Memperbesar Kapasitas Hati dengan Cara Menerima Langkah ke Depan

Bukanlah sesuatu yang mudah, namun dengan menerima kehidupan baru mulai bekerja dalam hidup kita

Bulan Juni 2020, bulan dimana aku belajar hal baru dalam hidupku. Setelah hampir 2 tahun bekerja, aku sudah melalui berbagai pengalaman dan pemahaman dalam hidupku, dan saat ini, di bulan ini, aku sampai kepada titik pernyataan "aku lelah".  Dimulai dari mendengar kesuksesan rekan sebayaku, yang mendapatkan rezeki dari yang Maha Kuasa dalam karirnya di usia yang muda, aku berkaca pada diriku. Bukannya aku tidak bangga padanya, aku bangga dan senang mendengarnya. Namun, hal tersebut membawaku pada pemikiran,

Advertisement


"Apa yang kukerjakan selama ini, dengan sebaik mungkin sebisa aku, tidak membuahkan hasil yang manis, seperti yang aku harapkan."


Aku ga munafik bilang bahwa aku tidak iri, namun, perbandingan terhadap diri sendiri itu seringkali terjadi, dan aku mengalaminya. Kurasa kerja kerasku, tidak dibalas dengan baik oleh yang di atas. Aku marah, aku kesal. Ku lampiaskan kekesalan dan kemarahanku dalam bentuk tangisan dan dalam bentuk statement yang panjang. Merambat kesegala aspek hidupku.  

Dalam doa kupanjatkan kekesalan dalam hal pengorbananku dalam bekerja, kekesalan tidak kunjung menemukan pasangan selama hampir 25 tahun lebih, masa lalu dan kegagalan dibawa juga. Segala hal yang sebelumnya aku coba untuk ikhlaskan, ternyata meledak dalam satu titik. Titik ketika aku lelah. Bagi kalian yang membaca tulisan ini, tenanglah, kalian tidak sendirian yang pernah merasakannya. 

Aku sangat menyadari lelahku ini, berasal dari sikap hatiku yang tidak mau menerima segala sesuatu. Padahal, Yang Maha Kuasa sudah menetapkan garis hidup tiap-tiap orang. Aku berlagak sok tau dengan menentang dan meragukan karya-Nya atas hidupku. Aku belajar di tahap ini, bahwa aku harus ingat, hidup sudah diatur yang di atas. Jalani tanpa membandingkan diri, jalani dengan syukur, jalani dengan percaya, bahwa apapun yang terjadi, semua sudah kehendak yang di atas. Coba ubah sudut pandang negatif untuk jadi positif. 

Caranya ternyata tidak sesulit yang kita pikirkan. Pikiran positif seperti, "aku bahagia, bahwa aku dapat melakukan pekerjaanku dengan sangat baik, dan berkembang sampai sejauh ini, dengan segala keadaanku saat ini (misalnya keadaanya tidak menyenangkan). Belajar bersyukur dimulai dari hal-hal kecil. Latih diri untuk belajar bersyukur setiap saat, menjadi kunci untuk memperbesar kapasitas hati. Sehingga hati lebih mudah menerima, dan hidup terasa lebih indah. Percayalah, kehidupan (rejeki, hubungan, dll) datangnya dari hati yang tulus dan ikhlas. Yang Maha Kuasa ingin memperbesar kapasitas dirimu. Belajarlah dewasa. Inilah yang aku ambil dari kisahku pada bulan ini. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE