan yang tak pernah hilang dan tak sekalipun pergi meninggalkan dengan kebohongan.

"Selain Tuhan Yang Maha Kuasa, ayah dan ibu adalah manusia setia yang akan bersamamu dalam setiap kesuliatan dan kebahagiaan, tangisan dan tawa."

Advertisement

Walaupun aku yang mengatakan 'sangat mencintaimu' atau dia yang 'menawarkan cinta'. Siapapun yang kau cintai, kau tinggalkan, atau yang mencoba mengetuk pintu hatimu, ini tak bisa dijadikan alasan. Meskipun seorang mencintaimu dengan luar biasa, menunggumu dengan sabar, kuat hatinya untuk bersamamu, jangan jadikan ini alasan. Waktu dapat mengubah semua orang, begitu juga arah hati, namun tidak dengan doa dan cinta ayah begitupun ibu. Sebesar cinta yang seorang beri untukmu, maka setulus itu juga hendaknya ia mendorongmu untuk mendahulukan ayah dan ibu.

Lihatlah dirimu di cermin, rupamu dan sikap penuh kasih mungkin mirip sang ibu, sikapmu yang keras dan tegas akan prinsip hidup mungkin mirip ayah, cintamu mungkin terbentuk dari kerasnya lika-liku hidup. Maka tidak ada kebahagiaan individu lain yang lebih penting daripada kebahagiaan ayah dan ibu, yang kau perjuangkan.

"Percayalah pada hatimu, apa yang membuatmu bahagia ? dimana tempatmu merasa begitu nyaman, dan bebas tertawa? Dirimu dan hatimu sangat tahu apa yang paling baik."

Seorang yang besar cinta padamu tak akan meninggalkanmu walau dia bukanlah alasan kau melangkah, seharusnya ia berbangga melihatmu melangkah karena inginmu dan cita-citamu. Bahkan Ia akan membiarkanmu untuk memilih keluarga, karena ia tak mungkin dijadikan pilihan, antaranya dan orangtuamu. Ia akan mendukungmu walau kau seringkali melupakannya, ia akan ada untukmu tanpa memintamu ada untuknnya.

"Untuk semuanya; Berusahalah melakukan yang terbaik untuk masa depanmu, raih semua cita yang kau inginkan, wujudkan semua mimpi jadi kenyataan, hingga suatu saat kau akan temukan dan melihat dunia yang lebih luas."

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya