"Setiap anak adalah seorang seniman. Masalahnya adalah bagaimana tetap menjadi seniman begitu mereka beranjak dewasa."

Madeleine Hanson Gunawan sudah menggambar sejak SD, dan sampai sekarang pun ia masih tetap menggambar; sebagai hobi dan juga sebagai pekerjaan sampingan. Tapi mencoba untuk tetap menjadi seniman bukanlah satu-satunya masalah yang dihadapi.

Advertisement

Pulang sekolah sudah terlalu lelah untuk membuat sketsa; waktu di akhir pekan pun terpakai untuk pergi bersama keluarga; saat dapat waktu untuk menggambar, malah dapat penyakit yang ditakuti semua seniman, yaitu "artist’s block"—sesuatu saat ketika tidak ada satupun ide ataupun gambar yang bisa muncul di benak pikiran seniman-seniman dimanapun.

Tetapi melawan segala rintangan, dia tetap dapat mengatasinya dan masih bisa melakukan hal yang dia cintai, yaitu menggambar. Rintangan tersebut terdengar sulit kan? Jadi bagaimana caranya dia mengatasi semuanya dan tetap melewati setiap harinya sebagai seorang murid dan juga sebagai seorang seniman muda?

Apa rahasia di balik keseharian Madeleine sebagai seorang seniman muda?

Advertisement

Madeleine Hanson Gunawan, atau Maddy, adalah seorang siswa kelas 2 SMA yang suka menggambar sebagai hobi dan juga sebagai pekerjaan sampingan. Sejak kecil, Maddy telah belajar sendiri bagaimana caranya menggambar; dari postur hingga pewarnaan dan banyak hal-hal yang lain.

Sebenarnya, Maddy baru memulai menggambar dengan tekad yang serius sejak memulai kelas 2 SMP. Dia juga mengambil kelas menggambar di sekolah, dan sampai sekarang pun dia masih mendapatkan nilai tertinggi diantara teman-teman kelasnya.

Sekarang, Maddy sedang suka menggambar karakter-karakter dari franchise game Danganronpa V3—sebuah game misteri tentang sekelompok murid-murid yang terjebak di dalam sekolah dan harus membunuh sesama lain untuk bisa keluar dari sekolah tersebut. Dia kebanyakan menggambar orang-orang seperti yang ada di dalam manga secara digital, namun terkadang dia juga menggambar secara tradisional di atas kertas.

Sebagai seniman muda yang juga masih seorang pelajar, Maddy juga memiliki beragam macam masakah yang harus dia hadapi. Yang pertama adalah caranya membagi waktu antara menggambar dan belajar untuk materi-materi di sekolah. Dia mengalokasikan waktu untuk menggambar setelah menyelesaikan tugas dari sekolah karena dia terbiasa menggambar dengan komputernya.

Namun, dia pulang sekolah dan sampai di rumah pun sudah sore, dan mengerjakan tugas pun bisa memakan waktu yang banyak; sudah pasti tidak akan ada cukup waktu untuk menggambar. Dia juga suka menggambar saat akhir pekan datang, tapi kadang-kadang dia perlu menghabiskan waktu bersama keluarga; dan karena itu dia tidak bisa menyisakan waktu untuk menggambar.

"Sebenernya sih lebih baik kalo bisa nyicil ya, tapi saya orangnya tidak bisa seperti itu. Jadi saya biasanya ngerjainnya pas akhir-akhir, saya ngebut."

Maddy tertawa saat diwawancarai.

Selain time management-nya, dia juga mengalami masalah saat berhadapan dengan artist’s block. Artist’s block adalah sesuatu kondisi yang terjadi saat seorang seniman tidak dapat memikirkan apa pun untuk menggambar atau tidak memiliki inspirasi apapun sama sekali. Dia telah menghadapi artist’s block ini berkali-kali, dan terkadang itu suka membuatnya terdemotivasi karena dia merasa tidak produktif.

Salah satu masalah lain yang dia hadapi sebagai seniman, ialah bahwa dia harus bisa mendengarkan pendapat dan masukan yang dimiliki pengikutnya; karena itu bisa sangat menekankan. Karena komentar-komentar tersebut, dia suka merasa khawatir dengan karya seninya dan terkadang juga ketakutan bahwa gambarannya tidak cukup baik.

"Kalau saya bilang nggak sih, itu bakal ngebohong ya …"

jawabanya saat ditanya apakah dia terpengaruh oleh komentar dan pendapat pengikutnya.

Kalau dipikir-pikir, bukankah itu banyak sekali masalah yang harus dihadapi seorang seniman muda yang masih di kelas 2 SMA? Tetapi, terlepas dari semua itu, Maddy selalu dapat bertahan dan juga berhasil dalam menyelesaikan semua gambaran dan barang-barang dagangannya pada batas akhir waktu sambil juga menjaga keseimbangannya dalam menangani kehidupannya yang sehari-hari.

Tidak hanya itu, dia juga sering memenangkan kompetisi-kompetisi menggambar; baru-baru saja ini dia telah memenangkan peringkat ketiga untuk kompetisi menggambar mural disekolahnya. Selain mengikuti kompetisi-kompetisi, dia juga suka berpartisipasi dalam konvensi art dan memberikan komisi kepada penggemarnya juga.

Bulan September tahun lalu, dia mengikuti konvensi art ComiFuro 9 bersama beberapa teman dari art-circlenya dan juga menjual beragam macam merchandise dari franchise Danganronpa V3; gantungan kunci, stiker, poster dan banyak lain. Jadi sebenarnya itu menjadi seorang seniman muda tidaklah gampang.

Kadang-kadang akan ada masalah dengan mencari waktu untuk menggambar, dan terkadang akan terkena artist’s block juga. Tidak hanya itu, penggemar kalian bisa memberikan tekanan yang tinggi juga, namun meskipun dihadapi dengan semua rintangan itu, pastinya seperti Maddy, kalian pasti bisa melewati semuanya. Meskipun keliatannya hampir tidak mungkin, tapi dimanapun ada kemauan, pasti akan ada jalan yang dapat ditempuhi untuk mencapai tujuan kalian.

Gimana? Sekarang sudah tahu kan, apa yang seniman muda jaman sekarang hadapi?

Kalau kalian masih memiliki rasa penasaran dan ngin mencari tahu lebih banyak, cobalah dan kunjungi ComiFuro yang ke-11 tahun depan. Siapa tahu, mungkin kalian bisa ketemu Maddy dan dia bisa menggambarkan kalian sesuatu dan menceritakan kepada kalian lebih banyak tentang kehidupannya sebagai seniman muda.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya