Menentukan Skala Prioritas

Kesuksesan itu perlu direncanakan. Apabila anda tidak merencanakannya maka anda merencanakan kegagalan.

  Prioritas. Apasih prioritas itu? Menurut saya prioritas itu sesuatu yang memiliki tingkatan urgensi tinggi untuk segera dilakukan. Mengurutkan prioritas bisa berdasarkan pada hal yang lebih mudah untuk dikerjakan. Semisal diantara tugas matematika dengan tugas menggambarkan, saya akan lebih memilih untuk mengerjakan tugas menggambar. Hal itu dikarenakan menurut saya tugas menggambar lebih mudah dilakukan daripada tugas matematika. Sesuatu yang mudah dilakukan pasti akan lebih cepat pengerjaannya. Sehingga masih banyak waktu yang tersisa untuk mengerjakan hal yang lebih sulit. 

Advertisement

Namun, tingkat kemudahan suatu pekerjaan semua orang berbeda-beda. Mungkin dari pilihan di atas ada orang yang merasa tugas matematika lebih mudah untuk dikerjakan daripada tugas menggambar. Semua orang memiliki tingkat urgensinya masing-masing. 

Dalam kehidupan sehari-hari saya sebagai mahasiswa, saya merasa masih memerlukan tambahan waktu untuk mengerjakan tugas kuliah, belajar mandiri di rumah, dan juga untuk mengasah keterampilan yang lain. Contohnya seperti keterampilan berorganisasi. Namun, di sisi yang lain saya juga membutuhkan waktu untuk istirahat. Tentunya saya tidak mau jatuh sakit hanya karena suatu urusan yang menurut saya sepele. 

Jadi saya pernah jatuh sakit hanya karena mengerjakan tugas yang menurut saya sangat mudah. Tugasnya adalah menyalin teks yang ada digambar ke dalam Microsoft Word. Tentu hal itu sangat mudah. Teks yang disalin bisa mencapai tujuh puluh halaman. Walaupun begitu menurut saya itu tetap mudah. Tinggal membaca dan mengetik ulang. Saat itu saya menyusun rencana agar tugas tersebut segera selesai. Saya menargetkan sehari bisa mengetik sepuluh sampai lima belas halaman. Target tersebut bisa saya capai. Tetapi document yang diketik tidak hanya satu. 

Advertisement

Setiap hari saya duduk di depan laptop berjam-jam. Selama pengerjaan tugas itu hal yang menurut saya salah adalah saya mengabaikan jam makan saya, berjam-jam hanya duduk tanpa diselingi gerakan stretching, kemudian pikiran saya yang dipenuhi dengan keinginan untuk segera selesai. Namun nyatanya tidak segera selesai. 

Dari beberapa perilaku di atas, beberapa minggu setelahnya saya jatuh sakit. Dari diagnosis dokter, saya mengalami infeksi perut. Oleh karena itu saya diharuskan untuk rawat inap selama tiga hari. 

Advertisement

Menurut saya, peristiwa yang saya alami itu adalah hal yang agak konyol. Bagaimana mungkin hanya karena tugas yang sederhana tapi bisa menyebabkan sakit. Tentunya hal itu dikarenakan saya yang kurang bisa menentukan prioritas. 

Sebagai seorang manusia, makan dan minum merupakan kebutuhan pokok. Jika kebutuhan tersebut tidak dipenuhi, maka dapat menyebabkan sakita atau bahkan kematian. Terlebih lagi untuk seorang mahasiswa yang memiliki banyak tugas baik dari kuliah sendiri atau dari organisasi. Menetukan skala prioritas sangatlah penting bagi seorang mahasiswa. Jangan sampai hanya karena mengerjakan tugas kuliah, hal yang lain menjadi tidak penting. Alih-alih tugasnya selesai mungkin akan menyebabkan sakit. 

Menurut pemahaman saya dari buku "First things first" yang merupakan karya dari Steve R. Covey dalam menentukan skala prioritas dapat dibagi menjadi 4. Pertama mengurutkan prioritas berdasarkan hal yang penting dan mendesak, kedua untuk hal yang penting dan tidak mendesak, ketiga untuk hal yang tidak penting dan mendesak, dan keempat untuk hal yang tidak penting dan tidak mendesak. 

Contoh dari hal yang penting dan mendesak adalah tugas yang memiliki deadline. Hal yang penting dan tidak mendesak contohnya healing . Hal yang tidak penting tapi mendesak adalah mengejar diskonan di marketplace. Untuk hal yang tidak penting dan tidak mendesak adalah scrolling social media. 

Tapi sebenarnya seberapa penting kah skala prioritas itu? Skala prioritas itu adalah dasar dari segala dari tindakan kita. Jadi dengan skala prioritas kita bisa tahu mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu dengan tujuan yang jelas. Dari itu kita dapat memahami apa yang kita lakukan, sehingga tidak perlu membuang-buang waktu hanya untuk memikirkan mana dulu yang harus dilakukan. 

Dengan skala prioritas kita juga bisa fokus mengerjakan sesuatu. Kita tidak perlu keteteran dengan tugas-tugas yang lainnya, karena sudah kita setting waktu untuk mengerjakannya. 

Prioritas juga merupakan tolok ukur suatu pencapaian. Dengan prioritas kita bisa menentukan startegi untuk mencapai suatu tujuan. Jadi kita tidak perlu bingung menentukan langkah yang selanjutnya karena sudah kita pikiran di awal. Selain itu menyusun skala prioritas bisa membuat kita semangat dalam mengerjakan sesuatu. Hal itu karena jika suatu tugas selesai dikerjakan, maka akan timbul rasa senang karena satu tugas sudah tercapai. Sehingga akan semakin mendekati tujuan yang ingin dicapai. Tentu hal itu semakin membuat kita semangat karena tujuan akan segera tercapai. 

Dari apa yang sudah saya alami, saya mendapatkan suatu hikmah. Bahwa saya masih belum bisa menyusun skala prioritas dengan baik. Sehingga kedepannya saya harus belajar lagi untuk menentukan tingkat urgensi tugas saya. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE