Banyak orang bertanya "kapan menikah?" Membuat lidah kita kelu menjawab dengan jawaban apa lagi. Sudah sering bertanya sampai bosan menjawab, mereka pikir menikah itu hal yang mudah.

Belum persiapannya, belum dananya, belum keluarganya, belum yang lain-lainnya, semua itu kembali kepada kesiapan dan materi alias uang. Banyak sebagian orang berpikir pernikahan itu tidak apa-apa dimulai dari nol! Seperti menikah dengan dana dari orangtua atau menikah dengan terpaksa alias tekdung duluan calon istrinya. Jadi, menikah dengan persiapan dadakan yang penting nikah dulu, lainnya gampang. Tidak memikirkan bagaimana kehidupan setelah hari H pernikahan itu. Rumah kontrak dulu tak apalah, asal kita bisa satu atap bersama.

Advertisement

Zaman sekarang sudah maju semua, mulai merangkak naik, harga bahan bangunan belum harga tanah semakin melonjak. Itulah kenapa membangun rumah tangga dengan persiapan ala kadar modal nekat tidak bisa membangun rumah, dan lebih memilih mengontrak rumah. Hal ini karena sama sulitnya membangun rumah. Punya rumah kredit tapi cuma ada kamar, ruang tamu dan kamar mandi, dapur dan lain-lain.

Tetapi jika kita membangun rumah, mempersiapkan pernikahan dengan baik dengan ala kantong kita, dijamin setelah menikah tidak sulit lagi membangun rumah. Karena kita sudah punya rumah setelah menikah dan pasangan yang berjuang menemani bersama itu sangat jarang ada. Jadi jangan disia-siakan jika pasangan kita mau menerima dan menemani kita kala kita susah.


Hanya sedikit orang yang bisa merasakan kebahagian dan bangga membangun rumah baru dan rumah tangga hasil keringat kita sendiri.


Advertisement

Jadi, jangan sombong ya, kamu yang sudah menikah tapi masih minta dengan orangtua dan membangun rumah hasil warisan atau keringat orang tua! Karena di bawah kamu ada yang harusnya lebih bangga.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya