Matematika Dalam Kehidupan Kita, Apakah Bisa Diterapkan?

Yang namanya ilmu pengetahuan pasti tidak akan pernah sia-sia.

Apa yang Anda pikirkan saat mendengar kata ‘matematika’? Ketika kita berada di sekolah menengah, banyak orang yang seringkali menanyakan tentang apa fungsi matematika dalam dunia kerja. Apalagi, orang-orang yang tidak mengambil jurusan IPA. Padahal, matematika mempunyai pengaruh dalam berbagai bidang. Survey membuktikan, orang-orang yang saat bersekolah memiliki nilai matematika yang baik memiliki tingkat pengangguran yang cenderung lebih rendah dan karir yang lebih baik.

Advertisement

Matematika berpengaruh dalam berbagai bidang, salah satunya adalah politik. Bagaimana pemerintah dapat mengambil kebijakan, bagaimana pihak oposisi menyerang pemerintah, terkadang tidak lepas pengaruhnya dari statistika yang mana adalah bagian dari ilmu matematika. Untuk berbagai kepentingan politik, ada pihak yang memanfaatkan matematika, ada pihak yang memanfaatkan matematikawan. Matematika dimanfaatkan dengan data, analisis dan lain sebagainya, sedangkan matematikawan dimanfaatkan dengan cara dibayar untuk berbohong mengenai data, analisis, dan lain sebagainya.

 Ketika menghubungkan matematika dengan politik, banyak dari kita yang akan langsung berpikir tentang statistika dalam pemilihan umum. Setiap pemilihan umum, kita dapat melihat secara langsung bagaimana persentase setiap calon (quick count) lewat televisi, atau media lainnya. Tetapi anehnya, mengapa seringkali ketika kita mengganti saluran televisi, statistiknya berbeda dengan saluran yang lainnya, media lain juga berbeda. Perbedaan ini dapat terjadi karena adanya perbedaaan metode dalam mengumpulkan data.

Ada beberapa metode untuk mengumpulkan sampel yang akan dijadikan data quick count, diantaranya adalah random sampling, systematic sampling, cluster sampling, dan stratified sampling. Random sampling adalah metode pengambilan sampel secara acak. Misalnya ketika pemilihan presiden. Dari seluruh populasi (seluruh WNI),  semuanya memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel. Systematic sampling adalah metode pengambilan sampel yang sistematis. Misalnya dari 100.000 data yang ada, yang menjadi sampel adalah kelipatan 10. Cluster sampling adalah metode pengambilan sampel dengan cara membagi populasi ke dalam beberapa kelompok. Misalnya dalam pemilihan presiden, seluruh populasi dibagi menjadi beberapa kelompok, dalam hal ini provinsi. Lalu, dipilih secara acak provinsi mana yang akan menjadi sample. Terakhir, stratified sampling adalah metode pengambilan sampel dengan cara membagi ke beberapa kelompok dan mengambil sekian persen dari setiap kelompok yang kemudian digabungkan. Misalnya dalam pemilihan presiden, populasi dibagi menjadi beberapa kelompok yang mana dalam hal ini adalah provinsi. Sample diambil dari 60% penduduk Jakarta, 60% penduduk Jawa barat, 60% penduduk Jawa Timur, dan yang lainnya yang kemudian digabungkan datanya.

Advertisement

Perbedaan statistik yang ditampilkan dapat terjadi karena perbedaan pengambilan sampel. Selain itu, ada beberapa pihak yang secara sengaja mengacaukan pengambilan sampel. Misalnya, mereka mengetahui di daerah Jakarta mayoritas mendukung calon A, sedangkan mayoritas di daerah Jawa Barat mendukung calon B. Karena pihak media atau saluran televisi itu mendukung calon A, maka mereka hanya mengambil sampel dari daerah Jakarta atau daerah-daerah lainnya yang mendukung calon A. Hal ini dapat mengakibatkan salah persepsi dalam masyarakat. Apalagi, kecenderungan masyarakat Indonesia adalah hanya ingin melihat apa yang mereka harapkan. Kalau mereka berharap calon A menang, mereka hanya melihat yang menunjukkan calon A menang dan ketika melihat calon B lebih unggul, mereka langsung mengganti saluran televisi atau tidak mau melihat media tersebut sama sekali.

Selain pemilu, matematika juga digunakan untuk membuat strategi atau kebijakan. Misalnya dalam menangani pandemi COVID-19. Pemerintah melihat berapa peluang penularan virus antar manusia. Kemudian pemerintah memecah kebijakan untuk mencegah peluang penularan menjadi tiga bagian, yaitu di sekitar tempat tinggal, di perjalanan, dan saat beraktivitas di luar rumah. Pertama, pencegahan di sekitar tempat tinggal dilakukan dengan cara pembentukan Pusat Komando (Posko) tingkat Desa/Kelurahan. Kedua, pencegahan saat di perjalanan dilakukan dengan cara menjadikan kartu vaksinasi, surat tanda negatif COVID-19 dan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP). Ketiga, pencegahan saat beraktivitas di luar rumah dilaksanakan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Advertisement

Contoh lain adalah mengenai ketimpangan sosial. Ketimpangan sosial di Indonesia tercermin dari rasio Gini dan simpanan orang kaya yang masih mendominasi simpanan bank. Rasio Gini itu sendiri adalah indikator yang menunjukkan tingkat ketimpangan pengeluaran secara menyeluruh. Dengan memasukkan beberapa data ke dalam rumus yang ada, akan keluar nilai dari rasio Gini yang menunjukkan seberapa parah ketimpangan di Indonesia. Nilai dari rasio Gini hanyalah antara nol hingga satu. Semakin mendekati satu, makanya semakin parahlah ketimpangan sosial di Indonesia. Rasio Gini bernilai nol berarti pemerataan pendapatan secara sempurna sedangkan rasio Gini bernilai satu berarti ketimpangan yang sempurna sehingga rasio Gini diusahakan untuk mendekati nilai nol. Untuk memungkinkan keadaan ini, pemerintah harus melakukan beberapa upaya. Dikutip dari situs Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Bidang Perekonomian), untuk mencapai keadaan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Darmin Nasution mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi khusus.

Pertama, membangun infrastruktur strategis dan prioritas: pelabuhan, bandara, bus rapid transit, kereta api, jalan baru, listrik, bendungan, dan kilang minyak.Selain itu, pemerintah juga menyediakan cara lain seperti pemberian bantuan sosial, fokus pada program reforma agraria, pendidikan/pelatihan vokasi, serta melakukan reformulasi dan penajaman kebijakan pengembangan industri manufaktur, pariwisata, perdagangan dan perikanan.

Matematika adalah ilmu yang dapat mencakup banyak bidang, termasuk politik. Misalnya saat pemilu, matematika berperan untuk melakukan quick count. Quick count ini dilakukan dengan beberapa cara, seperti  random sampling, systematic sampling, cluster sampling, dan stratified sampling. Selain pemilu, matematika juga dapat digunakan untuk membuat kebijakan. Misalnya ketika pandemi COVID-19 ini, pemerintah memperhitungkan peluang seseorang tertular virus COVID-19 ini. Kemudian, keluarlah kebijakan dalam menangani kondisi pandemi ini seperti pendirian Posko, PPKM, dan syarat memiliki surat vaksinasi dan surat tanda negatif COVID-19. Kemudian, matematika juga dapat dilakukan untuk mengetahui ketimpangan sosial di Indonesia.Dengan rasio Gini, dapat dilihat seberapa parah ketimpangan di Indonesia sehingga pemerintah dapat mengambil keputusan yang paling tepat berdasarkan situasi. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

CLOSE