Seekor ikan sedang berenang ribuan mil jauhnya, hanya untuk menemukan tempat ia dapat berkembang biak ia berenang melewati lautan hingga ke air tawar untuk dapat menjatuhkan ribuan butir telur yang nantinya akan menjadi keturunannya. Tetapi dibalik itu ketika anak-anak ikan itu menetas mulai dewasa dan ingin kembali kelautan hanya sebagian dari mereka yang dapat kembali dari ribuan bahkan mungkin hanya ratusan yang dapat kembali dengan selamat karena dalam perjalanan ia menemukan banyak tantangan mulai dari suhu air, ikan buas, hingga pemangsa lainnya yang dapat menghilangkan kehidupannya dan hingga dewasa kembali lagi melanjutkan siklus untuk berkembang biak, itulah ikan Salmon.

Ketika sekarang kehidupan mulai bertambah, akan banyak dinamika yang dilewati seiring dengan berputarnya waktu tersebut, bisa saja itu datang dari keadaan ataupun karena kesalahan yang mungkin diciptakan sendiri. Saat hal-hal seperti ini terjadi tidak banyak juga orang yang dapat melewatinya dengan bijaksana ada yang mengambil jalan menyerah ada yang tetap tegap, berpikir akan apa yang harus dilakukan untuk mencapai pencapaian yang telah ia susun.

Advertisement

Dewasa ini jangan lagi memandang bahwa dunia begitu luas karena kita dipermudah oleh kecanggihan teknologi yang dapat dinikmati dengan bank data google, segala informasi dari penjuru dunia dapat kita ketahui hanya dengan waktu beberapa menit saja. Tetapi jaman serba teknolgi ini, yang sering juga disebut era Milenial menciptakan produk manusia yang cenderung menghabiskan diri dengan gedget sehingga lahirlah manusia yang kurang interaktif dan tingkat bersosial yang kurang didunia nyata semua ungkapan dan tindakan disatukan dalam dunia maya, maka terciptalah manusia individual dan manusia sosial maya-semu. Karena tidak kenyataan telah dinyatakan dalam IT, gerak kehidupan manusia sudah tergantung dengan model teknologi ini.

Ketika itu terjadi, apakah mereka yang lahir dijaman transisi ini yaitu kelahiran 93-96 yang masih dapat merasakan bagaimana lompatan jaman lompatan abad 20 menuju 21 tersebut bersikap melihat realita yang dihadapi saat ini. Jika orang bijak mengatakan kita tidak dapat melawan jaman, karena kita akan tenggelam dihanyutkan oleh jaman tersebut, karena mereka yang lahir dijaman tersebut akan melahirkan anak jaman, tugas mereka ialah mengingatkan dan mengimplementasikan bagaimana teknologi itu membantu bukan menjadi ketetapan, teknologi itu mempermudah bukan menelan kehidupannya.

Banyak mereka yang saat ini terdampar dalam hiruk-pikuk teknologi tersebut, dinamika mereka nikmati telah memabukkan hingga tidak sadar bahwasanya tujuan itu telah lari arah, mereka tidak berjalan lagi di rel yang telah disusun di awal, teknologi berjalan bersama dengan pengaruh negatif yang ada didalamnya, iklan produk barang dan jasa semakin cepat kita dapatkan dan yang mengkomsumsi tawaran tersebutpun tidak lagi mengenal batasan umur, arus teknologi kian tidak terbendung, kehancuran didepan mata jika ini tidak segera dibenahi.

Advertisement

Kita memang harus menatap lebih jauh kedepan sebagai visi kita era teknologi yang kian pesat ini, tetapi kita juga harus mengambil lebih jauh kebelakang agar pandangan itu dapat lebih luas. Visi harus disertai dengan mengingat Histori, maka susunlah Misi untuk dapat mencapai visi tersebut dengan mengingat latar belakang histori yang mendasari kita kedepan.

"Generasi Milenial jangan tenggelam dengan zaman, maka ingatlah sejarah mu, agar cita-cita keluarga, agama, dan negara mu sejalan dengan jiwa mu, dan teknologi tidak menelan mu, jadilah bijaksana. Generasi itu tidak pernah salah hanya perlu memahami letak ceritanya yang seharusnya menjadi miliknya, sejarahnya yang menjadi landasannya, maka bangunlah emosional mu bukan hanya di media sosial mu. Belajar dengan sang Salmon, penuh usaha dan kegigihan siklus hidup menentukan kita menjadi pribadi yang seperti apa dan bagaimana biarlah dirimu dibentuk dengan dinamika yang menghidupkan mu tetaplah bersama dalam komunitas dan persekutuan mu menuju visi yang telah kamu tata dalam cerita yang akan kamu tulis melalui kehidupan mu" (WNS)

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya