Mengenal Budaya Batik Lebih Dekat, Kerajinan yang Mempunyai Nilai Seni Tinggi

Batik sudah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia sejak lama

Batik merupakan kerajinan yang mempunyai nilai seni tinggi dan sudah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia sejak lama. Pada awalnya tradisi membatik merupakan tradisi yang diwariskan secara turun‐temurun agar suatu motif dapat dikenali darimana asalnya. Dalam buku Mengenal Aneka Batik  karya Suerna Lestari, beberapa motif ini menarik dan menunjukan status seseorang. Bahkan hingga saat ini, beberapa motif batik tradisional hanya digunakan oleh keluarga  kerajaan. Seni batik merupakan seni gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu budaya keluarga raja‐raja Indonesia kuno.

Advertisement

Batik dengan Pewarna Alami Batik yang awalnya hanya digunakan di lingkungan kerajaan, dalam perkembangannya mulai berkembang menjadi karya perempuan dalam rumah tangga. Selain itu, juga berkembang menjadi pakaian populer baik untuk pria maupun wanita. Kain putih yang digunakan saat itu adalah tenunan sendiri. Sedangkan bahan pewarna batik yang digunakan terdiri dari tanaman asli Indonesia yang dibuat sendiri.

Ini termasuk pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan soda terbuat dari abu soda dan garam dari lumpur. Penggunaan pewarna alami Penggunaan warna natural pada batik memberikan manfaat yang tinggi, seperti warna alami yang membatasi warna lebih baik, tidak mudah luntur, tahan terhadap sinar matahari, dan semakin lama warnanya akan semakin gelap dan indah. menjadi.

Pengrajin Batik adalah Harga Jual yang Lebih Tinggi. Dengan warna‐warna natural tentunya warna yang Anda dapatkan pada batik akan terlihat lebih bagus. Manfaat yang ada pada pewarna alam memiliki nilai tambah dibandingkan dengan  pewarna sintetis. Selain itu pewarna alam mudah didapat di lingkungan sekitar, bahkan pengrajin bisa menanam sendiri tanamannya untuk dijadikan pewarna batik alami.

Advertisement

Misalnya, masyarakat bisa memanfaatkan material alam yang ada di sekitarnya. Orang juga bisa memasuki lingkungan sekitarnya dengan tidak menggunakan pewarna kimia. Dengan minimnya penggunaan bahan kimia maka limbah yang dihasilkan juga akan lebih sedikit. Dampak kerusakan lingkungan sekitarnya pun semakin berkurang. mengutip dari buku Tekstil karya Cut Kamaril Wardhani dan Ratna Panggaben, bahwa motif batik tersusun dari tiga corak, yaitu:

Corak Utama Motif utama batik merupakan apresiasi terhadap ranah pemikiran dan falsafah alam yang dianutnya. Bagian ini merupakan ungkapan simbolik atau biasanya menjadi nama kain. Pola Tambahan isen isen adalah pengisi latar belakang kain di celah‐celah pola utama. Secara umum, isen‐isen berukuran kecil dan dibuat setelah pola utama digambar.

Pola Tepi Pola tepi terletak pada sisi membujur kain, tidak terletak di tepi kain tetapi bisa juga pola tepi yang terletak di tengah sebagai pembatas antar kelompok pola utama. Dari uraian tersebut terungkap bahwa corak atau motif batik merupakan bingkai gambar yang mewujudkan batik secara keseluruhan. Desain dilakukan sebelum menggambar pola pada kain. Cara Membuat Pola Pembuatan motif batik dilakukan sebelum proses pembatikan.

Tahap awal pembuatan pola adalah menentukan ide atau memilih motif yang diinginkan. Kain yang akan digunakan harus disetrika sebelum permukaannya digambar pola. Permukaan kain yang halus dan rata akan memudahkan pembuatan pola dan proses perekatan lilin. Pembuatan pola pada kain dapat dilakukan dengan cara membuat pola dengan bantuan garis dan membuat pola dengan cara tracing.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE