#RemajaBicaraKespro-Ini Caraku Melepaskan Temanku dari Toxic Relationship

Terjebak toxic relationship

Kalian pernah punya nggak sih temen yang terjebak di toxic relationship atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan hubungan tidak sehat? Toxic relationship disebabkan perilaku buruk yang dilakukan pada salah satu pihak pasangan dalam suatu hubungan. Seperti merendahkan, mencaci maki, terlau mengekang, kekerasan fisik, dll. Yang pasti rasanya sedih dan kasihan melihat teman kita diperlakukan yang tidak baik oleh pasangannya. 

Advertisement

Kalau sudah diperlakukan tidak baik atau kasar dengan pasangan, biasanya sudah ada inisiatif untuk berpisah saja daripada harus menerima perlakuan seperti itu terus menerus. Namun berbeda dengan temanku. Sudah berkali-kali dimaki, diselingkuhi, dibohongi, dia tetap saja tidak mau berpisah. Alasannya juga nggak logis banget deh! Karena masih cinta katanya. Padahal sudah berkali-kali disakiti.

Terkadang ada juga orang yang tidak bisa lepas dari pasangannya karena diancam lho! Banyak banget pengalaman-pengalaman toxic relationship yang bikin merinding dan bisa kalian cari di seluruh media sosial. Oke-oke, kembali ke pembahasan temanku, jadi disini aku menceritakan kisah hubungan toxic temanku dan caraku bisa membuat dia melepaskan pasangannya.  

Yaa, dia seperti anak remaja pada umumnya, yang pasti sedang gencar-gencarnya menyukai lawan jenis. Temanku mendapatkan pacar barunya saat SMP. Awal-awalnya semua terlihat normal seperti pasangan pada umunya, hingga mereka sudah menjalin hubungan hampir satu bulan, pacar temanku ini mulai memperlihatkan sifat aslinya. 

Advertisement

Dia mulai kasar, bahkan saat sedang marah kata-kata kotor bisa keluar dengan sangat mudah dari mulutnya. Dan tentu saja kata-kata kotor itu tertuju untuk temanku. Aku sebagai temannya mulai khawatir dan takut dia akan berbuat yang lebih buruk lagi. Tetapi temanku ini masih menganggap hal itu normal. Katanya sih, laki-laki wajar ngomong kasar seperti itu kalau sedang marah. 

Akhirnya hal yang aku khawatirkan pun terjadi. Dia mulai berbuat semena-mena pada temanku. Dia mulai body shaming. Katanya dia menyesal mempunyai pacar gendut seperti temanku. Ya, temanku ini badannya lumayan berisi. Padahal menurutku beratnya ideal.

Pacar temanku ini les badminton. Aku dan temanku mendapat kabar kalau dia memiliki hubungan spesial dengan salah satu perempuan yang juga les di tempat itu. Akhirnya temanku memutuskan untuk mengecek sendiri dan ternyata benar, dia mendapati pacarnya sedang berduaan dengan perempuan lain.

Temanku ini langsung mencurahkan isi hatinya padaku alias curhat. Dia sampai menangis tersedu-sedu lho! Perempuan mana yang nggak sakit melihat pacarnya sendiri selingkuh. Tetapi pacar temanku ini licik banget. Dia merayu temanku lagi. Dia bilang itu cuma teman, bukan pacarnya. Dan kalian tau apa? Temanku memaafkan dia dan mereka pacaran lagi!

Dan nggak cuma itu aja, pacar temanku ini pernah mencuri uang temanku. Katanya uang pacarnya itu juga uang dia juga. Padahal uang itu uang untuk bayar SPP sekolah lho, guys! Dan dia masih memaafkan pacarnya lagi. Kalian pasti bacanya gregetan kan? Aku lebih gregetan karena aku yang menyaksikannya langsung.

Karena menurutku ini sudah terlalu jauh dan pacar temanku ini sudah terlalu keterlaluan, akhirnya aku punya cara yang bisa membuat temanku lepas dari toxic relationship:

Biarkan dia merenung

Membiarkan dia merenungkan kesalahannya dalam mempertahankan hubungan yang tidak sehat itu merupakan salah satu cara yang aku terapkan. Aku sudah berkali-kali memberikan nasihat kepada dia dan itu nggak mempan. Akhirnya aku cari tahu kenapa nasihat itu tidak mempan untuk orang yang terjebak di toxic relationship.

Mereka sebenarnya tahu apa yang mereka lakukan itu salah. Mereka tidak bodoh kok, guys. Mereka tahu mempertahankan hubungannya itu salah. Tetapi susah untuk melepaskan itu, entah karena diliputi rasa cinta atau karena alasan lain.

Jangan paksa dia untuk berpisah

Tidak memaksanya untuk berpisah juga salah satu caraku. Yang menyaksikan toxic relationship temanku ini bukan hanya aku saja, ada teman-teman yang lain yang ikut gregetan menyaksikan hubungan yang tidak sehat itu. Saat itu ada yang menasihati temanku untuk segera berpisah dengan pacarnya. Intonasi bicara dan kata-katanya terkesan membujuk dengan paksa. Temanku ini bukannya menuruti bujukan itu tetapi malah membela pacarnya. Jadi dari situ aku tahu memaksanya untuk berpisah tidak efektif.

Jangan mengatai atau menyalahkannya

Kita sebagai temannya pasti merasa frustasi dan bingung kenapa ya dia masih mau aja melanjutkan hubungan itu. Pasti ada aja yang bilang, "Kamu kok bodoh sih, masih mau aja sama dia", atau, "Ya salah kamu kenapa nggak pisah aja." Jangan begitu ya, guys. Dia cerita sama kita pasti karena dia memang sedang sedih dan butuh dukungan. Kalau lagi sedih lalu disalahin pasti tambah sedih dong. Nanti dia jadi malas cerita sama kita dan kita jadi gagal untuk menyelamatkan dia dari toxic relationship-nya.

Berikan kata-kata penyemangat

Sedikit kata-kata semangat bisa membuat hatinya menjadi lebih tenang lho! Pasti kalau habis diperlakukan buruk sama pasangan rasanya sedih, marah, gelisah, campur aduk deh. Maka dari itu, kita harus menyemangatinya. Kalau kita terus menyemangatinya, dia akan percaya dengan omongan kita dan pelan-pelan mulai melepaskan pasangannya.

Demikan cerita dan tips dariku. Semoga bisa membantu untuk kalian yang mempunyai teman yang mengalami hal sama. Terimakasih sudah membaca!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE