Mengenal Makna Cinta Menurut Perspektif Psikologi Afektif

Perspektif Psikologi Afektif Terhadap Cinta

Apa Itu Cinta?

Advertisement

Halo sobat hipwee! Ngomong-ngomong soal cinta nih, pastinya kata cinta udah ga asing lagi kan ya apalagi dikalangan anak muda jaman sekarang. Cinta merupakan anugerah yang telah tuhan berikan kepada setiap manusia. Tanpa adanya cinta, kehidupan manusia tidak akan berwarna. Faktanya, kehadiran cinta memberikan dampak positif bagi kesehatan psikologis seseorang.

Tapi sobat hipwee pada tau ga nih, kira-kira definisi dari cinta itu sebenarnya apa sih? So, check it out!

Secara umum, cinta memiliki makna ungkapan kasih sayang dan timbulnya komitmen dari diri seseorang terhadap orang lain tanpa mengharapkan imbalan dari apapun. Biasanya, cinta selalu ditandai dengan adanya emosi positif seperti kebahagiaan, kenyamanan, rasa suka, dan sebagainya. Walaupun cinta cenderung ditandai dengan emosi positif, namun tidak menutup kemungkinan adanya emosi negatif yang dapat menguasai seseorang ketika ia sedang jatuh cinta.

Advertisement

Cinta tidak melulu soal hubungan yang romantis, tapi istilah cinta juga dapat diungkapkan kepada orang tua, keluarga, sanak saudara, bahkan sahabat, sehingga membuat orang-orang yang ada disekitar kita dapat merasakan kehangatan dan kasih sayang. Dengan adanya cinta, maka seseorang akan mendapatkan kepuasan jika ia mampu membahagiakan orang yang dicintainya.

Perspektif Psikologi Afektif Terhadap Cinta

Advertisement

Psikologi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang perilaku seseorang yang tidak dapat dilepaskan dari proses lingkungannya. Sedangkan afektif sendiri merupakan salah satu dari komponen sikap. Afektif dapat diartikan sebagai komponen sikap yang menggambarkan perasaan individu atau reaksi emosional berupa rasa suka atau tidak suka terhadap suatu objek. 

Berdasarkan dua pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa psikologi afektif merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia yang berkaitan dengan perasaan individu atau reaksi emosional berupa rasa suka atau tidak suka terhadap suatu objek.

Jika dilihat dari perspektif psikologi afektif, cinta memiliki sifat lebih dari sekedar gairah atau hasrat.

Cinta afektif (affectionate love) dapat juga disebut sebagai cinta karena adanya kedekatan yang dapat diartikan sebagai tipe cinta yang terjadi ketika individu menginginkan adanya kehadiran individu lain di dekatnya serta memiliki afeksi yang mendalam dan juga perhatian terhadap individu lain.

Selamat membaca!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE