Himpunan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Esa Unggul berkesempatan untuk hadir dalam seminar yang membahas “ Handling Snack, Ular Bukan Untuk Dibunuh” yang digelar di Gedung Junction Ukrida Jakarta Barat.

Dalam seminar yang dihadiri oleh sejumlah Mapala dari beberapa Universitas di Jakarta seperti Aryancala Trisakti, Bropela Indosiar dan Palmater STMIK tersebut, para peserta membahas mengenai bagaimana cara Penangkapan ular, Pertolongan pertama jika digigit ular dan Mengenal jenis-jenis ular.

Advertisement

Kegiatan seminar ini berlangsung pada Senin (28/2) lalu, dan dimulai pukul 10:00 WIB. Dalam kegiatan seminar tersebut diawali dengan talkshow interaktif yang menyajikan Pameran hewan, kemudian diteruskan dengan Pertunjukan ular, hingga Lomba foto interaktif bersama binatang yang dipamerkan serta Penggalangan dana untuk korban bencana Gunung Sinabung di Sumatra Barat.

Adapun pengisi materi dalam seminar tersebut adalah OASIS (Organization Animals Shelter In Society) yang merupakan komunitas pecinta binatang yang berdomisili di Beji, Depok. Beberapa binatang yang ditampilkan adalah Ular, Musang, Kadal dan Landak mini. Namun yang menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan seminar adalah binatang ular yang terdiri dari ular Sanca, Boa, Weling, Viper dan Kobra ketiga daftar ular terakhir adalah jenis ular berbisa tinggi.

Materi Penanganan Ular Berbisa di Rumah

Advertisement

Setelah mengenal jenis-jenis ular baik yang berbisa maupun yang tidak, materi selanjutnya adalah dengan cara penangkapan ular dengan peralatan sederhana yang ada di rumah.

Hal pertama yang harus kita lakukan ketika melihat ular adalah dengan mengamati ular tersebut berbisa atau tidak dengan mengenali jenis maupun sifat-sifatnya serta bentukan tubuh yang khas, jika sudah diketahui.

Selanjutnya adalah dengan menyiapkan sapu dan pengki jika ular itu benar tidak berbisa, dengan mengarahkan ular ke dalam pengki dan menjepit kepala ular tersebut dengan sapu. Setelah itu pegang tepat di pergelangan kepala ular lalu memasukannya kedalam kantung dan melepaskannya jauh dari pemukiman warga.

Proses yang sama juga bisa dilakukan dengan ular berbisa hanya saja harus lebih berhati-hati lagi. Jika ragu atau takut dalam menangkap ular kita dapat hubungi pemadam kebakaran ataupun komunitas pecinta ular.

Menurut informasi yang diberikan salah satu anggota OASIS jika kita sudah terlanjur tergigit ular pertolongan pertama yang harus lakukan yakni memastikan jenis ular itu berbisa atau tidak, kedua usahakan untuk tetap tenang dan jangan melakukan gerakan yang berlebihan khusunya di bagian yang terkena gigitan.

Ketiga dengan imobilisasi bagian yang terkena luka dengan cara biday (penanggulangan patah tulang dalam) agar tidak banyak melakukan gerakan dan yang terakhir adalah penanganan medis dengan membawanya ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat dengan menginformasikan juga tenaga medis terkait ular apa yang menggigit pasien untuk dicarikan serum antibisanya.

Sejumlah Mitos Dalam Penanganan Ular

Yang menjadi salah satu pertanyaan peserta dalam sesi tanya jawab dalam diskusi interaktif tersebut adalah bagaimana jika kita terkena gigitannya di dalam hutan yang jauh dari penanganan medis. Contohnya : Peserta seminar dari Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Esa Unggul bernama Hendra Lesmana menanyakan “Bagaimana pertolongan pertama gigitan ular jika sedang berada didalam hutan”, jawabannya sama dengan pertolongan pertama saat berada di rumah atau pemukiman.

Hanya saja pembedanya adalah dalam persiapan perjalanan harus membawa perlengkapan medis berupa obat Aspirin (penghilang rasa nyeri) serta tali strap untuk mengurangi laju racun dalam darah secara cepat.

Banyak juga mitos yang berkembang mengenai penanganan ular seperti ular takut terhadap garam yang ditaburkan di area rumah atau tenda, padahal itu hanya mitos yang tidak benar walaupun ular adalah hewan yang melata tapi taburan garam tidak membuat ular takut apalagi mati.

Ular hanya akan terganggu jika mencium aroma yang menyengat seperti minyak wangi, bensin ataupun cairan pembersih lantai. Pada dasarnya ular merupakan binatang buas yang takut terhadap manusia, ular hanya akan mengganggu ataupun menyerang manusia jika manusia masuk kedalam teritorial (wilayah) kekuasaannya serta mengganggu secara fisik seperti menginjak atau menyentuhnya baik sengaja ataupun tidak.

Terakhir seminar Handling Snack ditutup dengan pertunjukan mencium ular King Kobra yang panjangnya sekitar 3 meter serta foto bersama para pemateri dibarengi dengan membawa ular di seminar tersebut.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya