Apakah mendengarkan musik klasik setiap hari dapat mengubah hidup Anda? Kedengarannya seperti sebuah klaim yang berlebihan, tetapi dalam kasus saya, berkali-kali jawabannya adalah ya. Dan bulan Januari begitu sering dianggap sebagai bulan perenungan karena berbagai resolusi, hutang dan diet yang tidak terwujud di tahun sebelumnya boleh di bilang merupakan waktu yang tepat untuk menyelam ke wahana musik dengan segala kemewahannya, yang beragam.

Kita adalah spesies pembuat musik, selalu dan selamanya. Kita juga spesies yang saling bertukar musik. Jauh sebelum remaja-remaja yang sedang jatuh cinta mulai memilah-milah kaset rekaman untuk mereka sendiri, atau layanan streaming digital yang memungkinkan kita langsung menuju lagu favorit, kita sekarang berkomunikasi dan berhubungan dengan musik.

Advertisement

Kita berevolusi sebagai manusia yang berkumpul bersama mengelilingi unggun setelah satu hari berburu yang panjang, menyanyikan lagu dan bercerita lewat lagu. Itulah apa yang dilakukan oleh para pendahulu kita; itulah bagaimana mereka memahami dunia; itulah bagaimana mereka mempelajari apa yang tejadi.

Ini merupakan dorongan yang masih sangat mendasari dari siapakah kita sebenarnya. Namun kehidupan moderen kita sendiri telah diliputi dan terfragmentasi sampai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Serius, siapa yang memiliki kemewahan mendapatkan waktu setiap hari untuk mendengarkan musik tertentu secara aktif? Meski begitu, mungkin kita tidak pernah benar-benar membutuhkan ruang emosi yang dapat diberikan oleh musik, dan musik klasik khususnya.

Musik klasik adalah bentuk seni yang, karena berbagai alasan rumit, sering dianggap untuk melestarikan segelintir elit; suatu pesta eksklusif yang hanya mengundang orang-orang tertentu. Hal ini sangat ironis, karena karya itu sendiri adalah salah satu yang paling menyentuh emosi secara langsung yang kita miliki.

Advertisement

Ada sebuah alasan kenapa semua orang dari film sampai pengarah pemakaman benar-benar tergantung pada musik klasik ketika mereka ingin mengangkat perasaan. Dan saya kehilangan jejak sejumlah teman, keluarga dan bahkan orang asing yang bertanya, seringkali dengan malu-malu, apakah saya bisa membuatkan mereka daftar lagu-lagu klasik.

Kadang-kadang permintaan itu tepat; musik untuk belajar atau bekerja; musik untuk menenangkan bayi yang baru lahir atau membuat mereka tidur, atau untuk membuat orang tua pasangan menjadi terkesan; musik untuk berolahraga; untuk bersantai; untuk berkebun, melakukan perjalanan atau untuk pesta makan malam.

Saya percaya bahwa karya musik terbesar adalah mesin empati; mereka membuat kita berkelana tanpa berpindah ke kehidupan lain, umur dan jiwa. Mereka juga kuat; mereka dapat membuat Anda melakukan beberapa pekerjaan sekaligus, menyesuaikan ke dalam kehidupan nyata Anda. Jadi jangan ada pikiran lagi apakah Anda memiliki 'mandat' untuk menjadi seorang pakar musik klasik atau apakah Anda telah mendengarkan dengan 'benar': percayalah, satu-satunya kriteria yang masuk adalah memiliki telinga.

Anda dapat mendengarkan musik dalam perjalanan pulang pergi kerja; membawanya saat Anda berjalan-jalan; tetap mendengar sayup-sayup sementara Anda sibuk dengan sarapan atau persiapan sekolah: menjadikannya musik latar ketika menyiapkan makan malam, menuangkan minuman, bersantai atau mencuci, menyeterika, membalas email-email, apapun yang Anda perlu lakukan di saat Anda akhirnya menekan 'play'.

Saya percaya ada sedikit saja dalam hidup bahwa musik ini tidak menjadi tambahan yang indah. Ini musik untuk dijalani dalam hidup, untuk kehidupan yang lebih baik.

Source: Clemency Burton-Hill

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya