Siapa yang tak kenal dengan Masjid Raya Baiturrahman? rasanya kurang pas bagi anda yang sudah ke Aceh namun belum pernah sekalipun beribadah atau berkunjung ke masjid yang menjadi symbol kemegahan Kota Banda Aceh ini. Berlokasi ditengah kota, membuat pengunjung dengan mudah menjangkau jika ingin datang kesana. Selain dikenal dengan kemegahan dan keindahan arsitekturnya yang memukau, masjid ini memiliki sejarah yang menjadikannya symbol agama, budaya, ketangguhan dan perjuangan rakyat Aceh.
Masjid Raya Baiturrahman didirikan pada tahun 1612 pada masa kekuasaan Sultan Iskandar Muda. Namun sumber sejarah lain menyebutkan masjid ini dibangun lebih awal yaitu pada tahun 1292 oleh Sultan Alaudin Mahmudsyah. Sejak awal didirikannya yaitu pada masa Sultan Iskandar Muda, masjid ini selain untuk beribadah juga memiliki fungsi lain, yakni sebagai pusat pendidikan ilmu agama. Kala itu banyak kalangan bahkan dari luar negeri seperti Melayu, Persia, Arab, dan Turki yang datang untuk memperdalam ilmu agama.
Pada zaman penjajahan belanda, Masjid Raya Baiturrahman dijadikan markas pertahanan, namun dalam agresi militer Belanda II pada 1873 yang dipimpin oleh Jenderal Van Sweeten, masjid ini dibakar hingga habis sebagai upaya balas dendam mereka atas tewasnya Mayjen Khohler kala itu. Namun, upaya Belanda ini tak dapat menghentikan perlawanan para pejuang Aceh, hal ini justru membuat semangat juang mereka kian memacu. Enam tahun berselang, tepatnya di tahun 1879 untuk meredam kemarahan rakyat Aceh, gubernur Jenderal Van Lansnerge lalu memulai membangun kembali masjid raya ini.
Masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu masjid termegah di Asia Tenggara. Masjid ini memakai gaya arsitektur Mughal dengan menara dan kubah yang besar, layaknya Taj Mahal di India dan ditambahkan berbagai unsur lain, termasuk budaya asli Aceh.
Bukan hanya sejarah perlawanan Belanda, Masjid Raya Baiturrahman juga menjadi saksi dahsyatnya bencana tsunami yang terjadi pada 26 desember 2004 silam. Masjid Raya Baiturrahman menjadi saksi sejarah bagaimana ombak setinggi 21 meter meluluh-lantahkan Aceh. Meski bangunan disekelilingnya diratakan oleh gelombang tsunami, masjid kebanggaan rakyat Aceh ini masih tetap kokoh berdiri.
Masjid Raya Baiturrahman terus menambah dekorasi baru setiap saat, dan Saat ini Masjid Raya Baiturrahman tampil dengan wajah baru yakni dengan replika payung yang menyerupai Masjid Nabawi di Arab Saudi, yang kian menambah kemegahannya.
Masjid Raya Baiturrahman sangat cocok dikunjungi bagi anda yang ingin berwisata religi. Untuk berkunjung ke masjid ini, tidak akan dipungut biaya masuk. Namun pastikan anda menggunakan pakaian tertutup yang memenuhi syariah islam, bagi laki-laki menggunakan celana panjang sedangkan untuk wanita menggunakan kerudung.
ADVERTISEMENTS
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”