Meski Hidup Tak Selalu Berjalan Mulus, tapi Aku Tetap Mencintaimu dengan Sungguh-sungguh

mencintai diri sendiri

Jika saat ini engkau hendak mencari pasangan yang sempurna tentu tidak mudah menemukannya. Sampai rambut memutih, engkau bakalan tidak akan menemukannya, sebab sejatinya setiap manusia memiliki sisi baik dan buruknya. 

Advertisement

Pasangan yang barangkali sudah kian lama arungi bahtera rumah tangga tetap lalui hari dengan berbagai kekurangan di berbagai lini kehidupan bersama. Cekcok tak dapat dielakan. 

Toh, tak ada yang mampu menjalankan hidupnya dengan jalan mulus nan lurus. Batu-batu kecil akan menghalang kakimu saat hendak melangkah jauh. Jalan terjal menyambutmu saat susuri hari-hari, baik saat bersama dengannya maupun saat masih berdiri sendiri untuk lalui hari.

Dengan dalih yang demikian, aku semakin tersadari bahwa mencintaimu dengan sungguh jauh lebih baik dibandingkan terus menunggu demi mendapatkan yang sempurna. Mungkin dengan mensyukuri keberadaanmu di sisiku akan mampu menyempurnakan seluruh kekurangan yang ada dalam diriku. 

Advertisement

Dulu saat  idealisme masih dipegang teguh, aku selalu berpikiran bahwa akan ada yang sempurna tiba pada masanya. Sepertinya anggapan itu sia-sia saja, karena semakin berpikiran demikian justru semakin mengecilkan harapan untuk mewujudkannya. Boleh dibilang harapan yang demikian bak sedang bermimpi di siang bolong. Alhasil, waktu kian melangkah meninggalkan aku yang masih bertahan pada pilihan untuk mendapatkan sosok yang sempurna.

Pilihan yang paling baik dari segalanya saat ini, kala usia kian melangkah jauh yakni dengan mencintaimu dengan sungguh. Dengan begitu waktu tidak berlalu begitu saja. Belajar dengan serius mencintaimu akan memberi pelajaran berharga bahwa dirimu sebenarnya yang paling sempurna untuk bertahan di sisiku.

Advertisement

Aku selalu berharap agar dirimu lekas berubah. Minimal dengan jarang berulah akan semakin memantapkan pilihanku untuk lanjuti hari bersamamu sepanjang waktu. Dengan tidak berulah, aku semakin percaya engkau adalah rumah yang nyaman dan aman.

Tugas kita sekarang ada di tangan kita masing-masing. Pilihan terbaik kini ada di dalam genggaman kita masing-masing. Antara tetap bertahan di sisi dengan menerima kekurangan yang ada di dalam diri atau memilih untuk merangkak ke pilihan yang lain demi menemukan sosok yang sempurna. 

Pada masanya, sang waktu akan mengenapi kekurangan yang ada di dalam diri pasangan hidup kita masing-masing. Saling melengkapi satu dengan yang lain tanpa mengabaikan rasa yang dimiliki kelak semakin menyempurnakan rasa yang dimiliki. 

Sekali lagi, dan untuk kedua kalinya, aku akan mencintaimu dengan sungguh. Mencintai tanpa menunggu seseorang yang penuh kesempurnaan dalam keniscayaan. Mencintai tanpa menunggu sosok yang akan belum tahu datangnya kapan, karakternya bagaimana, dan mencintai dengan tulus atau tidak. Mencintai tanpa melihat masa lalumu, itu yang sedang aku jalankan di masa sekarang.

Akhirnya, aku akan menerima kenyataan yang ada dalam dirimu. Dengan melihat dirimu secara utuh, semoga semakin mempertegas bahwa kamu sebetulnya makhluk yang dikirim Tuhan untuk bertahan di sisi, biar dapat lalui hari di bawah keangkuhan senja. Terima kasih karena masih bertahan di sisiku.

 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Saya seorang pendidik di Barat Sumatera. Selain menjadi guru, saya juga seorang blogger yang suka berkelana ke tempat yang baru. Saya menyukai kopi, puisi, cerpen dan pengagum tenunan hebat mama-mama di bumi Flobamora. Sebagai anak yang berbakti kepada kampung halaman, saya akan terus menceritakan kampung halaman melalui pena yang tidak akan mati.

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE