Tatyana Hadi

Dari kecil, matematika adalah musuh terbesar seorang pelajar. Saat kelas matematika datang, semua pelajar pasti akan mengeluh. Namun, tidak semua mahasiswa benci matematika, malah ada sekelompok orang yang justru gemar matematika. Ada juga orang yang menjadikan matematika sebagai pekerjaan dari senin ke jumatnya.


Dudi Hadi Santoso adalah salah satu contoh orang yang menjadikan matematika sebagai pekerjaan sehari-harinya. Beliau adalah seorang auditor di sebuah Mazars.


Advertisement

Menurut wawancara saya dengannya, tugas utama dari seorang auditor adalah untuk memberi opini atau informasi keuangan dari suatu perusahaan dalam periode satu tahun. Dudi Hadi Santoso atau Pak Dudi sudah menjalankan profesi sebagai auditor selama 18 tahun. Beliau pernah berkata bahwa profesi yang ia pilih termasuk profesi yang lumayan mudah. Katanya jika berurusan dengan angka, tidak perlu menghafal apa-apa.

Sebelum menjadi auditor, ada beberapa langkah yang harus diambil, salah satunya adalah kuliah. Sebelum Pak Dudi masuk Universitas Indonesia, ia sempat diterima di universitas yang dikenal sebagai STAN, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia sempat menghabiskan waktu selama setahun di universitas ini, lalu, ia diterima di Universitas Indonesia. Langsung ia bergegas pindah ke universitas yang lebih akrab dipanggil UI.

Saya dapat kesempatan untuk bertanya Pak Dudi. Pertanyaan yang saya ajukan kepadanya adalah apakah ada kesulitan dalam menjadi auditor. Menurutnya, ada bermacam-macam kesulitan, diantaranya adalah sulitnya mendapatkan data pendukung yang diperlukan dalam memeriksa informasi keuangan sebuah perusahaan. Cara beliau menangani kesulitannya adalah beliau harus request data yang diinginkan terlebih dahulu jadi saat data tersebut sedang diminta, langsung dikasih.

Advertisement

Pria lulusan UI ini juga mengakui bahwa ia tertarik dengan profesi ini karena dapat pegalaman memeriksa data keuangan dari berbagai macam industri seperti manufaktur, jasa, perdagangan, perbankan dan lain-lain. Industri tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda masing-masingnya. Menurutnya, interaksi dan komunikasi dengan berbagai macam orang juga menariknya kepada pekerjaan ini. Ia juga dapat belajar hal baru seperti cara berkomunikasi dan interaksi dengan orang-orang dengan karakter yang berbeda-beda.


Tidak semua orang bisa cocok dengan pekerjaan sebagai auditor ini. Menurut Pak Dudi, keterampilan khusus yang dibutuhkan untuk menjadi auditor adalah harus memiliki interest dengan angka-angka dan juga analisa. Profesi ini banyak menganalisa angka-angka yang tertulis di laporan keuangan.


Ternyata, menjadi auditor tidak sesusah yang dibayangkan. Hanya butuh dedikasi dan kerja keras. Untuk meraih semua cita-cita, dedikasi, dan kerja keras pasti dibutuhkan. Jika kamu commit kepada sesuatu, pasti akan tercapai!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya