Adakah yang memberimu kebebasan selain waktu ? Memuja – muja kesibukan kemudian lupa, bahwa waktu memegang kendali semuanya. Yang tak pernah memberi ijin untuk mengembalikan detik – detik yang telah usai. Juga tak pernah berperan sebagai tombol pause dan play. Setidak terima apapun, waktu akan terus bergulir mengikuti jalan – jalan yang tersedia. Sampai – sampai kita lupa ada bagian lain yang berhak atas waktu. 

Waktu yang melenakan, waktu yang selalu memberi kesempatan tapi diabaikan. Deadline mengambil alih waktu tubuhmu beristirahat. Dunia mengambil alih peran waktu akhiratmu. Gadget mengambil alih setiap detik tasbihmu. Musik mengambil waktu ayat – ayatNya berkumandang. Stress mengambil alih waktumu menyapu kejenuhan. Atau bahkan kita juga mulai lupa bekerja keras sedangkan beberapa kilometer dari tempat berdiri, bapak dan ibu mulai menua. Menggantungkan harapan pada calon – calon sarjana. 

Perihal waktu yang sering disia – siakan. Tau – tau berakhir begitu saja tanpa bekas. Menolak lupa pun tak bisa. Ia merekam setiap jejak langkah kaki dan tangan kita. 

Apalagi menyesal, tak akan menggeser kenyataan barang satu centimeter. Renungkanlah tentang waktu yang telah banyak kita sia – siakan. Bahwa kita telah kehilangan waktu. Kita telah banyak kehilangan waktu kita untuk diri sendiri.