Perkara mencintai dan melepaskan sepertinya bukan hal baru terutama untukmu dengan usia 20-an ke atas. Hubungan yang berlangsung lama atau tanpa kejelasan terkadang membuatmu berfikir apakah benar bahwa ia adalah orang yang kamu cintai atau kamu memang harus melepaskannya.

"Benarkah kamu orang yang aku cinta?"

"Mungkinkah kamu orang yang tepat untuk hatiku menetap?"

"Mungkinkah aku dan kamu akan menjadi kita?"

"Benarkah kamu tempatku berpulang dari semua hiruk pikuk lalu – lalang?" -arifmulyono

Advertisement

Tak jarang membanding – bandingkan hubungan dengan orang lain terlintas di benakmu. Membiarkannya terus mengganggu pikiranmu dan semakin membuat hatimu gusar dan kehilangan arah, kamupun akan semakin bimbang dibuatnya.

Hubungan yang berangsur angsur lama ataupun tanpa kejelasan kadangkala membuat hatimu gusar, bisikan bisikan keraguan mulai mengganggu perasaanmu.

"Cinta? Apa itu Cinta? Apakah aku benar benar mencintainya?" bisikan-bisikan keraguan mulai mengganggumu, semakin lama hubungan membuat hatimu semakin rentan untuk di serang keraguan, sepertinya yang kau bisa hanya bertahan atau meninggalkan. Tapi cobalah berfikir lebih dalam karena penyesalan selalu datang belakangan. Cobalah untuk lebih terbuka dan mendiskusikannya dengan pasanganmu. Bertukar pikiran dan membicarakan keresahan satu sama lain membuatmu mengenal lebih jauh lagi siapa sebenarnya orang yang kamu cintai.

Mengenang hal – hal lama bersama pasangan terkesan sepele, namun jika dicoba akan menyenangkan

Hal ini memang terdengar sepele, namun apabila di telaah lebih dalam maka memori – memori masa lalu yang sempat kita lupakan akan menjadi angin segar dalam hubungan pasangan yang cukup lama berjalan. Mengingat kembali waktu pertama dekat hingga pacaran dapat membangun kualitas cinta kedepan. Memori – memori lama seperti itu dapat menghindarkan dari perkataan "kamu sudah tidak seperti dulu lagi" ataupun " kamu sudah berubah", dengan begitu kita dapat menelaah sikap antar individu dan memperbaiki setiap kesalahpahaman, sehingga membuat kita tersadar akan tujuan dalam menjalin hubungan, apakah kita berniat serius atau sekedar mencari kesenangan.

Bagimu yang merasa mencintai adalah bertepuk sebelah tangan, bukalah perasaanmu untuk seseorang

Mencintai orang yang kita idam – idamkan tidak ada salahnya apabila cinta tersebut terbalaskan. Ada saatnya kamu lelah dan sadar bahwa orang yang kamu idam – idamkan mungkan hanya ada di anganmu seorang. Dalam kondisi ini kamu bahkan merasa semesta tidak adil.

Advertisement

"Mencintai itu menyakitkan, dicintai itu menyenangkan, tapi dengan keduanya hidupmu akan penuh dengan kejutan" -arifmulyono

Mencintai itu terkesan menyakitkan, namun dicintai lebih menyenangkan, cobalah untuk berfikir dan membuka perasaanmu untuk dia yang mencintaimu dengan tulus dan ikhlas menunggu. Berfikirlah positif bahwa dia yang mencintaimu siap menerima luka dan bahagia yang menyertai hidupmu. Segeralah bergerak untuk dia yang mencintaimu sebelum semua terlambat, menunggu itu bosan, dan bisa saja cintanya sudah kadaluarsa untukmu.

Dicintai terkesan remeh bagimu, tapi jika sudah kehilangan saatnya kamu harus belajar melepaskan

Ada kalanya kamu berada di posisi untuk dicintai seseorang, kamu sadar betul tentang apa apa saja yang ia berikan dan korbankan untukmu, perhatian, waktu, tenaga bahkan pikirannyapun hanya tertuju untukmu seorang. Chat masuk sekedar menanyakan keadaan, aktivitas, kabar sering kali kamu abaikan, kamupun sering kali berfikir "apaan sih nih orang", namun ada masanya hal yang kamu abaikan akan kamu rindukan, setelah perhatian itu menghilang kamu akan merasa ada yang kurang. Pada akhirnya kamu akan sadar betapa pentingnya hal yang kamu abaikan ketika perhatian, waktu dan tenaganya bukan untukmu lagi.

"Pagimu yang terluka, Malammu yang menyiksa, Hal yang ingin kau lupa, Justru semakin nyata" -Barasuara (Mengunci ingatan)

Sisa – sisa perhatiannya akan selalu mengunci ingatanmu, mau atau tidak kamu harus siap menerima bahwa tempat berpulangnya kini bukanlah milikmu. Cintanya untukmu telah memudar karna tempat yang seharusnya milikmu telah dirawat lain orang. Itulah saat kamu akan menyesal dan waktumu kini untuk belajar melepaskan. Luka dan duka yang dia dapatkan saat mencintaimu dulu, kini akan kamu rasakan.

"Dicintai adalah suatu keajaiban, dan sebagaimana keajaiban hanya datang satu kali, sadarlah sebelum kamu menyesal" -arifmulyono

Mencintai dan melepaskan merupakan bentuk dari sebuah keikhlasan, kini waktumu untuk memasrahkan semuanya pada Tuhan

Mencintai dan melepaskan ibarat dua sisi mata uang. Keduanya merupakan bentuk dari keikhlasan. Di posisi mana dirimu sekarang? mulailah memasrahkan pada Tuhan. Apa yang terjadi padamu tidak akan pernah berlangsung tanpa andil dari Tuhan. Ikhlas dengan keadaan, berarti saat dimana kamu belajar berdamai dengan keadaan yang berlangsung dalam hidupmu. Ikhlas memang selalu tak terbalas dengan begitu kamu sadar bahwa kamupun dapat belajar untuk mencintai orang yang sabar menunggumu. Mencintai terkadang menyakitkan, dicintai adalah keajaiban tapi dengan keduanya hidupmu akan dipenuhi kejutan.

Nikmati setiap proses yang berlangsung sebagai bentuk dari pendewasaan diri, asalkan kamu tidak melupakan Tuhan, kebahagiaan pasti kamu dapatkan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya